
Rafa yang telah menyelesaikan acara mandi, menghampiri Alex dan Arin yang masih mengobrol di sofa membicarakan tentang hari kelahiran anak yang selalu di nantikan semua orang.
" Kaki kamu bengkak lagi yank? " tanya Rafa mendapati kaki Arin yang di rendam.
" Iya sayang" singkat Arin yang di cium kening nya oleh Rafa.
" Lo mandi apa nyelam lama amat? bini lagi hamil besar malah di tinggal lama " ucap Alex dengan nada jengah pada Rafa.
" Lah gue baru bentar mandi, lagian ngapain lo yang sewot? " sahut Rafa duduk di di lantai melihat kaki Arin dan mulai mengalirkan air hangat dalam wadah ke atas kaki Arin yang tak terendam.
" Dari dulu mandi lo mana bisa bentar " gumam Alex pelan.
" Yank, nanti aku anterin ke tempat Reta ya, kan kamu sama Alex mau jemput Adi " ucap Arin tak ingin sendirian karena pasti suami nya akan lama.
Alex yang mendengar nama Reta di sebut tiba tiba menjadi salah tingkah dengan wajah ia alihkan ke arah lain agar Rafa ataupun Arin tak menyadari tingkah nya. Rafa melirik ke arah Alex dengan mengernyitkan dahi lalu menatap ke arah Arin agar mengisyaratkan agar istrinya melihat gelagat Alex disampingnya.
" Iya yank, eh Reta itu jadian sama Angga ya yank? kok aku sering lihat mereka jalan bareng sekarang " sahut Rafa dengan mengedipkan mata ke arah Arin agar bekerja sama menggoda Alex.
Alex yang terkejut mendengar ucapan Rafa dengan cepat memutar kepala ke arah Rafa dengan mata membulat.
" Kayak nya yank, aku juga sering lihat mereka di apartemen kok pas aku main ke sana " sahut Arin menahan tawa dengan mengarahkan mata ke arah suami nya yang masih mengucurkan air hangat di kaki bengkak nya.
" Oh pantesan, kapan hari itu aku lihat Angga jalan sama Reta sama pegang pinggang Reta pas di kampus yank mesra banget " tambah Rafa yang menyadari jika Alex tengah merasa panas dengan terus berganti posisi duduk tak nyaman.
" Masa sih yank? Reta emang sering cerita sih dulu kalau dia suka sama Angga pas dari pertama masuk kuliah dulu yank, eh engga tahu nya mereka udah jadian aja. Moga aja cepat nyusul kita nikah ya yank, Reta pasti bahagia banget bisa nikah sama orang yang dia cintai " tambah Arin melebih lebih kan dan saling lempar senyum dengan Rafa karena Alex memunggungi mereka berdua.
__ADS_1
" Iya yank moga aja ya, satu ganteng satu cantik bener bener serasi " tambah Rafa membuat Alex yang semakin panas beranjak berdiri.
" Kemana lo? " tanya Rafa pura pura dengan menahan tawa.
" Jemput Adi " singkat Alex menahan perasaan yang ingin sekali marah.
" La kan baru jam segini " seru Rafa.
" Dari sini ke bandara jauh fa, udah buruan " jelas Alex masih berdiri di samping Rafa dengan wajah merah.
" Ya udah lo ambil handuk gih, gue keringin kaki bini gue dulu " sahut Rafa menunjuk ke arah kamar tamu yang ia tempati.
Alex berjalan mengambilkan handuk untuk Arin di kamar mandi yang terdapat di dalam kamar tamu. Sementara Arin memukul pundak Rafa pelan karena suami yang sering di kerjain Alex kini mampu membalas nya dan tersenyum puas.
Usai kaki nya kering, Rafa membantu Arin bangkit dari duduk dengan Alex yang berlari ke arah dua sahabat nya ikut membantu Arin.
" Kaya gajah badan lo ndut " ucap Alex melihat Arin kesusahan untuk bangun dengan perut yang besar dan sofa terlalu pendek.
" Lihat aja habis lahiran gue bakal lebih sexi tau gak " jengah Arin ke arah Alex.
" Lo tambah sexi laki lo malah bikin kesebelasan entar " gumam Alex melirik ke arah Rafa yang berada di samping Arin.
" Mesum lo " sahut Rafa.
Rafa meminta ijin untuk mengambil jaket dan topi di kamar, meminta Alex menjaga Arin sebentar.
__ADS_1
Usai siap dengan jaket dan topi, Rafa kembali menemui Arin dan Alex lalu berjalan keluar menuntun Arin dari ke dua sisi dengan pelan di iringi tatapan jengah Arin ke arah kedua nya bergantian karena memperlakukan Arin seperti orang jompo yang susah berjalan. Sampau nya di depan lift yang sudah terbuka karena ada irang lain yang hendak masuk, mereka buru masuk ke dalam dan menekan nomor lantai Reta dengan tatapan aneh daru dua orang di dalam lift karena melihat Arin yang hamil besar dengan dua pria muda memegangi lengan nya untuk berjalan.
Sampai nya di lantai Reta, mereka berjalan pelan dan menekan bel apartemen Reta ketika sampai di depan pintu.
Reta yang langsung membuka pintu karena tahu jika Arin yang akan datang dan menyambut sahabat yang tengah hamil besar itu.
" Lo bukain pintu kaya gini? kalau cowok lain lihat lo gimana? " seru Alex refleks melotot ke arah Reta yang usai mandi dan hanya mengenakan kimono handuk dengan panjang sampai paha serta rambut basah tergulung handuk.
" Gue tahu Arin sama Rafa yang datang, yang gue engga tahu lo ikut juga " jengah Reta mengambil alih tangan Arin untuk membantu nya masuk kedalam tanpa meminta Alex dan Rafa masuk.
" Iya, ngapain lo protes? laki nya lo? " tambah Rafa di samping Alex membuat Alex salah tingkah dan pergi meninggalkan apartemen Reta.
" Buruan " teriak Alex memanggil Rafa yang masih berdiri di depan pintu.
Rafa tersenyum menghadap Arin dan berpamitan untuk menyusul Alex dengan mencium kening istri nya.
" Titip bini gue ya " seru Rafa ke arah Reta.
" Iya, kalau balik jangan lupa bawa makanan " sahut Reta yang di beri jempol ke atas oleh Rafa lalu beranjak pergi.
Reta membantu Arin masuk ke kamar agar Arin bisa merebahkan tubuh nya dan Reta yang ingin mengganti pakaian.
" Laki lo makin ganteng aj, lo cuci pakai apa? " tanya Reta yang memperhatikan Rafa dengan style cool khas nya.
" Gue cuci pakai cinta " sahut Arin tertawa di susul tawa Reta yang tengah mengenakan kaos di hadapan Arin tanpa malu ataupun sungkan karena mereka sudah terbiasa dengan hal tersebut.
__ADS_1