SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 22


__ADS_3

Seusai kelas Adi dan Alex memutuskan langsung pergi ke kantor menyusul Rafa yang lebih dulu pergi. Sesampainya di kantor mereka tak mendapati Rafa di ruangannya yang ternyata sedang keluar kantor dengan papa nya bertemu klien atas info dari sekretaris papa Rafa.


Adi dan Alex memasuki ruangan mereka yang sengaja di buat satu ruangan dengan Rafa agar mereka bisa saling belajar dan membantu pekerjaan kantor. Mereka memulai pekerjaan mereka dengan beberapa dokumen yang memang harus mereka pelajari untuk proyek yang harus mereka bertiga kerjakan.


Tepat pukul setengah 4 sore Rafa telah kembali dan memasuki ruangannya yang sudah terdapat Adi dan Alex beradu dengan banyak nya dokumen di hadapan mereka.


" Udah balik fa? gimana hasilnya? " tanya Adi yang melihat Rafa memasuki ruangan.


" Tunggu bokap tar ada meeting lanjutan " jawab Rafa datar lalu duduk di kursi kerjanya sambil mengendorkan dasi dan membuka satu kancing kemeja yang ia ganti setibanya ia di kantor tadi siang.


" Lo baik aja kan? " tanya Alex yang memperhatikan Rafa dengan wajah kusut yang ia usap dengan telapak tangannya.

__ADS_1


" Keliatan stres banget lo fa, cerita sama kita " timpa Adi yang juga memperhatikan wajah Rafa tidak seperti biasanya.


" Gue takut Lex, Di. Gue takut Arin tahu semua tentang Kania, gue takut dia tahu kalau gue mau terima perjodohan itu awalnya memang karena mau lupain Kania. Tapi lo berdua tahu kan kalau gue sekarang benar benar sayang sama Arin, gue engga bisa kehilangan dia. Gue ngerasa kaya ada yang bakal terjadi sama hubungan gue sama Arin dengan datangnya Kania lagi. Gue takut dia bakal anggap perasaan gue cuma bohong dan jadiin dia pelarian gue, padahal gue benar benar sayang dan cinta banget sama Arin. Gue takut dia tinggalin gue, gue engga bisa di, lex tanpa dia" jelas Rafa panjang lebar lalu merebahkan kepalanya di meja kerja di hadapan nya. Adi dan Alex dengan cepat melangkah ke meja Rafa untuk menenangkan sahabat nya itu.


" Lo tenang aja fa, Arin orang nya engga kaya gitu. Dia sayang sama lo fa. Dia engga akan tinggalin lo cuma karena masalah kaya gini" hibur Adi


" Lo tenang fa, kita disini buat bantuin lo. Masalah Kania lo engga usah fikirin lagi " timpa Alex yang sebenarnya mengerti maksud dari kembalinya Kania karena sewaktu bertemu dengannya di butik mereka berbicara lumayan lama tentang Rafa dan alasan Kania kembali, namun Alex tak memberitahu Adi atau pun Rafa karena takut jika Rafa akan menjadi lebih terbebani.


" Makasih ya Lex, Di, lo berdua balik kerja aja besok kita udah harus kerja lapangan buat lihat tempat proyek " seru Rafa.


Sepulang kerja Rafa memutuskan untuk langsung kembali ke apartemen dan menghabiskan waktu dengan Arin untuk menghilangkan rasa takut di hatinya. Dengan cepat Rafa mengemudikan mobil menuju apartemen nya karena rasa ingin secepatnya bertemu Arin.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen ia langsung masuk dan mencari keberadaan Arin yang ternyata tengah mandi di kamar mandi kamar mereka.


" Yank, kamu mandi? " teriak Rafa dari balik pintu.


" Iya yank " sahut Arin dari dalam kamar mandi.


Rafa memutuskan untuk menyusul Arin ke dalam karena memang ingin secepatnya melihat wajah cantik yang ia rindukan. Sesampai nya di dalam kamar mandi dilihatnya Arin yang tengah berendam di dalam bath up dengan rambut tergulung ke atas dengan tubuh terselimuti busa sampai dada. Melihat Arin seperti itu membuat Rafa berfikir untuk berendam bersama Arin dan langsung menanggalkan semua yang menempel pada tubuh nya lalu masuk ke dalam bath up yang membuat Arin terkejut karena ia tengah rileks menikmati acara berendam sambil menutup mata.


" Yank, mau apa kamu? " tanya Arin terkejut melihat suaminya yang sudah di dalam bath up memeluk Arin yang tengah berendam.


" Mandi lah yank " jawab Rafa datar dengan senyum yang sangat Arin kenal.

__ADS_1


" Yank, jangan sekarang aku capek banget yank" seru Arin yang memang sengaja berendam karena merasa sangat lelah seharian di kampus.


" Bentar aja yank " gumam Rafa pelan.


__ADS_2