
" Lo engga pulang? " tanya Reta begitu ia kembali dari berganti pakaian dan menghampiri Alex yang masih duduk di depan tv santai.
" Entar aja capek gue " sahut Alex dengan mata yang masih tertuju pada acara tv.
Reta berjalan menuju dapur untuk mengambil minum untuknya dan Alex.
" Nih " seru Reta menyodorkan segelas jus kehadapan Alex begitu ia kembali dari dapur.
" Lo ngapain pakai kaya gini sih? " sahut Alex terkejut dengan mata yang terbuka lebar menatap Reta dari bawah ke atas.
" Kenapa? gue engga kemana mana " jawab Reta yang merasa tak ada yang salah dengan hotpant serta kaos oblong besar hingga menutupi celananya lalu duduk di samping Alex.
" Ya kan ada gue Ret, gimana sih lo? ganti sono " seru Alex menatap ke arah Reta yang malah duduk bersila dan menatap ke arah tv.
" Ogah, lo aja pulang sono " sahut Reta lagi.
Reta merasa tak ada yang salah dengan pakaian yang biasa ia kenakan ketika di rumah, toh dia engga pakai kaya gitu kalau keluar seperti kebanyakan gadis jaman sekarang mengikuti tren fashion korea. Namun Alex yang baru melihat Reta dalam balutan pakaian seperti itu merasa tak begitu nyaman karena jiwa normal nya yang ia takutkan ketika melihat orang yang akan ia nikahi mengenakan celana yang memperlihatkan paha mulus nan ramping nya serta leher jenjang yang terlihat begitu menggoda karena rambut yang tergulung ke atas.
Alex meraih ponsel di saku celana dan menekan nomor Mami nya untuk berbicara.
" Siapa? " tanya Reta penasaran.
__ADS_1
" Mertua lo " singkat Alex karena telfon yang sudah terhubung.
" Oh " jawab Reta kembali menonton tv membiarkan Alex berbicara dengan Mami nya.
Seketika mata Reta terkejut ketika mendengar Alex yang berbicara dengan Mami nya meminta untuk cepat di nikahkan dalam minggu ini seperti hal nya Rafa dan Arin yang menikah lebih dulu dengan resepsi di belakang. Mami Alex yang terkejut dengan permintaan putra nya meminta Alex agar membicarakan hal ini di rumah bersama Reta yang mungkin akan mereka sambungkan melalui video call nanti. Alex menyanggupi keinginan mami nya dan mengajak Reta nanti sore kerumahnya , lalu menutup sambungan telfon dan berbicara pada Reta di samping nya.
" Gila ya lo? gue engga mau nikah secepat itu. Lagian gue kan dulu bilang kalau gue udah lulus dan kerja baru kita nikah, terus lo berubah pikiran mau nikah setelah Arin lahiran dan sekarang minta minggu ini. Ogah gue " jelas Reta panjang lebar karena tak ingin kuliah nya terhambat.
" Gue ngerti, tapi gue engga bisa nunggu lo lebih lama lagi Ret. Gue cowok normal dan gue takut kebablasan pas kita lagi berdua kaya gini " jelas Alex yang memang tak ingin merusak Reta untuk melakukan lebih sebelum mereka menikah, meski hanya untuk di cium atau pun di peluk Reta selalu menolak. Namun Alex yang notabene lelaki normal tak tahu sampai batas mana ia kuat dengan godaan yang ada.
" Lo mau nikahin gue cepat cuma gara gara hal itu? gila ya Lo? mesum banget lo " jengah Reta mendengar penjelasan jujur Alex.
" Lo mau gue kebablasan terus nuntut lo lakuin hal itu? " tanya Alex.
" Ada lo, ngapain gue pakai botol kecap " gerutu Alex pelan.
Alex menarik tangan Reta yang berjalan melewatinya agar Reta berhenti karena Alex yang belum selesai bicara.
" Apaan lagi sih? " tanya Reta sedikit merasa takut.
" Gue masih ngomong, lo mau kemana? " tanya Alex mendongakkan kepala ke arah Reta.
__ADS_1
" Tidur, gue ngantuk " singkat Reta ingin beranjak namun tangan kuat Alex menarik tubuh kecil Reta ke sofa kembali menahan agar Reta tak beranjak.
" Lo jangan macam macam, gue tonjok lo " gumam Reta ketika Alex mulai mendekat hingga terpaksa Reta bergeser ke samping kiri yang hanya tinggal sedikit saja sudah mencapai sandaran tangan.
Alex meletakkan tangan kanan di sandaran sofa dan tangan kiri di sandaran punggung sofa serta kaki yang mengapit kaki Reta. Tubuh Alex yang membungkuk di atas Reta dengan jarak yang jauh membuat Reta merasa takut kalau lelaki yang akan menjadi suami nya benar benar akan nekat.
" Gue tonjok lo" seru Reta panik ketika Kedua tangan nya di tahan oleh Alex.
"Gue engga mau ngapa ngapain lo, gue mau ngomong doang " jelas Alex yang memang tak memiliki maksud lain kecuali menahan Reta agar mendengarkan dia tanpa pergi lagi.
" Gue mau kita nikah secepat nya, nanti sore kita ke rumah ketemu sama mami dan ngomong ke orang tua lo. Gue serius Ret, kita bisa kejar karir kita bareng setelah kita nikah. Gue cinta sama lo Ret, gue engga mau ngerusak lo sama pikiran kotor gue. Lo mau kan nikah sama gue secepat nga? " tegas Alex dengan tatapan serius.
" Gue juga cinta sama lo, tapi gue belum siap berumah tangga sekarang. Gue takut semua bakal cepat hancur karena usia kita yang masih labil " jelas Reta.
" Kita jalanin aja kaya Arin sama Rafa, mereka bahkan nikah waktu SMA dan hubungan mereka baik aja sampai sekarang malah lebih langgeng lagi " tambah Alex yang setiap melihat Rafa dan Arin memang ingin merasakan bagaimana rasanya berumah tangga dan menjadi dewasa bersama.
" Oke, kita lihat gimana orang tua kita nanti " sahut Reta mencoba mempercayai Alex sebagai pemimpin dalam hidup nya.
" Makasih Ret, gue cinta sama lo " sahut Alex.
" Gue juga " singkat Reta yang masih merebahkan kepala nya di sandaran tangan sofa karena jantung nya masih cepat berdetak hingga membuatnya lemas dengan serangan tiba tiba Alex.
__ADS_1
Alex yang ingin mencium kening calon istri nya mengurungkan niat karena tak ingin terbawa hanyut dalam suasana dan membantu Reta untuk bangkit dan duduk di samping nya menunggu waktu untuk mereka ke rumah Alex membicarakan pernikahan mereka.