SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 96


__ADS_3

Alex marah marah di ruangannya, bahkan berteriak begitu murka akan apa yang dilakukan Reta bersama Anggam Ia tak menyangka jika dirinya sudah di khianati begitu jauh oleh Reta. Bahkan cinta nya hanya di balas sebagai penghinaan oleh gadis yang tak pernah memperlakukan dirinya dengan baik selama pernikahan.


Adi dan Rafa mencoba menenangkan emosi Alex yang begitu meluap, kedua nya tak pernah melihat Alex begitu hancur dan kecewa seperti sekarang. Alex yang lebih mereka kenal sebagai seorang yang suka melucu dan bad boy, kini malah menunjukkan kehancuran begitu besar dalam hidupnya.


Rafa yang sudah tahu akan kehamilan juga hubungan Reta bersama Angga tak mengungkapkannya, karena tak ingin memperkeruh suasana hati Alex. Lelaki yang masih berdiri di depan meja kerja sambil menahan kedua telapak tangannya di atas meja itu, benar benar menunjukkan kemarahan hingga membuang semua yang ada di atas meja, yang untuk nya suara musik mampu meredam suara amukan Alex.


" Lo tenang Lex, jangan seperti ini. Dia engga pantas dapat hal ini dari Lo. Tunjukin kalau Lo itu bukan orang yang gampang buat Dia mainin " ucap Rafa memegang lengan sahabatnya bersama dengan Adi.


" Rafa bener Lex, kalau Dia tahu Lo seperti ini, yang ada Dia malah bakal ketawa puas. Dia bukan orang yang pantas buat Lo " tambah Adi masih berdiri di samping sahabat yang menundukkan wajah itu.


" Gue benci Di, Fa. Gue benci sama diri Gue, kenapa Gue bisa di bodohi sampai seperti ini! Bahkan Dia hamil anak orang lain, dan jelas mereka melakukan hal itu saat Dia masih jadi bini Gue! " tegas Alex meluapkan isi hatinya.


" Pantesan Dia engga pernah mau Gue sentuh, bahkan bersikap kasar ke Gue. Ternyata Dia berhubungan sama si brengsek itu di belakang Gue! " tambah Alex tak sudi menyebut nama keduanya.


" Lo harusnya berterimakasih sama Tuhan, karena udah ditunjukin siapa Dia sebenarnya. Dan Lo engga perlu terjerumus lebih dalam sama pernikahan palsu ini" ucap Rafa juga sedikit merasa emosi melihat sahabatnya dalam kondisi sekarang hanya karena perempuan.


" Lo harus bisa jadi orang sukses Lex, dan Lo tunjukkin ke Dia kalau Lo bisa tanpa cewek munafik kaya Dia. Lo harus bangkit bukan terpuruk kaya gini " tambah Adi menasehati sahabatnya.


" Lo berdua bener, Gue harus bisa sukses mulai sekarang biar bisa kasih pelajaran ke mereka. Gue bakal buat tuh cewek murahan nyesel perlakuin Fue kaya gini, biar Dia tahu siapa orang yang Dia mainin" tekad Alex memantapkan hatinya.

__ADS_1


" Itu baru sahabat Gue " seru Adi dan Rafa bersamaan dengan menepuk lembut pundak Alex.


Rafa dan Adi akan selalu mendampingi Alex dalam keadaan apapun. Mereka juga siap membantu Alex untuk menjadi seseorang yang sukses dan mampu membuat Reta menyesal nantinya.


Usai tenang, Mereka kembali menghampiri Yessy dan Arin di meja yang langsung mengembangkan senyum pada ketiganya. Arin memegang tangan Alex tanpa ada rasa cemburu dari Rafa karena tahu jika istrinya hanya ingin menguatkan Alex.


" Kita semua disini buat Lo " tulus Arin memegang tangan Alex dan tersenyum.


" Makasih ya Rin, Lo emang cewek paling spesial yang pernah Gue kenal " sahut Alex mengagumi kestiaan, cinta, perhatian dan kebaikan Arin selama ini meski Arin lebih terlihat bar bar diluar namun memiliki hati yang baik.


Setelah berjam jam mereka menghabiskan waktu bersama, Rafa, Arin dan Yessy memutuskan untuk pamit lebih dulu dan meminta Adi untuk menemani Alex tanpa pernah meninggalkan sahabatnya itu.


Rafa, Arin dan Yessy berpisan di tempat parkir dimana Yessy memarkirkan kendaraan tak jauh dari tempat Rafa memarkirkan mobil nya. Dalam perjalanan Rafa dan Arin sama sama terdian, memenuhi pikiran mereka tentang Alex. Sebenarnya mereka masih ingin mendampingi Alex, namun adanya Alka tak bisa membuat mereka lebih lama tinggal.


Sampainya di rumah Mama Rafa, ternyata Alka sudah tidur di kamar orangtua Rafa dan lebih dulu Mama Rafa meminta asisten rumah tangganya tak membiarkan Rafa ataupun Arin untuk mengganggu tidur merek di kamar karena ingin tetap bersama Alka.


Arin dan Rafa langsung menuju ke kamar Rafa di atas, membersihkan diri mereka dan mulai merebahkan diri di atas temoat tidur besar berlapis sprei warna hitam milik Rafa.


" Aku takut deh Kamu kaya Reta, Aku engga tahubgimana hancurnya Aku kalau Kamu sampai kaya gitu " ucap Rafa sudah memeluk istrinya di balik selimut.

__ADS_1


" Kamu kok sama sama in Aku sih? emang Aku ada bibit kaya gitu apa? " jengkel Arin lalu memunggungi suaminya.


" Engga sayang, Aku cuma taku bukan nuduh Kamu atau sama sama in Kamu " bujuk Rafa meletakkan kepala di atas wajah samping istrinya.


" Yank, kalau emang Aku mau kaya gitu kenapa engga dari dulu sih? kenapa Aku harus bertahan sama Kamu sampai sekarang Kita punya anak? kenapa sih harus ada pikiran kaya gitu dari Kamu? " seru Arin masih jengkel.


" Maaf yank, Aku cuma takut aja. Aku engga mau Kita ada kaya gitu, meskipun Kita cuma di jodohin aja tapi Aku mau Kita langgeng samapi nanti " ucap Rafa membalik tubuh istrinya agar saling berhadapan.


" Sayang, Aku cinta sama Kamu, Aku sayang sama Kamu engga ada orang lain dan engga akan pernah ada. Kalaupun ada cowok lain, itu ya Alka yang selalu Kamu cemburuin tiap hari " ucap Arin menatap wajah suami yang ada tepat di atas wajahnya, dan maah mengembangkan senyum Rafa karena memng Ia selalu cemburu ketika Arin lebih sering bersama Alka daripada dirinya.


" Ya kalau Alka sih emang bandel sekarang yank, masa Ayah nya lagi pengen Dia malah bangun sama senyum senyum, kan jengkel " sahut Rafa mengingat dua kali Ia menginginkan Arin namun putranya malah terbangun dengan mengembangkan tawa lucunya.


" Itu sih Kamu nya yank, masa pengen tiap hari udah gitu sehari bisa sampai tiga kali kaya orang minum obat aja. Aku nya nih mau putus pinggang " sahut Arin menggelengkan kepala mengingat suaminya lebih dari sebelum Ia hamil bahkan cepat sekali memuncak hanya dengan melihat dirinya memberi ASI dan kadang sampai kuwalahan melayani.


" Itu karena Kamu yang tambah seksi, tambah enak lagi " senyum Rafa mengembang dengan genitnya.


" Gombal banget " sahyt Arin juga tersenyum menekan kuat kedua sisi wajah suaminya hingga memajukan bibir.


Sementara Adi dan Alex menghabiskan malam mereka bersama di rumah Adi dengan bermain play station, demi mengalihkan pikiran Alex agar tak terus tertuju pada Reta. Tanpa rasa kantuk di antara keduanya, mereka terus bermain tanpa henti yang dengan ikhlas Adi menemani tanpa sedikitpun protes.

__ADS_1


__ADS_2