SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 45


__ADS_3

Dering ponsel dari tas hermes kecil Arin seketika membangunkan Arin dari tidur nyenyak nya.


" Kenapa Ren? " sahut Arin parau di iringi tatapan ketiga pria maskulin di sekitar nya.


" Lo bangun tidur Rin? Gue sama anak anak ada di apartemen Reta nih nungguin lo" seru Reno dari ujung telfon.


" Ngapain lo nunggu gue? emang kita ada janji? " tanya Arin heran dengan mata terpejam.


" Lah kita kan satu kelompok tugas Rin, lo aih engga pernah kuliah. Gue coret nih nama lo" sahut Reno membuat Arin terkejut dan langsung bangun membuat ketiga nya khawatir dan bangkit dari duduk mereka.


" Jangan, gue kesana ya. Ya udah gue tutup" pangkas Arin menutup telfon nya langsung.


Ia memekik merasakan perut nya sedikit sakit karena langsung bangun dengan cepat. " Yank pelan kalau bangun, mau anak kita shit up apa kamu? " seru Rafa khawatir.


" Iya lo, ngawur aja" tambah Adi yang juga khawatir


" Gila lo" dengus Alex menambahkan yang langsung membuat Arin tersadar jika ia sedang di ruangan mereka dan mulai mengucek mata nya, dengan hidung yang mengendus bau pizza serta nasi padang kesukaan Arin.


" Waaah, jadi lapar gue" seru Arin tersenyum menatap arah makanan yang baru tiba di meja ruang kerja tersebut. Tanpa memperdulikan lainnya Arin langsung membuka bungkusan nasi dan melahap nya, membuat heran ketiga nya karena bukannya menghiraukan perkataan mereka, Arin malah langsung makan dengan lahap.


" Gila lo, kita lagi khawatir lo malah makan " gerutu Alex kesal di iringi tatapan Adi semakin heran melihat Arin melahap makanan seperti orang kesurupan.


" Pelan Rin, takut banget di colong nasi lo" seru Adi heran memperhatikan mulut Arin selalu penuh tanpa ada sela kosong.

__ADS_1


" Bini gue nih kalau ada cowok ganteng sama makanan, jelas yang di pilih makanan" sahut Rafa tersenyum membelai ujung kepala Arin gemas.


Alex yang juga tengah merasa lapar langsung membuka satu kotak besar di meja tersebut dan mengambil nya satu di susul dengan Adi dan Alex yang juga mulai mengambil dan memakannya.


" Jangan di habisin, gue mau tuh" ucap Arin dengan mulut penuh.


" Ampun Rin itu aja belum habis udah mau lainnya" heran Adi dengan mengunyah pizza di mulut nya di iringi senyum Rafa yang duduk di samping Arin.


" Engga hamil aja rakus apalagi hamil lo" gerutu Alex menatap Arin.


Tanpa menghiraukan perkataan orang disekitarnya Arin terus saja melahap semua makanannya sampai habis lalu merapikan sendok plastik yang ia gunakan untuk makan kedalam bungkus nasi kosong lalu melipatnya dan memasukkan kedalam kantong plastik. Ia mulai mengambil satu potong pizza di hadapannya ketika usai minum setengah botol air mineral.


" Yank, habis ini pulang ya Reno udah nunggu di apartemen Reta" seru Arin dengan terus mengunyah.


" Biasa aja kali, kita ada tugas kelompok gue lupa" jawab Arin datar.


" Oooo" seru ketiganya bersama lagi.


" Gue ikut ya " usul Alex


" Ngapain lo ikut? "tanya Arin heran dan dengan cengengesan Adi menjawab " Mau ketemu dedek Reta lah Rin.. kaya engga tahu aja lo" goda Adi cengengesan bersama Rafa dan Alex yang membuat Arin heran.


" Lo suka sama Reta ya Lex? " tanya Arin penasaran.

__ADS_1


" Engga lah, gue seneng aja godain dia " kilah Alex cepat.


" Bohong yank, suka dia sama Reta" goda Rafa menaikkan kedua alis nya ke arah Adi.


" Kalaupun suka juga engga bakal gue pacarin, prinsip gue karir dulu yang bagus habis itu baru nikah engga usah pacaran, ya gak Di? " jelas Alex yang langsung ber tos ria dengan Adi. Karena memang prinsip ketiga nya yang tak ingin pacaran dan langsung menikah setelah sukses, namun karena Rafa yang lebih dulu di jodohkan makanya Rafa mengejar karir setelah menikah.


" Keren prinsip lo berdua " seru Arin bangga pada dua sahabat nya.


Usai makan Arin dan tiga pria tersebut langsung meninggalkan kantor untuk menuju apartemen Reta karena sebenarnya memang mereka sudah di perbolehkan pulang setelah meeting, namun karena Arin yang tidur makanya mereka sengaja tinggal sampai Arin terbangun.


Butuh sekitar 1 jam mereka untuk sampai apartemen karena memang jalanan yang lumayan sedikit padat. Sampai nya di parkiran Apartemen Adi dan Alex lebih dulu turun dan berlari menuju mobil Rafa membukakan pintu untuk Arin dan membantu nya turun membuat Rafa dan Arin tersenyum melihat tingkah ke dua nya.


Adi dan Alex berjalan mengapit Arin dengan Rafa yang hanya terima berjalan di belakang istri nya membiarkan 2 sahabatnya memperlakukan istrinya seperti seorang Ratu.


Mereka bertiga mengantar Arin sampai ke apartemen Reta dan ikut masuk untuk menjaga Arin dan calon anak mereka.


" Lo bertiga ngapain ikut kesini? " tanya Reta melihat ketiganya ikut duduk berdampingan dengan Arin.


" Dedek Reta lupa ya, kita kan bodyguard nya Arin" celetuk Alex tersenyum.


" Dedek, dedek emang kapan gue nikah sama abang lo? " dengus Reta kesal.


" Ya sama abang Alex dong nikah nya" goda Adi menimpa dan langsung ber tos Ria dengan tawa Alex dan Rafa.

__ADS_1


Arin,Angga dan Reno yang hanya tertawa melihat candaan mereka yang membuat Reta kesal lalu mulai mengerjakan tugas kelompok mereka bersama dengan Adi, Alex dan Rafa yang setia menanti ibu dari anak mereka sambil merebahkan diri di depan tv menonton pertandingan basket yang membuat mereka bertiga heboh sendiri tertawa, berteriak dan saling lompat ketika tim yang mereka dukung berhasil mencetak gol.


__ADS_2