
Mama Adi memanggil ketiganya untuk masuk karena Adi dan Yessy dusah siap. Arin sudah menutup sambungan telpon bersama mertuanya, ikut masuk ke dalam mengikuti langah Rafa juga Adi. Ketiganya takjub akan penampilan Adi juga Yessi dalam balutan warna putih keduanya.
" Cantik banget Lo, Adi pasti bangga banget bisa nikah sama Lo " puji Arin begitu melihat Yessi dengan gaun putih panjang menunjukkan dada putihnya.
" Kalian berdua serasi banget " tambah kembali Arin.
" Makasih ya Rin " tulus Yessi memeluk Arin.
" Kasih selamat Gue, dari tadi Gue kagak dengar Lo kasih selamat sama sekali " protes Adi pada Ibu satu anak itu.
" Selamat ya Adi, moga awet deh dan cepet punya baby yang banyak " senyum Arin ke arah Adi.
Refleks Adi memeluk Arin, mengejutkan Arin juga lainnya dalam kamar itu. Adi hanya ingin benar benar melepaskan persaannya saat ini juga.
" Gue harap Lo bahagia, cukup lihat Lo bahagia Gue juga bakal bahagia. Hari ini Gue bener bener lepasin Lo juga perasaan Gue sepenuhnya ke Lo, Gue sayang sama Lo rin sebagai sahabat Gue sama kaya Alex juga Rafa " batin Adi masih memeluk Arin, hingga dilepaskan oleh gadis yang tersenyum paksa itu.
" Lo berdua kagak pengen peluk Gue juga ?" tegur Adi ke arah Rafa juga Alex yang terbengong.
" Selamat ya Di " seru rafa juga Alex memeluk sahabatnya bersamaan.
" Udah ayo, Kita keluar sekarang " ucap Mama Adi mengingatkan ketiganya.
Ardi berjalan bersama yessi saling menggandeng tangan, diikuti Rafa juga Adi serta Arin di belakang mereka. Bunda Yessi dan Mama Adi lebih dulu meninggalkan dan menyapa tamu yang sudah memadati tempat acara. Banyak realasi bisnis Papa Adi yang datang, juga teman teman dari Mama Adi sendiri.
Masuknya Adi dengan Yessi bersama lainnya langsung di tatap tamu undangan, menaggumi setiap wajah kelima orang tersebut. Viona yang berdiri bersama orang tuanya juga mengagumi Alex yang terlihat segar juga tampan hari ini. Tak seperti biasa ketika mengenakan pakaian santai, Alex terlihat lebih dewasa juga mempesona dalam balutan setelan jas biru navy.
Ketiganya masih setia mendampingi dua mempelai itu hingga duduk di pelaminan mereka. Arin langsung menghampiri putranya begitu selesai dengan tugasnya. Sementara Alex dan Rafa menyapa beberapa rekan bisnis serta karyawan kantor yang datang.
" Kagak ada anak kampus yang di undang ya ?" tanya Rafa memperhatikan sekeliling.
" Lo kaya kagak tahu Adi aja, mana mau Dia undang anak kampus yang ada duit modal nikah kagak bakal balik " celetuk Alex di balas senyuman oleh Rafa juga gelengan kepala.
Sementara Alex dan Rafa menyapa. Adi yang duduk bersama yessi merasa tegang sendiri dengan banyaknya tamu yang datang. Ia sendiri tak mengetahui jika orang tuanya mengundang banyak teman bisnis mereka.
" Santai aja " seru Adi ke arah Yessi yang hanya diam memangku tangan.
" Maafin Aku ya Di masalah tadi, Aku engga tahu kalau tiba tiba datang bulan " lirih Yessi tulus masih merasa bersalah.
" Bukan salah Lo, lagian Kita masih punya banyak waktu buat itu " senyum Adi meraih tangan Yessi dan menggenggamnya.
__ADS_1
" Darah Lo yang salah, datang kagak tahu waktu " tambah Adi bergumam dalam hati.
" Di, boleh nanya ?" lirih Yessi ke arah suami yang mengangguk mengisyaratkan persetujuan.
" Kamu engga pernah ngomong cinta atau sayang sama Aku, kenapa ?" tanya tulus Yessi memang tak pernah mendengar hal itu dari mulut Adi.
Adi pun merasa tersentak akan pertanyaan Yessi, Ia memang tak pernah mengungkapkan hal itu selama mereka menjalin hubungan hingga menikah. Bukan tak ingin, tapi masih merasa aneh juga tak terbiasa dengan kata tkata itu, hingga Ia tak pernah mengatakan sekalipun.
" Gue gugup kalau harus ngomong kaya gitu. Gue engga pernah, mungkin nanti Gue bakal terbiasa sama kata kata itu " senyum Adi, di mengerti Yssi dengan balasan tersenyum.
Ketika asik berbincang bersama dalam kursi pelaminan berwarna putih, juga hiasan seluruh bunga berwarna putih yang dipilih sebagai lambang kesucian itu, Adi dan Yessy mendengar suara Rafa juga Alex yang menyumbangkan lagu untuk keduanya.
Senyum Adi mengembang bersama Yessi mengamati rafa juga Ales yang membawakan lagu Ed sheeran, thingking out loud sesuai permintaan Adi sendiri untuk mewakili perasaannya, karena tak di beri ijin orang tuanya memberikan lagu sendiri untuk Yessy.
Alunan gitar akustik dari Alex mengiringi suara Rafa, yang tak jarang mengundang kekaguman undangan dalam ruangan bernuansa serba putih indah itu. Bagaimana tidak, wajah keduanya sudah cukup mampu membius semua orang, di tambah suara khas Rafa yang empuk sedikit serak itu mengalun indah dengan iringan gitar yang seketika mengheningkan ruangan.
" Nih lagu buat Lo, Sorry karena cuma bisa minta tolong mereka sampaiin perasaan Gue ke Lo " senyum Adi masih memegang tangan Yessi.
" Thaks " haru Yessi mendengar ucapan tulus Adi dengan tatapan mata perasaannya.
Usai menyelesaikan lagu, keduanya berjalan ke arah Adi memberikan bunga yang di pesan Adi untuk di berikan pada Yessi usai mereka menyanyi.
" Nih juga, tinggal Lo tarik ke atas nih " ucap Rafa memberikan mawar putih ke arah yessi.
" Kaya bendera dong ?" senyum Yessi ke arah dua laki laki tampan.
" Lunas ya " seru Alex juga Rafa ke arah Adi.
Senyum Adi merekah ke arah kedua sahabatnya yang berlalu usai menjalankan semua keinginan Adi. Yessi tersenyum menunjukkan bunga ditangan pada Adi yang juga tersenyum malu sendiri. tak tahu mengapa Ia melakukan hal itu, namun pemikiran juga keinginan itu terlintas begitu saja.
" Ah makan Gue " seru Alex berjalan bersama Rafa.
" Lah bini Lo kalau ada makanan udah cepet aja di situ " senyum Alex berjalan cepat melihat Arin sudah menikmati makan bersama Alka yang duduk di kereta dorong duduk miliknya.
" Pantesan kagak kelihatan " gumam Rafa tersenyum melihat istrinya asik menikmati makan.
Keduanya berjalan cepat ke arah Arin yang bahkan tak melihat kehadiran kedua lelaki tinggi tamoan tersebut. tetap menyuapi Alka juga dirinya senidri, Arin terkejut dengan tepukan pada bahu keras oleh Alex.
" Gila Lo, mati kesedak Gue! " protes Arin menatap tajam ke arah Alex.
__ADS_1
" Lo, makan sendirian doang Gue kagak di ajak " jengkel Alex tadi sudah meminta untuk ditunggu karena ingin mencoba semua makanan.
" Orang Lo lagi di depan, masa iya Gue nungguin Lo ? yang ada cacing perut Gue main drum berjamaah " sahut Arin kembali makan.
" Mana yang enak ? Lo udah coba semua?" tanya Alex masih berdiri di depan Arin.
" Enak semua, orang gratis " tawa Arin bersama Alex.
" Aku tuh heran deh sama Kamu yank, sama banget tuh sama Alex kalau urusan makan gratis. Makanya paling malu kondangan sama kalian " seru Rafa menggelengkan kepala.
" Harusnya Kamu seneng yank, jatah makan hari ini bisa Kita tabung " celoteh Arin sekenanya.
" Bener banget " setuju Alex high five bersama Arin.
Masih menggelengkan kepala, Rafa duduk meraih kereta dorong putranya dan menyuapi sendiri putranya, membiarkan Arin menjelajahi makanan bersama Alex berdua. Baik Arin ataupun Alex sama sama tak tahu malu untuk urusan makan gratis, bahkan siap mengabsen satu persatu tiap rasa masakan yang ada.
Seakan tak terlihat jika keduanya adalah anak anak dari keluarga kaya ketika bersama mengelilingi makanan. Mereka pun tak peduli tanggapan orang tentang mereka, karena tak merugikan siapapun. Adi sendiri tahu kedua sahabatnya itu suka makan, untuk itu sengaja Adi meminta Mamanya menyiapkan makanan dari beberapa kesukaan Arin juga Alex.
Sikap Arin ataupun Alex tak pernah di permasalahkan keluarga mereka ataupun sahabat mereka yang sudah menghapal keduanya ketika bersama. bahkan semua termasuk senang dengan selera makan Arin juga Alex yang tak pernah memilih makanan. kadang Mama Arin pun suka memasakkan Arin dan Alex satu cobek penyetan yang di lahap berdua, karena Rafa tak menyukai sambal apalagi berbau terasi. Untuk itu ketika ingin menikmati sambal, Arin sengaja meminta Alex datang sebagai pengganti Reta yang selalu menemaninya dulu.
Sampai acara selesai, Alex dan Arin tak beranjak sampai Adi mencari keduanya. Arin sekan lupan akan janjinya pada Adi untuk membawakan lagu dalam pernikahannya, karena sibuk menikmati makan. Adi sempat geram namun memaklumi kelupaan sahabatnya itu, dan memutuskan makan bersama setelah acara selesai.
" Maafin Gue Di, Gue lupa. Nih tempurung ngajakin Gue makan mulu " seru Arin merasa bersalah.
" Udah engga apa apa, makan lagi gih " sahut Adi memaklumi, karena ketika makan Arin selalu lupa segalanya.
" Lo enak banget bilangin Gue tempurung, Lo yang ngajakin Gue join makan mulu " protes Alex dari tadi menikmati satu piring bertiga dengan Arin juga Rafa, namun berakhir dengan satu piring berdua karena Rafa tak sanggup makan lagi.
" Sama aja, Lo udah cobain puding yang Gue pesen buat Lo berdua belum ?" sahut Adi sambil menyuapi Yessi.
" Kagak nemu Gue, kerbau nih yang nemu kayaknya. Lihat aja tuh mukanya senyum senyum " celetuk Alex melihat ke arah Alex.
" Enak Di, mana cuma dikit lagi Lo pesennya " senyum Arin tersipu, menerima puding yang sengaja di berikan atas namanya juga Alex.
" Lah, Lo makan punya Gue juga?" tanya Alex melotot.
" Enak Lex, besok Gue bikinin deh pakai tangan lembut Gue terus Gue tambahin ketulusan perasaan buat Lo " cengengesan Arin.
" Awas Lo, Gue besok ke rumah Lo pagi sampai kagak ada bakal habis Lo " sahut Alex hanya di gelengi kepala oleh lainnya.
__ADS_1