SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 43


__ADS_3

Papa Rafa dan Arin hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala mereka melihat 3 sahabat yang melompat kegirangan seperti anak kecil.


Papa Rafa mengacungkan jari telunjuknya ke sebelah kepala lalu ia putar putar jari tersebut memberi isyarat kepada Arin jika 3 sahabat tersebut sudah gila. " Kita naik ke ruangan papa aja yuk, tinggalin mereka" seru papa Rafa menarik tangan menantunya dengan senyum yang ia lontarkan. Arin hanya tersenyum dan mengikuti mertua nya untuk pergi.


" Anak gue kemana? " seru Adi yang mendapati Arin tak lagi duduk di sofa loby.


" Lah bini sama anak gue ilang" tambah Alex yang langsung di timpuk kepala nya oleh Rafa.


" Bini sama anak gue bego" gerutu Rafa ke arah Alex.


" Sakit bocah" seru Alex memegangi kepala belakang nya.


Rafa, Adi dan Alex bergegas berlari menuju lift untuk keruangan papa Rafa yang mereka yakini jika Arin dibawa ke sana oleh papa Rafa.


" Papa, istri Rafa... " teriak Rafa sambil berlari menuju lift.


" Anak aku om.. " susul Adi dan Alex bersamaan berlari dan berteriak di belakang Rafa dengan semua tatapan aneh orang yang berada di sana.


Sambil menunggu lift yang terbuka mereka saling berebut anak yang ada di kandungan Arin sehingga membuat heran orang yang ada di dalam lift mengira jika satu perempuan memiliki anak dari 3 pria tampan yang saling berebut. Saat pintu lift mulai terbuka mereka berlari dengan kencang menuju ruangan papa Rafa yang berada di lantai 5 kantor tersebut. Dengan nafas terengah engah mereka bertiga membuka cepat ruangan papa Rafa hingga membuat Arin dan papa Rafa yang asik ngobrol menjadi terkejut. Langsung saja ke tiga duduk di sebuah sofa panjang berjajar dengan Arin di sana.


" Habis ngapain sih kalian bertiga" seru papa Rafa heran melihat ketiga nya kehabisan nafas dan langsung berebut meminum segelas air putih milik Arin di meja yang mereka bagi bertiga secara bergantian.


" Papa nih main bawa kabur istri orang, aku bilangin mama loh " ucap Rafa dengan nafas terpotong dan merebahkan kepalanya di bahu Arin.

__ADS_1


" Iya nih om, anak kita main bawa kabur aja" celetuk Alex di samping Rafa.


" Iya nih, kalau tante tahu om pasti disuruh tidur diluar satu tahun loh" tambah Adi di sebelah Alex.


" Ngawur aja kalian ini. Lagian siapa suruh gila sendiri sampai istri sama anak kalian di telantarin" gerutu papa Rafa dengan tersenyum.


" Enak aja, istri Rafa pa" protes Rafa sambil bermanja pada Arin.


" Udah, udah sekarang kamu ganti baju dulu fa habis ini klien nya datang dan kalian berdua siapkan berkas nya terus kesini bertiga" perintah papa Rafa yang langsung di angguki ke tiga nya.


" Kamu tunggu di ruangan mereka sebentar engga apa kan nak? " tanya papa Rafa pada Arin sambil mengusap pelan ujung rambut Arin.


" Iya pa, beres" jawab Arin mengangkat tangan nya hormat dan tersenyum.


Mereka berempat berjalan ke arah ruangan kerja tempat Adi, Rafa dan Alex yang tak jauh dari ruangan nya. Sesampai nya di ruangan besar dan terdapat 3 meja kerja serta satu set sofa itu Adi dan Alex bergegas menyiapkan berkas yang di minta papa Rafa dan Rafa mengambil setelan jas yang ia siapkan di almari yang memang sengaja mereka minta kepada papa Rafa untuk tempat pakaian kerja ganti. Karena memang mereka selalu bekerja sepulang kuliah hingga tak sempat pulang. Arin yang langsung merebahkan diri di sofa panjang ruangan tersebut menatap kesibukan ketiga nya dengan tersenyum " Engga sangka 3 sahabat gila bisa serius juga kalau kerja" gumam Arin dalam hati.


" Iya kenapa? takut nafsu lo? " seru Rafa membuat Adi bergidik jijik.


" Ada bini lo engga malu lo? " tambah Alex melihat Rafa asik melepas celana pendek yang ia kenakan tadi dan mengganti nya dengan celana chino biru tua senada dengan blazer milik nya.


" Bini gue udah hafal per inci tubuh gue" seru Rafa bangga sambil tersenyum menaikkan kedua alis nya membuat Arin melihat nya tersenyum sedangkan Alex dan Adi saling tatap heran.


" Urat malu lo putus kena cinta" protes Alex kesal mendengar jawaban Rafa yang hanya di balas angkatan kedua bahu oleh Rafa.

__ADS_1


Usai berganti pakaian, Rafa menghampiri Arin yang merebahkan diri nya di sofa " Tidur gini engga sakit yank?" tanya Rafa berjongkok di samping Arin yang tidur dengan posisi miring karena sofa yang tidak terlalu panjang.


" Engga yank " jawab Arin tersenyum " Kamu ganteng banget sih kalau pakai gini yank" puji Arin menatap Rafa sembari merapikan rambut Suaminya.


" Iya dong yank, suami siapa dulu" seru Rafa bangga sambil menarik hidung Arin.


" Udah buruan, lama nih " geram Alex dan Adi yang iri melihat kemesraan Rafa dan Arin.


" Iya, iya" jawab Rafa singkat lalu mengelus perut Arin " Ayah kerja dulu ya sayang, jagain bunda sebentar" ucap Rafa lalu mencium perut Arin dan berpindah ke kening Istrinya lalu berdiri.


" Udah ayo" ajak Rafa pada kedua nya yang masih berdiri memperhatikan dua pasang orang yang selalu merasa jatuh cinta tiap hari nya.


Adi dan Alex mengikuti gaya Rafa dan berjalan mendekat pada Arin membungkukkan wajah mereka bersama ke atas perut Arin yang dengan cepat Rafa menarik kerah kemeja mereka bersamaan


" Mau ngapain lo berdua? " tanya Rafa ketus


" Mau cium anak gue lah kaya lo" seru Adi dan Alex beriringan.


" Enak aja, gue cincang lo berdua berani cium" seru Rafa menarik kuat dua sahabat nya dan menghadang mereka tepat berdiri di depan Arin.


" Lah, lo boleh cium ngapa kita gak sih? " protes Alex memonyongkan bibir nya kesal.


" Tar kalau udah lahir lo berdua boleh cium, kalau sekarang jangan sama aja lo cium bini gue" seru Rafa tegas menatap sinis kedua nya yang mulai cengengesan beriringan dengan Arin yang juga cengengesan melihat wajah bodoh Adi dan Alex.

__ADS_1


" Lupa fa" seru kedua nya menggaruk tengkuk bersama sambil cengengesan.


Rafa mendorong kedua nya pergi menuju pintu di ikuti dengan Rafa di belakang nya meninggalkan Arin sendirian di ruang kerja luas tersebut agar bisa beristirahat.


__ADS_2