
Gosip tentang Arin yang hamil di luar nikah dengan foto terpampang jelas Rafa yang menuntun Arin keluar dari ruang periksa dokter kandungan di mading kampus serta di beberapa grub kelas membuat geram semua perempuan yang dengan sengaja ingin mendekati Rafa. Mereka menganggap Arin hanyalah seorang pelacur yang tidur dengan banyak pria namun meminta Rafa agar bertanggung jawab atas janin yang Arin kandung karena kedekatan kedua nya yang selalu terlihat jelas hingga menimbulkan banyak kecemburuan para mahasiswi kampus tempat mereka menimba ilmu.
Arin, Rafa, alex, Adi serta Reta yang sengaja mereka hampiri ketika akan berangkat ke kampus mulai berjalan membelah koridor kampus mengantar Arin dan Reta yang berjalan mendahului 3 sahabat tampan di belakang mereka menuju ke kelas Arin demi memastikan Arin sampai dengan selamat sampai kelas.
Namun di saat mereka berjalan terdapat 4 orang mahasiswi menghadang langkah mereka dan langsung menampar pipi Arin keras hingga membuat Adi, Alex, Rafa dan Reta kompak berteriak dan mendorong tubuh gadis yang menampar Arin kuat, yang sontak langsung menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.
" Gila ya lo main tampar orang seenak jidat lo" Teriak Rafa keras penuh emosi memegangi tubuh istri nya.
" Lo udah di tipu sama dia Fa" teriak lagi seorang gadis yang memiliki rambut hitam pekat dengan postur tubuh molek bak model yang pernah menyatakan cinta nya pada Rafa.
" Saking aja lo cewek, kalau lo cowok udah gue hajar sampai mampus lo! " geram Alex menunjuk ke arah perempuan tersebut.
" Lo itu pelacur Rin! " ucap salah satu dari ke empat mahasiswi yang menghadang jalan Arin dan lainnya sambil menunjuk ke arah wajah Arin.
" Lo punya mulut jaga!! " teriak Arin kesal dengan memegangi pipi nya, sedangkan Reta langsung menampar perempuan berambut bob yang menuduh Arin.
__ADS_1
" Dasar lo ngomong asal mangap aja" teriak Adi
" Jaga mulut lo " teriak Rafa semakin emosi mendengar istrinya di hina.
Alex yang dengan geram menghadang mereka menyentuh Arin dan siap pasang badan di hadapan Arin tak kalah emosi mendengar jika istri sahabatnya di hina " Lo ngomong sekali lagi gue robek mulut lo! " geram Alex melotot ke arah 4 perempuan di hadapan nya.
" Lo hamil kan? Lo tidur sama orang lain dan seenak nya lo minta pertanggung jawaban Rafa!! Dasar jalang!! " seru perempuan berparas cantik yang terus berusaha mendekati Rafa dari pertama masuk kuliah itu. Ia pun mendorong kuat tubuh Arin melewati tubuh Alex dihadapannya hingga Arin tersungkur ke lantai dengan posisi duduk membuat Adi, Rafa, Alex dan Reta yang terkejut mendengar sahabatnya tengah hamil itu berteriak kencang sembari mulai berjongkok melihat kondisi Arin yang memekik kesakitan.
" Ah perut aku yank" rintih Arin memegangi perut nya di dekapan Rafa.
Rafa mulai menggendong tubuh Arin yang terus merintih kesakitan dengan sangat khawatir begitu juga Adi, Alex dan Reta yang tak kalah khawatir ketika melihat darah di lantai tempat Arin terjatuh.
" Fa, darah! " teriak Alex menunjuk ke arah lantai yang langsung membuat Rafa semakin takut dan khawatir terjadi apa apa dengan anak dan istri nya.
" Lex lo urus mereka, jangan lepasin mereka! " seru Adi mengikuti Rafa yang berlari ke arah parkiran menggendong tubuh Arin dengan rasa takut meninggalkan Reta dan Alex mengurus ke empat perempuan yang tanpa alasan kuat langsung menyerang Arin.
__ADS_1
" Buruan Adi! " teriak Rafa sambil terus berlari menggendong Arin. " Kamu harus kuat yank, kamu sama anak kita engga boleh kenapa kenapa" seru Rafa ketakutan.
Dengan cepat Adi menekan tombol pada kunci mobil nya agar Rafa bisa lebih dulu masuk lalu ia bergegas masuk menuju kemudi dan melajukan cepat mobil nya menuju rumah sakit terdekat.
" Sakit yank" rintih Arin yang terus memegang perut nya dan menangis.
" Buruan di, buruan!! " seru Rafa semakin cemas yang tanpa menyahut Adi melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
" Kamu harus kuat yank, please demi aku" pinta Rafa di tengah ke khawatirannya yang semakin menjadi melihat Arin semakin melemah.
Sampai nya di rumah sakit, Adi menghentikan laju mobil nya tepat di depan IGD yang dengan segera Rafa menggendong nya masuk ke dalam diikuti oleh dokter jaga dan perawat yang bertugas di sana dan meminta Rafa dan Adi menunggu di luar agar Arin bisa cepat ditangani, karena memang IGD di ruang tersebut memiliki ruang terpisah pasien umum dan pasien kandungan yang bercampur dengan bayi.
Rafa dan Adi yang terlihat sangat gusar dan cemas menunggu di depan pintu IGD hanya bisa berdoa dan berharap agar Arin dan bayi nya baik baik saja. Karena jika terjadi sesuatu pada Arin atau bayi nya entah apa yang akan di lakukan mereka bertiga kepada 4 perempuan yang menyerang Arin tadi.
" Gue takut Di, gue engga bisa jagain anak sama istri gue. Gue bodoh Di" ucap Rafa pelan sembari duduk di kursi tunggu dengan tangan yang ia letakkan di kedua sisi kepalanya.
__ADS_1
" Kita berharap yang terbaik Fa, semoga Arin kuat dan engga ada apa apa sama dia dan kandungan nya" coba Adi menenangkan sahabat nya yang terus menyalahkan diri sendiri dan menganggap ia adalah penyebab dari semua ini.