
" Yank, aku lapar" bisisk Arin manja di telinga suami yang masih ia peluk.
Dengan senyum yang mengembang Rafa melepas pelukan Arin dan mencium kening istrinya " Kamu cuci muka dulu habis ini kita makan ya yank" pinta Rafa dengan senyum nya dan di angguki oleh Arin yang berusaha untuk turun dari tempat tidur.
" Miring dulu sayang kalau mau bangun, ingat kan pesan mama" seru Rafa mengingatkan istrinya karena langsung bangun begitu saja.
" Ah iya lupa" ucap Arin merebahkan tubuh nya lagi dan bangun dengan posisi miring lebih dulu membuat Rafa tertawa karena Arin yang sudah berhasil duduk malah tidur lagi mengubah cara bangun nya.
Arin meninggalkan Rafa yang mulai merapikan tempat tidur untuk cuci muka dan menggosok gigi nya sebelum mulai sarapan. Tak lama ia selesai dan keluar dari dalam kamar mandi melihat suaminya menanti di tepi ranjang.
" Udah? ayo kita makan" seru Rafa yang melihat istri nya keluar dari kamar mandi.
Tanpa berkata Arin yang masih berdiri di depan kamar mandi mulai menjulurkan kedua tangan nya meminta Rafa menggendong nya. Rafa yang mengetahui maksud Arin tersenyum lalu bangkit dari duduk nya dan menggendong istri dan juga anak nya. Dengan cepat Arin melingkarkan kedua tangan nya di leher Rafa agar tak terjatuh.
" Ini yang manja bunda apa anak nya? " goda Rafa tersenyum dengan berjalan menggendong tubuh Arin yang semakin berat.
" Berdua " jawab Arin manja lalu menempelkan pipi kanan nya ke bahu suaminya membuat Rafa tersenyum bahagia.
__ADS_1
Perlahan dan sangat hati hati Rafa menuruni anak tangga dengan menggendong istri nya yang mulai manja lagi dan memposisikan Arin duduk di kursi meja makan yang sudang terhidang sup ayam dan tak lupa udang goreng kesukaan Arin.
" Pipi kamu udah engga apa kan yank? " tanya Rafa penuh penyesalan mengingat ia telah menampar istri nya semalam karena emosi.
" Agak nyeri sih yank, kamu kenceng banget mukul nya sampai masih merah kan? " tunjuk Arin pada pipi yang di tampar suaminya.
" Maaf yank, aku terlalu emosi sampai tanpa sadar mukul kamu" ucap Rafa menyesal mengusap pelan wajah Arin yang memiliki bekas tamparan " Aku engga tahu kalau sekeras itu aku pukul kamu yank" tambah Rafa
" Aku juga yang keterlaluan ngomong nya makanya kamu jadi terpancing" jelas Arin menenangkan suami nya.
" Aku engga akan ulangi lagi yank, maafin aku" pinta Rafa sendu
Pagi ini Rafa memakan lebih banyak makanan nya hingga nambah 2 kali karena makan satu piring bersama istri nya. Usai makan mereka melegakan perut baru kemudian mandi dan pergi ke dokter kandungan siang nya untuk memeriksakan kandungan Arin.
Pukul 10.30 Arin dan Rafa sudah sampai di rumah sakit tempat dokter kandungan praktek hari itu, dan menunggu giliran mereka untuk di panggil.
Setelah 20 menit menunggu nama Arin pun di panggil masuk oleh perawat untuk memasuki ruang periksa. Pertama Arin harus menimbang berat badannya yang membuatnya terkejut karena naik 7 kilo di usia kandungan 10 minggu.
__ADS_1
" Pantes tambah berat kamu yank" goda Rafa yang mendapat senyum dari dokter dan perawat di sana.
Usai menimbang badan Arin di minta untuk menaiki tempat tidur periksa dengan bantuan suaminya. Rafa yang setia menemani Arin di samping nya mendengarkan penjelasan dokter tentang keadaan anak dalam perut Arin di layar monitor ketika di usg. Detak jantung yang terdengar jelas dan kuat membuat hati Rafa bergejolak bahagia terus melebarkan senyum di wajah tampan nya.
Setelah selesai pemeriksaan Arin dan Rafa mulai berkonsultasi dengan dokter lalu keluar dan menebus beberapa vitamin untuk Arin lalu beranjak pulang dengan hati yang gembira karena anak mereka di nyatakan sangat sehat dengan pertumbuhan yang baik.
Saat tengah mengemudikan kendaraan nya, ponsel Rafa tiba tiba berbunyi panggilan dari papa nya yang meminta nya untuk ke kantor saat ini juga.
" Yank, papa minta aku ke kantor sekarang, kamu ikut ya"pinta Rafa sambil melajukan kendaraan nya ke arah kantor.
" Engga yank, aku pulang naik taksi aja aku turunin di sini" pinta Arin
" Engga mau yank, aku engga mau tinggalin kamu. Ini cuma bentar kok yank ada partner proyek yang datang ke kantor jadi aku harus ke sana kan ini proyek aku sama anak anak dan aku yang bertanggung jawab" jelas Rafa
" Ya udah tapi aku tunggu di loby ya yank kursi nya empuk" jawab Arin terkekeh
" Iya yank" seru Rafa tertawa mendengar jawaban istri nya.
__ADS_1
Rafa melaju ke kantor papa nya dengan hati hati karena tak ingin melukai anak dan istri nya. sekita 35 menit mereka pun tiba di kantor papa Rafa. Ia menghentikan mobil nya tepat di depan kantor dan mulai di parkir oleh petugas di sana ke tempat parkir khusus. Rafa menuntun Arin pelan ke sofa besar empuk yang ada di loby tak lupa ia membelikan air dan juga makanan ringan untuk istri nya selama menunggu. Karena tamu yang di maksud papa nya belum datang, ia memilih untuk menunggu di loby dan menemani istri yang tengah asik makan es krim yang ia beli saat perjalanan ke kantor. Tak lupa Arin menyuapi suami yang setia duduk di samping nya sambil melingkarkan lengannya ke leher Arin membimbing kepala Arin bersandar di bahu nya tanpa perduli tatapan setiap orang yang lewat.