SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 136


__ADS_3

Dua jam menyelesaikan latihan, Arin dan Yessi sudah kembali tanpa lebih dulu menyegarkan diri mereka dan memilih untuk menyegarkan diri di rumah masing masing. Sejenak menghilangkan keringat, ketiga duduk bersama dengan Arin sibuk dengan ponselnya sendiri, dan Adi membantu Yessi mengeringkan keringat dengan handuk.


" Rafa? " tanya Yessi melihat Arin sibuk dengan ponsel.


" Bukan, laki Gue masih meeting belum kelar. Nih janjian sama orang mau COD an, tapi janjian di sekitar sini aja soalnya Gue harus buruan pulang sebelum gelap " jelas Arin sibuk dengan chat.


" Lo jualan apa sih? " penasaran Adi.


" Gue bikin masakan sehat terus Gue DO kalau pagi, sekalian jual tas Gue. Lumayan buat beli jajan " senyum Arin menjelaskan.


" Lo masak terus Lo jual? " tanya Adi tak percaya, di jawab anggukan oleh Arin sambil tetap membalas pesan chat pelanggannya.


" Udah ah, Gue duluan nih orangnya udah jalan " pamit Arin mengambil tasnya dan beranjak bersalaman lebih dulu dengan Yessi juga Adi.


" Ikut makan dulu yuk Rin, Kita sama sama antar barang sama Lo " usul Yessi, di balas senyum juga gelengan kepala Arin.


" Lain kali ya, udah keburu gelap entar laki Gue nyariin, lagian Alka juga dari tadi udah Gue tinggal tinggal terus kasihan. Entar kalau Lak Gue udah balik, Kita makan bareng di tempat Gue ya " panjang lebar Arin lalu bergegas pergi usai mendapat jawaban anggukan kepala dari Yessi.


" Gue engga tenang deh, Kita ikutin ya udah mau gelap juga nih " usul Adi.


" Iya " singkat Yessi tersenyum.

__ADS_1


Dengan membawa tas milik istrinya, Adi berjalan menuju mobil dan membantu Yessi naik lebih dulu. Keduanya mengikuti Arin dari belakang. Adi memang sudah sangat menjaga Arin bersama Alex dan Rafa dari dulu, dan merasa khawatir karena Ibu satu anak itu harus menggunakan motor sendiri menemui pelanggan.


Dilihatnya Arin sudah bertemu dengan dua orang perempuan yang juga mengenakan motor, Adi juga Yessi hanya mengamati dari jauh. Usai memberikan tas yang Ia jual dan menerima pembayaran, Arin langsung pulang ke rumah, tetap dengan Adi juga Yessi membuntuti dari belakang karena tak tega.


Beberapa lama perjalanan, Arin sudah aman memasuki rumah dan Adi kembali melajukan kendaraan menuju rumah mertuanya usai tadi berpamitan pada Mama nya ketika hendak pergi.


" Arin aktif banget ya biar udah punya anak, pengen deh kaya Dia gitu bisa tetep segar walau Dia juga urus anak di rumah " ucap Yessi memecah keheningan dalam mobil yang hanya terdengar alunan musik.


" Kegiatan Lo udah banyak, jadi entar kalau punya anak mending di rumah aja. Gue juga engga akan ijini Lo kerja, apa kata Ayah nanti kalau Gue ijini Lo kerja kaya Arin. Tuh anak emang bandel banget dari dulu, kagak bisa diem" sahut Adi sambil mengemudi.


" Kalian akrab banget ya sampai bisa saling paham satu sama lain, Arin juga ngerti banget soal Kamu juga Alex. Rafa juga ke Arin udah kaya sahabat sendiri kalau lagi becanda, engga kelihatan kalau suami gitu " senyum Yessi selalu mengamati keempatnya ketika bersama.


" Kita udah lama sama sama, jadi buat ngerti satu sama lainnya itu udah wajar " jawab Adi sekenanya.


Setibanya di rumah orang tua Yessi, bunda Yessi sudah menyambut keduanya di depan begitu mendengar mobil memasuki halaman rumah. Yessi meminta ijin sebentar untuk mandi, sebelum menuruti keinginan Bundanya makan malam bersama. Adi mengikuti istrinya ke kamar, karena ingin sejenak merebahkan punggung usai duduk berjam jam.


Sedangkan Rafa dan Alex yang baru menyelesaikan pekerjaan, bersama sama merebahkan diri dengan menyambungkan video call pada Arin juga Alka. Keduanya tidur bersama tanpa melepas lebih dulu pakaian kerja, saking lelahnya. Lagipula, Rafa dan Alex sudah sangat merindukan Alka, mereka sudah menunggu seharian untuk bisa melihat wajah tampan menggemaskan bocah tengah bersama bundanya itu.


" Bocah, Gue kangen banget sama Lo " senang Alex melihat wajah segar Arin memangku putranya.


" Gue kangen sama laki Gue, kagak kangen sama Lo " celetuk Arin tersenyum.

__ADS_1


" Sialan Lo, kagak Gue bawain makanan dari sini rasain Lo " sahut Alex jengkel.


" Jangan dong, bawain ya. Entar Gue masakin buat Lo deh di apartemen Kita makan bareng " coba Arin merayu memasang wajah sok imut.


" Yank, sok cantik banget sih?! " protes Rafa melihat istrinya.


" Emang Aku cantik kali yank, Kamu engga kangen pengen pulang gitu? punya istri di tinggal lama banget, entar kalau di colong orang nangis nangis " goda Arin.


" Coba aja ada yang berani colong Kamu, udah Aku gantung di pohon cabe duluan " celoteh Rafa.


" Lo apain laki Gue?! " tegus Arin melihat Alex menyandarkan kepala pada bahu Rafa sambil memasang wajah manja.


" Gue butuh kehangatan " ucap Alex membelai dada Rafa dan di tepis kasar Ayah muda tersebut di tertawakan oleh Arin.


" Lo gaya banget mentang mentang ada bini Lo, lupa Lo semalam ngapain Gue? " goda Alex menarik sisi wajah Rafa hendak menciumnya, membuat Arin bergidik jijik melihat tingkah sahabatnya.


Arin, Alex, Rafa dan Alka saling terhubung dalam sambungan video berbicara hal hal tak penting, dengan tingkah manja Alex yang ditunjukkan pada Rafa. Tak segan Alex menggoda membuka kancing sahabatnya, dan merebahkan kepala pada pangkuan Rafa yang langsung berlari pergi dengan jijik sendiri.


Di kamar Yessi, Adi melangkah menghampiri Yessi usai memenuhi pikiran akan Arin yang tetap membuatnya tak tega melihatnya bekerja. Adi menarik tangan Yessi yang tengah menyisir rambut, Adi menikmati bibir istrinya dan membimbingnya ke arah ranjang menginginkan kembali hal yang sudah mereka rasakan berdua.


Adi ingin terus bersama Yessi, menikmati tubuh istrinya agar mampu menepis segala pikiran juga perasaan bimbang nya akan Arin. Terkesan menjadikan istrinya sendiri pelampiasan untuk bisa melepaskan perasaannya, Adi tak perduli lagi karena hanya dengan cara itu Ia berharap bisa melupakan Arin.

__ADS_1


Kenikmatan bersama coba Ia raih bersama Yessi menepis segala angan menghampiri. Senyum dari wajah cantik orang yang Ia cintai tak bisa lepas dari benaknya. Ia tetap tak ingin Yessi tahu yang sebenarnya, bahkan keluarga juga sahabatnya tentang alasan sebenarnya di balik pernikahan mendadak yang Ia jalani. Hanya Adi dan Tuhan yang tahu apa sebenarnya alasan di balik pernikahan terburu buru yang di putuskan Adi, dengan menutupi segalanya menggunakan kebohongan. Bahkan dengan Alex pun Ia tak pernah menceritakan sesungguhnya, karena memang menutupi segalanya sangat rapat dalam hati dengan meyakinkan semua orang tentang alasan yang Ia buat ketika ditanya tentang pernikahan juga perasaan pada Yessi.


__ADS_2