SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 166


__ADS_3

Kepergian Arin dalam amarah membuat Rafa duduk dan memikirkan apa yang di ucapkan istrinya, merasa memang sudah keterlaluan dan egois tanpa melihat anak dari mantan istri sahabatnya. Ia terpikir jika sampai Arin yang ada di posisi itu, mencoba membalik balikkan sendiri semua keadaan membuatnya makin bersalah telah membiarka istrinya pergi dengan amarah.


Apalagi kondisi hamil muda Arin, membuat Rafa cemas. Namun tak bisa untuk langsung mngejar istrinya karena putra pertama tengah tertidur. Rafa hanya duduk di ruang tamu mengurut kening berharap jika takkan ada apa apa dengan istri dan calon anak keduanya.


Hingga malam hari, Alka sudah terbangun dan menghampiri Rafa yang masih diam di sofa merebahkan diri di sana. Melihat putranya datang, cepat Rafa meraih tubuh putranya dan bergegas pergi menggendong tubuh Alka untuk ke rumah mertuanya.


Melatakkan tubuh putranya di joka sampingnya mengemudi, Rafa melajukan cepat kendaraan ingin segera menmui istrinya dan meminta maaf. Acara untuk berkumpul dengan sahabat sahabatnya malam ini terpaksa harus batal karena masalah yang tidak bisa dijelaskan Rafa pada kedua sahabatnya. Tanpa adanya Rafa dan Arin, Alex juga Adi sama sama mengundur saja acara berkumpul malam ini.


Beberapa waktu mengarungi perjalanan, rafa sudah tiba di halaman rumah mertuanya dan segera turun menggendong Alka masuk ked alam rumah.Arin yang saat itu sedang duduk di ruang TV langsung keluar ketika mendengar suara mobil suaminya.


"Sini sama Bunda, cariin Bunda ya sayang?" lembut Arin meraih tubuh Alka tapi tidak diijinkan Rafa.


"Kamu lagi hamil yank, jangan gendong Alka dulu" ucap Rafa tidak diperdulikan istri yang masih marah terhadapnya.

__ADS_1


"Apa sih?aku cuma gendong anak akau aja apa itu harus sama persetujuan kamu? kenapa semua yang aku lakuin harus dengan persetujuan kamu? aku manusia bukan barang yang bisa terus kamu atur untuk ini untuk itu" ucap Arin tetap meraih tubuh Alka.


"Kenapa malah kaya gini sih? kenapa malah melebar engga karuan ngomongnya kamu? aku cuma gak bolehin karena kamu lagi hamil bukan karena apa apa" sahut Rafa.


"Aku capek, kamu pulang aja" dingin Arin berucap dan menggendong Alka masuk.


"Bi, tolong jaga Alka bentar ya, aku mau ngomong dulu sama Arin" ucap Rafa menyerahkan tubuh putranya ke pelayan mertuanya.


"Baik den" sahut pelayan tersebut dan meraih tubuh Alka yang sudah di ambil lebih dulu dari Arin.


Rafa masih menarik istrinya keluar rumah dan berhenti di taman samping rumah berdiri saling berhadapan, dengan Arin membuang muka dari laki laki yang belum mengganti pakaian kerjanya dari tadi. Rafa menatap ke arah istrinya walau tak diperdulikan, karena memang dirinya yang salah kali ini.


"Aku minta maaf, aku udah egois. Aku salah karena tadi marah marah, yank aku mohon maafin aku. Kamu lagi hamil yank jangan marah nanti pengaruh ke anak kita, aku engga mau kalian kenapa kenapa" tulus Rafa berucap.

__ADS_1


"Aku ngapain sih emang?aku cuma mau nolong Reta aja bukan selingkuh" jawab Arin tetap kesal karena bentakan suaminya tadi sore di apartemen.


"Aku tahu yank, aku minta maaf udah kasar banget sama kamu dan aku nyesel. Maafin aku yank, kalau kamu mau nginap di rumah mama buat temani Reta, oke aku ijinin tapi aku engga mau kita kaya gini. Aku cuma engga mau kamu di sakiti lagi sama Reta kay dulu" jelas Rafa.


"Setiap orang pasti berubah yank, dan sekarang Reta dalam masalah masa iya Aku diam aja sih? paling gak aku masih manusia yank, aku sama sama perempuan. Lihat dia sama anaknya kaya gitu aku engga tega dan gak bisa diam aja, aku tahu kamu kecewa sama sikap Reta dulu, tapi paling gak kamu bisa lihat anaknya yank. Kita juga orang tua, gimana kalau Alka atau anak kita yang belum lahir punya nasib sama kaya anak Reta yang gak pernah dapat pengakuan dari ayahnya sendir? dia masih kecil dan harus terus dengar keributan" panjang lebar Arin langsung di peluk oleh Rafa.


"Aku tahu, aku tahu yank. Maafin aku, maafin semua keegoisan aku dan semua amarah aku ke kamu. Aku sayang kamu yank, jangan bertengkar lagi, aku engga bisa" tulus Rafa.


"Aku juga minta maaf sama kamu" sahut Arin.


Tanpa keributan panjang karena sama sama ingin mengalah demi hubungan pernikahan, Rafa dan Arin berbaikan begitu saja. Arin mencoba mengerti akan kekhawatiran suaminya. Ia pun merasa bersalah karena sudah pergi begitu saja dari rumah dalam emosi, yang mungkin membuat suaminya sangat khawatir sampai tidak mengganti pakaian sama sekali.


Arin mengajak suaminya untuk masuk kedalam rumah, karena tahu pasti Rafa belum makan malam. Arin pun menyiapkan makan malam untuk suami yang menunggu di meja makan bersama ALka yang telah makan lebih dulu di dana.

__ADS_1


 


 


__ADS_2