SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 52


__ADS_3

" Reta, tante bisa minta tolong buat ambil makanan di bawah gak nak? ini driver online nya sudah sampai katanya" pinta mama Arin yang baru saja menerima telfon dari driver online.


" Bisa tante " jawab Reta mulai mengenakan jaket berwarna pink miliknya.


" Alex tolong bantu Reta bawa makanan ya " pinta mama Arin ke Alex yang sedang bermain game di ponselnya.


" Siap tante " seru Alex mulai mematikan dan mengantongi ponselnya.


Karena Adi yang tengah menerima telfon dari Mama nya, makanya Alex yang di minta tolong mama Arin mengantar Reta ke bawah karena hari mulai gelap Ia tak mau jika Reta berjalan sendirian mengambil makanan di depan rumah sakit tempat driver menunggu. Reta dan berjalan mendahului Alex karena sampai nya di pintu ruangan Arin, Alex menjawab sebentar telfon dari mama nya menanyakan keadaan Arin dan meminta anaknya untuk tetap menemani Rafa.


" Tungguin " seru Alex berlari ke arah Reta yang sudah berada di depan lift yang terdapat di ujung lorong ruangan Arin dirawat.


Tanpa menjawab seruan Alex, Reta mencoba menekan tombol lift lebih dulu. Selang berapa waktu pintu lift telah terbuka dan terdapat seorang perawat membawa troley berisi obat di dalam, dengan segera Reta memasuki lift tersebut di susul oleh Alex. Selama di dalam lift mereka hanya diam saja karena memang ada orang lain di lift tersebut dan takut mengganggu ketika mereka mulai ngobrol di sana.


"Ting" bunyi yang disusul dengan terbukanya pintu lift yang dengan segera Reta dan Alex keluar setelah perawat yang membawa obat obatan itu keluar lebih dulu. Alex berjalan beriringan dengan Reta yang memegang ponsel mama Arin dan mulai mengecek plat nomor kendaraan driver tersebut di sebuah aplikasi yang terdapat di dalam ponsel berwarna gold tersebut.


" Tuh " singkat Arin menunjuk ke arah orang yang mengenakan jaket hijau kombinasi hitam yang duduk di atas motor vario hitam.


Alex dan Reta menghampiri orang tersebut dan mulai mengambil satu persatu makanan yang driver tersebut berikan karena ada 4 kantong di sana. Usai mengambil tak lupa mereka mengucapkan terimakasih pada laki laki paru baya tersebut lalu beranjak pergi karena memang sudah terbayar melalui aplikasi.


" Gue bawain sini, berat Lo entar " usul Alex yang sudah membawa 2 kantong plastik di tangan nya.


" Engga usah entar malah berantakan isi nya" jawab Reta yang juga membawa 2 kantong plastik di kedua tangan nya.

__ADS_1


Alex membantu Reta untuk menekan tombol lift yang langsung terbuka tanpa menunggu lagi. Mereka mulai masuk ke dalam lift dengan Reta lebih dulu.


" Lo agak sana dong, tempat luas gini " seru Reta karena Alex berdiri sangat dekat dengan Reta.


" Ogah, ngeri gue " jawab Alex yang memang sedikit penakut.


" Yaelah Lex, lift buat orang meninggal juga terpisah kali" jawab Reta melirik ke arah Alex.


" Gila Lo malah ngomong gitu" dengus Alex melangkah lebih dekat lagi pada Reta hingga lengan mereka tak memiliki jarak.


" Gerah bego, minggir sana " protes Reta yang tiba tiba jantung nya berdebar karena Alex yang begitu dekat dengan nya.


" Kenapa? Lo takut suka sama gue? " goda Alex tersenyum melirik ke arah Reta.


" Iya " singkat Reta membuat Alex terkejut dan membelalakkan mata nya lebar dan tersenyum.


" Iya " singkat Reta semakin membuat Alex ge er menghentikan tawa nya dan menatap ke arah wajah Reta.


" Serius Lo? " tanya Alex tak percaya.


Tanpa menjawab pertanyaan Alex, Reta berjalan mendahului Alex karena pintu lift yang tiba tiba terbuka. Reta sendiri tak menyangkal jika memang memiliki perasaan kepada Alex semenjak mereka sering bertemu dan menjadi akrab. Karena sering nya Alex menggoda Reta, dan Reta yang lebih mengenal sisi lain dari Alex yang di anggap nya playboy suka tebar pesona dari waktu mereka SMA. Alex berjalan cepat mengejar langkah Reta yang mendahului nya dan memasuki ruangan Arin. Reta membantu menyiapkan makanan di meja yang terdapat di ruangan Arin dengan bantuan mama Arin dan mama Rafa lalu mulai memberikan kepada semua irang yang ada di sana.


" Rafa ayo makan " ajak mama Arin

__ADS_1


" Sebentar ma, kalian duluan aja " jawab Rafa yang memang tengah menyuapi Arin makan malam.


" Oke, habis itu langsung makan ya " pinta mama Arin dan di angguki oleh menantu yang setia dan sabar merawat anak nya.


" Kamu makan dulu aja yank" seru Arin yang tahu jika suami nya hanya makan sarapan saja hari ini.


" Iya yank, kamu habisin ini dulu ya " seru Rafa sambil menata makanan di atas sendok untuk di berikan pada Arin.


" Aku udah yank, makanan nya engga enak" rengek Arin tak suka dengan makanan rumah sakit.


" Ya udah, aku lihat mama bawa apa ya yank, kita makan bareng " seru Rafa meletakkan piring makanan rumah sakit ke atas nampan yang tersedia.


Rafa mulai beranjak untuk menghampiri semua yang sedang makan dan melihat beberapa makanan tersedia di sana.


" Ma, Arin boleh makan ini gak? " tanya Rafa pada mama nya menunjuk ke arah nasi putih dengan tumis sayur serta beberapa lauk.


" Boleh nak, mama ambilin buat istri kamu sekalian kamu juga makan ya " ucap mama Rafa yang lalu memberikan nasi putih dengan sayur serta ayam untuk di makan oleh Arin dan Rafa karena hanya makanan itu yang tidak pedas.


" Makasih ya ma " seru Rafa menerima makanan dari mama nya yang ia letakkan di piring yang juga ia pesan dari driver online.


" Woy, liatin aja " tambah Rafa menyenggol lengan Alex yang hendak memasukkan makanan ke mulutnya sembari menatap Reta yang duduk di samping mama Arin di sebrang Alex.


" Tumpah bocah " gerutu Alex yang memang makanan di sendok nya jatuh lagi ke atas piring.

__ADS_1


" Lah siapa suruh makan tapi mata nya kemana mana" jawab Rafa menatap Alex yang mulai menata lagi nasi ke atas sendok untuk ia makan.


" Ret, dilihatin Alex nih " goda Rafa tersenyum menghadap Reta lalu beranjak pergi menghampiri istrinya yang tengah terbaring dengan tersenyum mendengar suaminya menggoda Alex dan Reta.


__ADS_2