SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 54


__ADS_3

Reta yang mulai menguap karena rasa kantuk menghampiri mulai memejamkan mata nya bersandar pada kursi rumah sakit depan ruang rawat Arin. Alex yang kala itu sedang membalas beberapa chat dari teman nya tak menyadari jika gadis yang baru saja ia dapatkan hatinya tengah tertidur di samping nya. Ketika mulai selesai dengan pesan chat pada ponselnya lalu menoleh ke arah Reta yang ternyata sudah terlihat begitu pulas dengan wajah tampak lelah.


" Lah, ni bocah malah tidur sini. Gimana bawa dia ke dalam? kalau Gue gendong bakalan gempa di dalam" gumam Alex lirih dalam bingung.


" Ah biarin aja deh, tar juga kebangun terus pindah nih bocah" tambah Alex dengan meletakkan kepala Reta ke samping lengan nya karena tubuh tinggi Alex tak memungkinkan jika Reta bersandar pada pundak nya.


Jantung Alex yang seakan berlompatan di dalam membuatnya terus mengatur nafas dengan kepala yang terus ia geleng geleng kan.


" Gini kali ya yang di rasain Rafa " gumam Alex memegangi dada bidang nya.


Sesekali mata Alex melirik ke arah Rena yang terlihat cantik dengan wajah polosnya ketika tidur. Alex merasa tak tega melihat Reta yang tertidur dalam posisi duduk dan berniat untuk meletakkan kepala Reta ke atas pangkuannya.


" Dosa gak ya ? Dosa deh, eh tapi gue kan cuma mau nolong engga dosa kali ya ? Iya deh pasti jadi pengecualian " gumam Alex bimbang namun perlahan ia meletakkan wajah Reta ke atas pangkuannya sebagai sandaran. Karena kursi yang panjang dan posisi Alex yang menepi pada pinggir kursi sebelah kiri membuat Reta terlihat nyaman dan mulai menaikkan kaki nya dalam lelap tertidur meringkuk di atas paha Alex yang rela menjadi bantal sepanjang malam ini.


" Aduh, panas dingin dah Gue. Lo jangan hadap ke posisi adik Gue ya belum waktu nya dia bangkit buat Lo" gumam Alex lirih dengan rasa tak nyaman takut jika Reta yang tengah tertidur menghadap sisi lain lalu mengubah ke sisi yang malah akan membuat mereka berdua canggung.


Malam yang kian larut dan rasa takut serta bayangan aneh yang mulai timbul karena sifat penakut nya memaksa Alex mulai memejamkan ke dua mata nya dengan kepala yang ia hadap kan kearah langit langit lorong rumah sakit dan tangan kiri menahan pipi kiri Reta agar tak terjatuh serta tangan kanan yang ia letakkan di atas kening nya menghabiskan sisa malam bersama gadis yang dengan niat tulus ingin ia nikahi kelak.


Pukul 06.30 Arin yang sudah lebih dulu bangun dari pada lain nya menatap lekat wajah suami yang tidur di samping perut nya dengan tangan melingkar di ke dua paha Arin. Ia membelai rambut suami yang ia cintai dengan senyum melebar menghiasi wajah cantik polos pagi ini. Jari jemari lentik yang mulai dengan lembut membelai wajah lelaki yang rela melakukan apapun demi membahagiakannya.

__ADS_1


" Makasih sayang " gumam Arin pelan.


Rafa yang merasakan sentuhan lembut di atas bibir nya oleh tangan Arin mulai membuka mata nya terkejut.


" Kenapa yank? kamu sakit? " tanya Rafa cepat dengan mata khawatir.


" Engga sayang, kamu tuh bikin kaget tau gak bangun kaya gitu " seru Arin yang memang juga terkejut karena Rafa mengangkat kepalanya cepat.


" Aku pikir kamu ada apa apa yank" jawab Rafa merebahkan kembali kepalanya sambil menatap Arin dari bawah dengan tangan yang mulai aktif mengusap perut Arin.


" Gini in yank" tambah Rafa menaikkan tangan Arin ke atas kepalanya dan meminta untuk di belai lembut yang langsung di turuti oleh Arin dengan tersenyum.


" Biarain " jawab Rafa tersenyum bahagia dan mulai mengangkat kepalanya melihat ke sekitar untuk memastikan semua masih tidur lalu mencium lembut dan lama bibir Arin " Aku cinta kamu" ucap Rafa tersenyum lalu kembali merebahkan lagi kepalanya di samping perut Arin dengan tangan Arin yang ia letakkan di atas kepalanya lagi.


Sementara di depan Alex dan Reta yang masih terlelap di kejutkan dengan seorang wanita cantik berkulit putih dengan tubuh mirip model memukul pundak Alex dengan tas tangan chanel yang ia bawa.


" Mami sakit mi.. " pekik Alex yang menyadari kehadiran mami nya.


" Dasar anak kurang ajar di suruh temenin Rafa malah tidur sama anak gadis orang" seru wanita dengan rambut terikat ke belakang menjuntai layaknya ekor kuda.

__ADS_1


Reta yang terbangun mendengar suara ribut di sekitar nya langsung bangkit dari pangkuan Alex yang tak sengaja bibir nya mengenai bibir Alex karena posisi Alex yang membungkuk menahan pukulan tas mami nya menghadap wajah Reta yang tanpa ia sadari telah berubah posisi menghadap wajah Alex ketika tidur. Mata ke dua nya seketika terbelalak lebar menyadari bibir mereka yang tanpa sengaja bertemu yang dengan cepat Reta duduk mengibaskan tangan Alex yang melingkar di perut nya ketika mereka terlelap semalam. Reta mulai berdiri sembari merapikan rambut serta pakaian nya dengan wajah memerah menatap mami Alex yang semakin memukul punggung putranya karena malah mencium perempuan di hadapan nya.


" Dasar mesum, bukan nya bangun malah cium anak orang lagi " seru mami Alex mendorong tubuh Alex hingga terjatuh ke atas kursi.


" Mami, sakit mi " pekik Alex memegangi lengan kirinya.


Rafa dan semua orang di dalam yang juga mendengar suara ribut bergegas keluar ruangan dan di dapatinya mami Alex bersama mama Adi juga Reta dan Alex di depan.


" Jeng, ada apa ini? kita masuk dulu ya" tanya mama Rafa menghentikan mami Alex mengajak mereka semua ke dalam lalu menutup kembali pintu ruangan Arin.


" Kenapa Lo? " tanya Rafa melihat Alex memegangi lengan nya.


" Di hajar preman " jengah Alex melirik ke arah mami nya.


" Bagus masih mami hajar belum mami bunuh kamu " seru mama Alex menatap tajam putra nya.


" Apa kabar tante " sapa Rafa pada mami Alex dan memeluk perempuan tersebut yang langsung mencium kening Rafa.


" Baik sayang, habis nikah makin ganteng kamu " ucap mami Alex menatap wajah Rafa tersenyum.

__ADS_1


" Contoh ni Rafa ganteng, baik, sopan, tanggung jawab" tambah mami Alex menatap kembali ke arah Alex.


__ADS_2