
Tanpa terasa usia kandungan Arin sudah menginjak usia 8 bulan dan semakin dekat dia untuk melahirkan. Rafa yang semakin menjadi suami siaga tak pernah absen menemani istri nya berjalan jalan pagi sebelum ia kuliah bersama Adi, Alex dan Reta.
Pukul 09.00 Rafa yang hendak pergi ke kampus menyempatkan diri untuk berbicara dengan calon anak yang tak ingin mereka ketahui dulu jenis kelaminnya agar menjadi sebuah kejutan.
" Sayang, Ayah pergi kuliah dulu ya. Kamu baik baik di rumah sama bunda "seru Rafa mendekatkan wajah nya pada perut besar Arin.
" Yank, aku berangkat dulu ya kalau ada apa apa cepat telfon aku" tambah Rafa pada istri nya yang terus memegangi yang mulai gampang lelah dan sakit.
" Iya sayang, kamu hati hati ya " jawab Arin mengantar suami nya menuju ke depan pintu apartemen.
Rafa mulai mencium kening Arin dan memeluk tubuh istri yang semakin gemuk dengan perut besar membuat nya kesulitan ketika ingin memeluk istrinya.
" Aaau... " pekik Rafa tiba tiba ketika tubuhnya memeluk Arin.
" Kenapa yank? " tanya Arin khawatir ketika Rafa memekik dengan memegangi perut nya.
" Aku di tendang yank " seru Rafa tertawa merasakan tendangan kuat dari anak dalam kandungan Arin tepat di perut nya.
" Itu artinya kamu suruh cepat pergi " gumam Arin tersenyum.
__ADS_1
" Oh kamu udah bisa protes ya kalau ayah dekat sama bunda " seru Rafa menghadap ke perut Arin lalu mencium nya.
" Bisa lah, tau dia kalau bundanya udah bosan sama ayah" goda Arin menahan tawa.
" Kamu bosan sama aku yank? oke ! " ucap Rafa berpura pura kesal di hadapan Arin.
" Udah engga usah drama, buruan berangkat " seru Arin menatap jengah ke arah Rafa.
Bukannya berangkat Rafa malah menikmati bibir Arin dan mendorong nya pelan untuk masuk lalu menutup pintu tanpa melepas bibir nya. Menikmati setiap hembusan nafas Arin yang memegangi tengkuk Rafa karena takut jika jatuh. Rafa mendorong pelan tubuh Arin ke arah sofa hingga istri nya duduk dengan kepala tersandar ke atas sandaran sofa dengan Rafa yang semakin membungkuk untuk menikmati lebih puas bibir Arin yang mendongakkan kepala nya ke arah langit langit apartemen.
" Yank, kamu kuliah sana " ucap Arin menghentikan Rafa.
" Yank " ucap Arin menaikkan kepala Rafa.
" Aku mau yank " seru Rafa yang memang semenjak Arin di rawat di rumah sakit hingga kini belum lagi merasakan kenikmatan bersama istri nya.
"Kamu kuliah sayang, nanti malam ya " pinta Arin lembut dengan kedua tangan di pipi Rafa.
" Kamu selalu gitu yank, kalau malam kamu tinggal bilang capek terus tidur. Berapa lama lagi aku harus nunggu kamu? " jengah Rafa duduk di samping Arin dengan wajah tertekuk karena harus selalu menahan hasrat nya selama 4 bulan lebih.
__ADS_1
" Aku emang gampang capek yank, perut aku udah gede banget kamu ngertiin dong " seru Arin.
" Aku terus yang ngerti kamu, kamu kapan mau ngerti aku sih yank? aku ini cowok normal, aku udah nikah terbiasa dengan hubungan seperti itu. Ini aku udah 4 bulan lebih loh nahan terus cuma buat ngerti kamu" jelas Rafa panjang lebar dengan sedikit emosi.
" Udah aku pergi dulu " tambah Rafa bangkit dan mengambil tas yang tadi ia letakkan di atas meja ketika masih mencium Arin.
" Kamu jangan pergi sambil marah marah, kamu nyetir loh yank, bahaya " ucap Arin berusaha bangkit daru duduk nya mengejar suami yang tengah merasakan emosi.
" Emang kamu perduli sama aku? bukannya selama ini kamu cuma peduli sama diri kamu sendiri? kamu sadar gak sih kalau kamu itu udah egois banget? kamu selalu minta aku ini, itu, ngerti ini, ngerti itu, tapi kamu engga pernah mau sedikit pun ngerti aku " ucap Rafa dalam emosi nya mengingat Arin yang selalu menolak berhubungan selama kehamilannya dan selalu meminta Rafa mengerti dan menuruti nya.
" Kamu anggap aku egois? iya aku emang egois karena aku anak tunggal dan aku engga tahu gimana cara nya ngerti orang lain, karena orang tua aku yang selalu penuhi semua keinginan aku tanpa aku minta, mereka yang selalu siap tanpa protes untuk nemenin aku dan manjain aku. Engga kaya kamu, di depan baik ternyata hati kamu busuk ke aku " ucap Arin yang mulai terpancing emosi nya oleh Rafa.
" Oh ya? hati aku busuk? oke aku memang busuk, dan bakal aku tunjukkin apa itu busuk ke kamu. Kalau buat nikmati tubuh cewek aja aku juga bisa cari di luar bukan kamu aja! " sahut Rafa tanpa sadar.
" SILAHKAN!! " teriak Arin lalu meninggalkan Rafa dan masuk ke kamar tamu dan mengunci dari dalam, yang semenjak kehamilannya membesar ia menempati kamar tersebut dengan Rafa karena merasa lelah jika harus naik turun tangga.
" OKE!! " balas Rafa berteriak lalu pergi meninggalkan apartemen dengan membanting pintu kuat hingga mengejutkan Arin yang berada di dalam kamar.
Arin mulai mengurai air mata di dalam kamar dengan mengusap perut besar nya tak menyangka jika Rafa yang selama ini bersikap manis malah bisa berkata hal seperti itu dan memiliki keinginan untuk berselingkuh. Sedangkan Rafa yang masih merasa tak tega telah mengatakan hal tersebut dalam emosi memilih kembali lagi ke dalam apartemen tak ingin jika istri nya kenapa kenapa karena pertengkaran mereka. Ia merasa tak tega ketika sadar telah mengatakan jika ia bisa tidur dengan wanita lain, yang memang tak pernah terbesit sedikit pun keinginan seperti itu.
__ADS_1