SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 84


__ADS_3

Enam bulan setelah Alka lahir dan Rafa sudah kembali aktif untuk kuliah dan bekerja harus rela minggalkan anak dan istrinya setiap hari. Rafa yang sedang menangani proyek di luar kota bersama Adi dan Alex lebih sering meninggalakn anak istrinya meski dengan perasaan yang berat.


" Yank, siapin baju dong besok Aku harus ke luar kota lagi dua hari " seru Rafa yang menggendong Alka di kamar karena putranya yang terbangun pada jam 8 malam.


" Iya sayang " sahut Arin langsung beranjak mengambil beberapa setel pakaian suaminya serta perlengkapan lainnya dan memasukkannya ke dalam koper kecil.


Usai menyiapkan pakaian untuk Rafa, Arin mengambil alih Alka dari suaminya dan membawanya ke ruang tv mengajak anaknya tersebut menonton tv karena Alka yang mulai menyukai gambar bergerak warna warni yang membuatnya tersenyum setiap menonton tv bersama bundanya. Rafa membawakan camilan untuk Arin yang asik berbicara pada Alka sambil menonton acara kartun. Alka yang duduk di pangkuan Arin dengan terus menendang sambil tertawa membuat bunda serta ayahnya tertawa geli karena tingkah aktif nan lucu putra pertama mereka.


Rafa yang sudah kembali dengan camilannya mengambil alih Alka dan Ia letakkan di atas perut sambil Ia merebahkan kepala di paha Arin. Rafa yang terus mengangkat tubuh Alka dan menggelitik perutnya membuat Arin tersenyum ketika putranya yang merasa geli dengan jenggot tipis Rafa menyentuh pada perut gendut Alka hingga anaknya tertawa tanpa henti yang merupakan kebahagiaan Rafa jika mampu membuat anaknya tersebut tertawa hingga terbahak.


" Tuh kan nangis " gerutu Arin ketika putranya mulai menangis usai tertawa berlebihan karena ulah Rafa.


Arin meraih tubuh Alka yang terlihat haus dan mulai memberikan ASI kepada Alka dan langsung di minum kuat oleh putranya tersebut.


" Aku satunya ya yank " goda Rafa memperhatikan putranya yang asik menyedot kuat ujung dada bunda nya dengan tangan mengepal.


" Nih " sahut Arin memberikan botol susu Alka yang kosong pada Rafa.

__ADS_1


" Bukan ini, tapi itu " seru rafa menunjuk dada istrinya yang membuat Arin menatap jengah pada Rafa yang sudah kembali dengan hasrat besarnya begitu Arin usai nifas dan memasang alat kontrasepsi hingga Ia bebas menikmati Arin tanpa takut istrinya hamil lagi.


" Alka, bagi Ayah dong " ucap Rafa dengan mengusap lembut pipi tembem Alka yang masih asik meminum ASI dari Arin.


" Yank, ih engga kelihatan tv nya " gerutu Arin yang sudah mengganti saluran dengan drama korea.


 


" Yank " seru Arin ketika suaminya memberikan tanda merah pada Arin.


 


 


" Iya sayang, kalau kamu gini terus Alkanya enggan tidur tidur " sahut Arin yang merasa engap karena suaminya yang tak henti terus berada di dadanya hingga menutupi pandangn Arin ke layar tv.


Rafa mengakhiri kelakuannya yang terus meninggalkan bekas merah di atas dada Arin lalu duduk di samping istrinya.

__ADS_1


 


 


" Yank, udah " seru Arin dengan nafas terengah agar suaminya menghentikan perbuatannya.


Rafa menghentikan sejenak permainan tangannya melihat Alka yang sudah tertidur dan menunggu hingga putranya pulas lebih dulu sebelum meletakkan pada box bayi yang ada di kamar.


" Alka nanti jatuh yank, kalau kamu kaya gini " seru Arin  mencoba mengatur nafasnya.


" Kan kamu duluan, buka bukaan di depan aku " kilah Rafa tersenyum ke arah istrinya yang menatapnya jengah.


" Kamu cuci tangan dulu yang habis itu siapin tempat tidur Alka ya " pinta Arin karena Alka yang sudah lelap.


" Iya sayang " sahut Rafa langsung beranjak dari duduknya menuju ke dapur dan pergi ke kamar atas untuk menyiapkan box tidur Alka yang mereka pindahkan ke kamar mereka berdua.


Arin mematikan tv dan mengikuti suaminya yang sudah lebih dulu naik dan memasuki kamar. Dengan perlahan Arin menggendong putranya menapaki setiap anak tangga. Begitu sampai kamar, Arin dengan pelan dan lembut meletakkan tubuh putranya di dalam box berwarna biru yang ada di samping tempat tidurnya agar lebih mudah untuknya menenangkan Alka yang selalu menangis saat dini hari, dan mulai terbangun lebih awal dari kedua orangtuanya.

__ADS_1


Arin mencium gemas putranya yang sudah terlelap dan menyelimutinya menggunakan selimut bayi berwarna putih dengan aksen duck di tengah bercorak kuning, yang di belikan oleh Adi untuk Alka ketika Ia kembali dari luar kota. Tak lupa Alex juga membelikan satu set bantal guling baru untuk Alka, juga Rafa dengan mainan bebek kuning yang Ia gantung di box bayi.


Mereka selalu membawakan Alka oleh oleh setiap kali pergi keluar kota setiap satu minggu sekali dan kadang membuat Arin mengomel karena sudah tak ada tempat untuk menyimpan semua barang barang putranya, dan meminta ketiganya lebih hemat dan tidak terlalu boros untuk memanjakan Alka.


__ADS_2