
" Gila tuh bini Adi, Gue pikir Dia tuh sama tau gak sama si Ain. Tau nya cuma bar bar ama rakusnya doang yang sama, wataknya kagak. Udah kaya bumi ama langit, yang satu mikirnya sempit banget lah bini Lo mikirnya lebar banget dah kaya ususnya lebar" ucap Alex masih merasa kesal.
" Lo marah sih marah, tapi engga ngatain bini Gue juga. Udah bar bar, rakus, ususnya lebar lagi, komplit banget kaya mie pakai telor ama sayur " protes Rafa sembari mengemudi.
" Pakai protes lagi Lo Fa, kesel nih Gue kesel. Kagak ngerti orang kesel apa ya " protes Alex tetap merasa kesal akan ucapan Yessi.
" Ya udah kali Lex biarin aja, yang penting udah coba Kita jelasin juga. Kalau Dia nya tetep sama keputusannya, ya udah mau di apain lagi? Yang penting mah hubungan Adi ama bini nya baik baik aja, Kita juga masih bisa ketemu Adi di kantor ama kampus " jawab Rafa tetap fokus mengemudi.
" Kangen Gue Fa sama tuh bocah, kangen bareng bareng berempat, nongkrong, gila gilaan, main game, semua Gue kangen yang Kita lakuin berempat tau gak? " ucap Alex dengan ingatan akan kebersamaan mereka.
" Ya sama, tapi gimana pun juga Adi udah punya keluarga sendiri, bini nya juga lagi bunting tuh jadi sabar aja. Gue sama bini Gue masih mau kok jadi temen Lo, ya biar di kata Lo bau kambing sama bini Gue " santai Rafa menjawab, mendapat dorongan keras di lengannya.
" Omongan Lo ya, suka bener " tawa Alex di susul oleh Rafa.
" Buruan, Gue kangen bini Gue nih " tambah Alex.
" Palingan tuh bini Lo lagi di tempat Gue nonton drama korea ama makan " sahut Rafa sekenanya, di balas tawa kecil oleh Alex.
Tidak ingin terus kesal pada istri sahabatnya, Alex dan Rafa memecahkan sendiri kekesalan mereka dengan canda ringan seperti biasa. Bagi Rafa takkan masalah apapun yang diputuskan oleh Yessi, asalkan rumah tangga nya dengan Adi tetap baik tanpa ada perpisahan sama seperti Alex. Baik Rafa ataupun Alex, mengharapkan terbaik dari yang terbaik untuk sahabatnya, meski harus sama sama mengalah demi persahabatan mereka.
__ADS_1
Sedangkan Arin dan Viona yang tidak mengetahui kondisi sebenarnya, tetap pada pemikiran mereka sendiri. Bahwa Yessi keluar dari tempat latihan karena kehamilan, juga Adi jarang kumpul bareng karena program hami juga menjaga kehamilan istrinya saat ini.
Dua orang yang kini saling bantu mengurus Alka juga apartemen mereka itu, seakan sudah tak bisa lepas lagi. Ketika suami suami mereka bekerja pun, keduanya tetap bersama. Melakukan DO menu sehat milik Arin bersama, dan terkadang membantu Arin mengemas paket customer.
Viona sendiri memutuskan berhenti dari dunia model atas perundingan bersama Alex sebelum mereka menikah. Untuk itu, Viona tak lagi memiliki pekerjaan, selain menempel pada Arin dan ingin belajar bisnis sambil membantu menjaga Alka agar bisa belajar juga cara mengurus anak. Tak jarang keduanya suka main game, dan nonton drama drama korea bersama. Karena Viona sudah tertular oleh Arin untuk menikmati segala berbau Korea.
Sekitar pukul 19.00. Rafa dan Alex mulai masuk apartemen. Dilihatnya Arin juga Vio tengah asik meluruskan kaki bersama di atas sofa depan TV, sambil meletakkan Alka di antara mereka sibuk main sendiri. Kedua suami baru tiba itu, langsung mencium kening istrinya masing masing.
" Habis ngapain sih? " tanya Rafa aneh melihat keduanya terlihat lelah.
" Alka tuh yank, engga mau berhenti naik turun tangga sampai capek Kita jaga " jawab Arin masih mencoba mengatur napas dengan Yessi, di balas senyuman Rafa.
" Ya tuh, emak Bapak nya aja kaya gini jadinya Alka kombinasi tuh tingkah nya " celetuk Alex masih berdiri di samping Viona.
" Anak Ayah nih kalau suka rese, entar di kasih Adik lagi loh " ucap Rafa sembari mengangkat tubuh putranya.
" Doyanan Lo " lirih Alex bergumam.
" Yank, udah cuci tangan belum? " tanya Arin mengangkat kepala melihat suaminya berdiri di balik sofa bersama Alka.
__ADS_1
" Udah yank, pakai sanitizer juga " jawab Rafa, di acungi jempol oleh Arin.
" Siapin makan gih, udah Kita beliin nasi goreng " ucap Alex ke arah istrinya.
" Siap komandan " sahut Viona beranjak dari duduk, di acak rambutnya oleh Alex.
" Lah sono, Gue mau rebahan " usir Alex menarik kaki Arin turun ke lantai.
" Rebahan di lantai aja Lo, sofa mahal Gue bau keringat Lo entar " protes Arin.
" Ampun bocah, nih bau nih " ucap Alex menunjukkan ketiak dibalas bergidik oleh Arin.
" Jorok " gerutu Arin tetap bergidik sambil berjalan ke dapur, diiringi senyum lebar Rafa memperhatikan.
Rafa selalu melepas lelah dengan senyuman putranya, dengan syarat ketat dari istrinya untuk mencuci tangan dan menggunakan sanitizer yang Ia letakkan di dinding dekat meja makan. Untuk Rafa, segala rasa lelah nya seketika lenyap ketika melihat anak istrinya bahagia. Hanya itu obat untuk laki laki yang masih menggendong putranya itu.
Sementara Arin dan Viona menyiapkan makan sambil membuatkan teh herbal, Alex masih santai di sofa panjang sambil menikmati acara TV dan terhubung via chat dengan Adi. Sekedar menanyakan keadaan Adi di rumah nya. Alex masih tak tenang akan keadaan sahabatnya, yang sempat Ia lihat begitu murung dan tak bersemangat. Namun membaca pesan dari Adi yang mengatakan dirinya baik baik saja, sedikit melegakan hati Alex walau tak sepenuhnya lega.
Di rumahnya, Adi masih sibuk dengan laptop dari semenjak pulang kerja karena pekerjaannya yang menumpuk. Sedangkan Rafa dan Alex tak memiliki pekerjaan apapun, karena selalu menyelesaikan pekerjaan saat di kantor dan tak mau lagi pulang membawa pekerjaan.
__ADS_1
Makanan sudah siap di meja makan, lengkap dengan minuman hangat. Arin dan Viona memanggil kedua laki laki tetap berada di depan TV itu untuk menikmati makan bersama. Keduanya cepat menghampiri ke ruang makan, dan menikmati nasi goreng mereka yang di beli ketika Alex dan Rafa dalam perjalanan pulang.