SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 89


__ADS_3

Arin yang baru tiba di rumah langsung membersihkan diri sebelum menggendong Alka karena bau keringat yang menempel pada tubuhnya. Ia sengaja mempercepat acara mandinya agar bisa cepat cepat bermain bersama putranya yang masih asik bercanda dengan neneknya di bawah.


" Alka rewel gak ma? " tanya Arin yang sudah selesai dengan acara membersihkan diri dan langsung menghampiri Alka serta mamanya di ruang tengah.


" Engga dong, cucu nenek baik banget " sahut wanita dengan balutan kaos hijau tersebut sembari mencubit gemas Alka di atas pangkuannya.


" Anak Bunda, sini sama Bunda " seru Arin mengangkat tubuh putranya dan mengajak untuk duduk menonton tv karena mamanya hendak memasak untuk makan malam.


" Telfon Ayah yuk " tambah Arin meraih Hp di kantong celana hotpant nya.


Arin menyambungkan video call pada Rafa karena suaminya yang meminta untuk Arin segera menghubungi begitu Ia tiba di rumah. Tak lama menunggu wajah tampan Rafa sudah muncul di layar ponsel dengan tersenyum lebar melihat tawa putra kesayangannya.Rafa mengajak putranya bercanda melalui sambungan video call dan tertawa melihat kegirangan Alka sambil menendang nendang.


" Alka, Mama sama Papa di sini juga " teriak Adi dan Alex di samping Rafa melambaikan tangan mereka pada bocah yang terus tertawa.


" Eh itu ada Mama sama Papa juga ya " seru Arin melambaikan tangan Alka kepada Adi dan Alex yang bergabung bersama Rafa di sebuah kamar hotel.


" Kalian tidur bertiga? " tanya Arin mendapati mereka merebahkan diri di atas tempat tidur.


" Iya dong " sahut ketiganya bersamaan dengan tertawa membuat Arin mengernyitkan dahi sembari bergidik.


" Udah kaya girlband aja kalian, sayang Kamu jangan tergoda sama mereka ya masih ada Aku di sini yang sexi " seru Arin tersenyum membanggakan diri.


" Sexi juga Kita " sahut Adi dan Rafa mengangkat kaos dan menunjukkan perut sixpack mereka bersamaan yang dengan sigap kamera ponsel d arahkan ke atas oleh Rafa sambil menggerutu agar kedua sahabatnya menutup kembali kaos mereka.


" Kok nangis yank, kenapa? " tanya Rafa mendengar suara tangisan Alka.


" Haus kali yank, dari tadi Aku tinggal " sahut Arin berjalan ke kamar atas.

__ADS_1


" Ma, Aku kasih Alka minum dulu ya " teriak Arin pada mamanya yang ada di dapur sembari terus melangkah.


" Oke sayang " sahut mama Arin masih berada di dalam dapur.


Adi dan Alex yang mendengar teriakan Arin dengan cepat berebut ponsel di tangan Rafa dengan senyum mesum mereka berdua.


" Apaan Lo berdua " tegur Rafa berdiri di atas tempat tidur mengangkat tinggi ponsel yang masih terhubung pada Arin.


Dengan melompat lompat Alex dan Adi mencoba mengambil ponsel Rafa yang pada akhirnya menyerah begitu Rafa menyikut perut mereka bergantian. Lelaki yang masih mengenakan kemeja kerja itu berjalan untuk duduk di kursi dan melanjutkan untuk ngobrol dengan anak istrinya.


" Yank " seru Rafa melihat istrinya membuka kaos dari bawah dan memberikan ASI pada Alka.


" Untung Aku udah pindah " tambah Rafa karena istrinya yang sembrono.


" Maaf yang Aku tadi pakai kaos jadi ribet " sahut Arin dengan ponsel yang Ia letakkan di atas tumpukan bantal disangga menggunakan bantal kecil Alka.


" Iya sayang, sampai sakit ini " seru Arin mengernyitkan alis.


" Ganti uang satu sayang nanti lecet " sahut Rafa tak tega melihat istrinya ketika Alka begitu kuat minum membuat Arin selalu merasa sakit karena sedotan Alka tanpa henti.


Adi dan Alex yang sedari tadi menguping pembicaraan pasangan suami istri tersebut melambungkan pikiran mereka dengan saling tatap. Rafa dengan cepat menyadari kelakuan dua sahabatnya itu meraih earphone dalam tas kerja setelah lebih dulu melempar keduanya dengan celana milik Alex yang diletakkan sembarangan oleh pria yang memekik kesakitan bersama Adi di atas tempat tidur.


Melihat dua sahabatnya yang terus menguping, terpaksa Rafa harus mengakhiri panggilan video bersama anak dan istrinya.


" Udahan Fa? " tanya Adi dan Alex bersamaan.


" Udah, ada anak kecil di sini engga boleh dengerin omongan orang dewasa " celetuk Rafa merebahkan diri di atas tempat tidur.

__ADS_1


" Rese Lo, Gue udah gede udah rasain namanya bini. Nih Adi masih bocah " protes Alex tak terima.


" Mending Gue engga pernah rasain timbang Lo rasain terus di buang " ucap Adi langsung di timpuk oleh Rafa dan Alex bersamaan.


Rafa menjadi ingat akan permasalahan sahabatnya mendengar ucapan Adi, dan ingin mulai membahasnya bersama mumpung mempunyai banyak waktu saling berbagi agar Alex tak menanggung sendiri apa yang Ia rasakan.


" Lo serius mau pisah Lex? " tanya Rafa yang tengah tiduran bersama dua sahabatnya.


" Serius Fa, Gue udah engga kuat lagi kalau harus balik sama Dia " sahut Alex dengan nada serius.


" Gue pikir emang lebih baik kalau mereka pisah Fa daripada lanjut malah Alex yang menderita " sahut Adi menambahkan.


" Lah Lo kok bisa ngomong gitu Di? " tanya Alex terkejut karena Adi biasanya memberikan saran bijaknya.


" Gini deh Fa, gimana perasaan Lo pas bini Lo engga pernah mau Lo sentuh tapi ada bekas merah di lehernya padahal Lo dekat aja engga boleh " sahut Adi yang melihat beberapa kissmark pada leher Reta saat pagi pagi Ia datang menjemput Alex dan menggoda Alex tentang tanda merah leher istrinya yang ternyata semenjak malam pertama Alex tak pernah di perbolehkan Reta mendekat lagi.


Rafa yang mendengar ucapan Adi terperanjat terkejut tak percaya akan apa yang diucapkan oleh Adi.


" Kerokan kali " sahut Rafa asal.


" Lo kira Gue bego Fa engga bisa bedain mana kerokan mana bekas bibir? " celetuk Adi.


" Beneran Lex? " tanya Rafa tak percaya pada Alex yang diam merasakan kembali sakit hatinya mengingat kejadian waktu itu.


" Iya Fa, Gue nih cuma boleh nyentuh Dia pas malam pertama doang, setelah itu tiap kali Gue deketin Dia malah Gue di marah marahin di suruh tidur sofa bahkan Gue juga pernah tuh di tendang sama Dia pas Gue tidur di tempat tidur" jelas Alex lirih.


Rafa yang menyimak penjelasan Alex menjadi tak tega dan kasihan pada nasib sahabatnya yang tak pernah Ia tahu sebelumnya. Reta memang orang yang kasar baik ucapan atau tingkah laku, namun Rafa tak menyangka jika Reta mampu melakukan hal itu pada Alex. Arin yang juga pernah bicara tentang sikap kasar Reta tak dengan mudah di percayai oleh Rafa, namun begitu mendengar tentang Reta langsung dari Alex dan Adi Ia mulai sedikit mempercayai dan juga ikut mendukung Alex berpisah dengan Reta sama halnya dengan Arin ataupun Adi.

__ADS_1


Reta yang sering cerita tentang hubungan pernikahannya dengan Alex sering kali diberi nasehat oleh Arin agar memperbaiki sikapnya. Namun karena sikap kasar Reta yang tak pernah bisa sembuh juga Ia yang tak mempunyai selera setelah Ia di sentuh oleh Alex pertama kali dan selalu menolak ketika suaminya mendekati itu lebih memilih pergi karena tak memiliki ketertarikan lagi dalam pernikahannya.


__ADS_2