SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 122


__ADS_3

Tubuh penuh peluh dengan napas terengah setia menemani dalam lelapnya Rafa, di dampingi sahabat juga keluarganya. Matanya terbuka lebar seketika terperanjat dari tempat tidur, mengejutkan semua dalam ruangan bernuansa putih tersebut.


"ARIN " teriak Rafa menggelegar seketika beriringin denhan dirinya duduk di atas ranjang.


" Fa, Kamu udah baik aja nak? gimana keadaan Kamu? " tanya Mama Rafa yang setia mendampingi di samping ranjang putranya.


" Arin mana Ma? " tanya Rafa seperti seorang kebingungan, membuat semua keluarga saling tatap.


" Aku tanya Arin mana Ma?! " teriak Rafa memegang kedua lengan Mamanya.


" Ada, Arin ada lagi di ruang menyusui sama Alka " ucap Mama Rafa tak mengerti.


Cepat Rafa menarik infus dari tangannya, dan di cegah oleh semua ketika laki laki tengah gusar tersebut mencoba turun dari ranjang.


" Rafa jangan bercanda! " tegur keras mertuanya yang juga berdiri begitu menantunya siuman.


" Kamu tunggu di sini biar Mama panggil Arin " tambah kembali Mama Arin bergegas keluar kamar.


Penuh keheranan keluarga menatap ke arah Rafa yang tak henti menunjukkan kegusaran. Terlihat tak tenang dengan rasa takut dalam dirinya sendiri.


Hanya sebentar keluar, Mama Arin sudah kembali menggendong cucunya. Laki laki sudah tertidur selama tiga hari itu langsung menarik cepat tubuh istri yang baru tiba dengan perasaan bahagia bisa melihat suaminya lagi.


" Yank kenapa sih? " bingung Ibu muda masih di dekap erat suaminya itu dalam tangis.

__ADS_1


" Aku engga mau Kamu tinggalin, Aku takut yank " seru Rafa dalqm tangis makin membuat semua orang tak mengerti.


" Yank, Aku di sini. Kamu kenapa? " masih tetap tak mengerti mencoba mengusap punggung suaminya lembut seraya menenangkan.


" Aku lihat Kamu meninggal yank, semua nyata banget. Aku takut, Aku engga mau kehilangan Kamu. Aku engga akan pernah mau yank, Aku sama Alka butuh Kamu " tangis Rafa makin mengeratkan pelukan.


" Kamu tidur kelamaan yank, makanya mimpi aneh aneh. Aku di sini, Alka juga dan semua juga di sini " lembut Arin.


Pelukan dilepas oleh perempuan cantik dengan keheranan itu, mengusap. lembut wajah suaminya dan menyeka tiap air mata. Kedua tangannya memegang sisi wajah suaminya dengan tersenyum lebar.


" Aku di sini, Aku engga kemana mana " tulus Arin lalu mencium lembuy kening suaminya.


" Halah modus Lo! " ucap Alex memukul keras punggung Rafa.


" Pukul lagi Lex, Gue pengen tahu ini bukan mimpi dan bini Gue masih di sini " pinta Rafa.


" Kalau pukuo aja mah Gue jago " ucap Alex mau memukul kembali punggung Rafa namun mata tajam Arin segera memelotot tajam, mengurungkan niat Alex.


" Kaya gini aja " ucap Arin mencium bibir suaminya.


" Halah, udah drama lagi nih, paling malas Gue lihat beginian " celetuk Adi membuang wajah bersama Alex, ditertawakan Arin juga keluarga.


" Belum yakin? " tanya Arin ke arah suaminya masih menunjukkan ekspresi tak lega.

__ADS_1


Arin mencubit perut laki laki yang menatapnya dalan itu, hingga memekik kesakitan namun tersenyum dan kembali memeluk istrinya.


" Alka sini sama Ayah " seru Rafa melihat putranya dalam dekapan mertuanya.


Perlahan Mama Arin meletakkan tubuh gemuk cucunya ke arah Rafa, dan cepat di raih lalu di ciumnya merata seluruh wajah putra yang terlihat bahagia bertemu Ayahnya itu.


" Ayah kangen sayang " tulus Rafa menatap dekat wajah putra yang mengusap wajahnya gatal.


" Kena brewoknya Kmu yank, geli Dia " senyum Arin melihat tangan putranya tak henti mengusap wajah.


" Makanya cukur Fa, kan kasihan Alka kalau kaya gini " protes wanita cantik di dekat putranya itu.


" Engga boleh Ma, biarin gini kelihatan ganteng kaya hoy daddy " celetuk Arin mengembangkan tawa keluarga nya.


" Hot plate kali maksud Lo?! " celetuk tak terima Alex.


" Iya mukanya Dia yang gosong bagian bawah saking seringnya kepanasan " celetuk Adi tertawa.


Terlihat rona bahagia dari wajah Rafa yang masih memegang putranya, dengan menarik mendekat pinggang istrinya. Rasa iri juga terlihat jelas dari wajah kedua sahabatnya. Apalagi ketika Rafa bergantian bisa mencium pipo istri juga anaknya bergantian tanpa ada rasa segan, ataupun malu meski ada Mama juga Mama mertuanya di sana.


Kemanjaan Rafa memang terlalu sering untuk dilihat, hingga membuat semuanya terbiasa akan sikap laki laki satu anak tersebut. Bayangan buruk dalam tidur lelapnya berhari hari, membuatnya makin takut akan kehilangan istri juga anaknya.


Rafa berjanji dalam dirinya untuk takkan pernah mengatakan hal kasar pada istrinya lagi, walau tengah dalam keadaan marah. Semua yang tergambar dalam tidur panjangnya seakan benar benar nyata seperti sedang terjadi. Tersika, sakit, dan tak mau itu terjadi dalam hidupnya. Tak siap untuk sebuah perpisahan ataupun rasa kehilangan. Sesalnya terlalu kuat dengan perkataan tanpa kontrol ketika marah dan kecewa.

__ADS_1


Semua bayangan buruk itu, tak mudah lenyap dari benak laki laki tak mau melepas sedikitpun tubuh istri dan anaknya. Tak mau lagi terpisah dengan mimpi buruk menghantui, Rafa ingin selalu berada di dekat anak juga istrinya selama Ia mampu.


__ADS_2