SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 139


__ADS_3

Pagi hari, Alex sudah berdiri tepat di depan apartemen Rafa karena sudah sangat kesepian sendiri. Laki laki dengan kaos oblong juga celana pendek juga topi itu, tak berani mengganggu Adi karena adanya Yessi.


Lama menunggu karena Rafa tak kunjung membuka pintu, laki laki dengan beberapa kantong berisi makanan itu menghubungi ponsel sahanatnya, dan meminta Alex agar masuk sendiri. Sandi juga sudah di ketahui Alex dari duli langsung Ia tekan dan menuju dapur menyiapkan makan.


Rafa sengaja memberitahu sahabat sahabatnya sandi apartemen, untuk berjaga jaga jika ketika Ia di luar Kota atau tengah sibuk di tempat yang jauh, dan tiba tiba terjadi sesuatu pada istrinya, kedua sahabatnya bisa cepat menolong. Karena terkadang, Rafa hanya pergi bersama Papa nya untuk urusan pekerjaan dan menitipkan istrinya pada dua sahabatnya juga Ibu serta mertuanya. Namun yang paling bisa bergerak cepat adalah Adi juga Alex, sehingga keduanya yang diminta untuk selalu memeriksa kondisi Arin juga Alka ketika istrinya tak mau untuk menginap di rumah orang tua nya.


" Sialan Lo, bangun siang banget " ucap Alex melihat Rafa menuruni anak tangga dengan wajah bantal.


" Lo ngapain pagi pagi ke sini? emak Lo engga ada? " parau Rafa menghampiri Alex tengah menyiapkan makan di meja makan.


" Emak Gue kagak pulang ke rumah saudara, Gue males banget makan sendiri makanya Gue bawa kesini semua " ucap Alex meminta pelayan rumahnya memasak dan mengemas.


" Lah, Lo tidur sendirian semalam? " tanya Rafa memahami sahabatnya seorang penakut dan tak pernah mau tidur di rumah ketika Maminya tak ada.


" Ya iya, Gue tidur di kamar tamu tau gak Lo?! untung aja Gue kagak di datangi hantu tuh semalam " ucap Alex tak berani tidur di kamarnya, dan baru bisa terpejam pukul tiga dini hari.


" Kasian banget sih Lo, entar malam nginep sini aja deh " sahut Rafa tak tega, membahagiakan Alex.


" Jorok Lo! mandi sono baru makan!" tegur Alex memukul punggung tangan Rafa yang sudah mengambil perkedel di piring.


" Satu doang " seru Rafa melangkah pergi.


" Jorok " gerutu Apex menata kembali perkedel di atas piring.

__ADS_1


Rafa kembali ke kamarnya membangunkan Arin masih lelap dalam selimut usai kerinduan yang mereka salurkan berdua. Wajah cantik dengan mata terpejam, di belai lembut oleh laki laki sudah duduk di tepi ranjang dekat istrinya itu.


Mata Arin perlahan terbuka merasakan sentuhan di sisi wajahnya, senyum mengembang meski mata sulit terbuka seperti adanya lem kuat melekat. Tangan diraihnya dan di dekap di dada sembari memiringkan tubuh ke arah laki laki masih duduk dan tersenyum gemas.


" Bangun yank, Alex di bawah tuh bawa makanan " lirih Rafa ke arah istrinya.


" Kamu mandi dulu aja yank temui Alex, kasihan kalau Dia sendirian. Aku mau tidur lagi bentar masih ngantuk " manja Arin masih mendekap tangan suaminya.


" Ya udah Kamu tidur lagi aja kalau masih ngantuk, biar pekerjaan rumah Aku yang kerjain hari ini mumpung engga ada kegiatan " lembut Rafa menatap ke arah Arin.


" Maksih sayang " tersenyum Arin lalu mencium punggung tangan suaminya dan kembali memejamkan mata.


Rafa memcium kening istrinya, usai lebih dulu menyibakkan poni samping istri yang menutup pada kening lalu berjalan ke arah kamar mandi. Lebih dulu Rafa menutupi tubuh istrinya penuh sampai leher, karena tak ada satupun membalut tubuh di balik selimut itu.


" Lo kagak pakai baju? " tanya Alex penasan, langsung di buka selimutnya oleh Viona.


" Enak aja Lo, ngapain Gue engga pakai baju? pikiran Lo pasti kotor deh " sahut Viona tetap merebahkan tubuh nyaman, tak ingin beranjak.


" Kangen Gue sama Lo, engga enak banget pacaran jarak jauh. Lo pindah kesini dong, Gue juga pengen kali bisa jalan sama Lo kaya orang pacaran lainnya " sendu Alex dalam kerinduan.


" Lo engga lamar lamar Gue sih, makanya kaya gini terus. Keburu di ambil orang entar Gue nya " celetuk Viona asal menggoda.


" Lo mah kalau ngomong suka bikin orang kepikiran, awas aja Lo macem maem di sana. Gue juga mau lamar Lo, nikahin Lo tapi Gue belum di kasih ijin sama emak jadi ya terpaksa nunggu. Gue kangen sama Lo, kenapa engga di bahas sih?! " sahut Alex kemudian memasang wajah jengkel.

__ADS_1


" Gue juga kangen sama Lo, kangen konyol nya Lo, kangen gombalan Lo, kangen semua dari Lo. Capek juga kali Lex jalani hubungan kaya gini, punya pacar tapi sendirian terus. Tiqp hari lihat orang pacaran bisa gandengan tangan sama jalan jalan, Gue iri banget " jawab Viona di senyumi oleh Alex yang tengah merebahkan tubuh di sofa ruang tamu.


" Pengen Gue cubit Lo kaya gitu, tuh bibir kalau di cium apa rasanya ya " celetuk Alex tersenyum melihat bibir maju Viona.


" Enak aja Lo mau main cium cium, ijab dulu baru cium " jawab Viona tetap dengan bibir maju.


" Udah nikah mah bukan bibir Lo doang yang Gue cium, ketiak Lo juga bakal Gue cium " sahut tersenyum Alex dengan pikiran melayang.


" Pikiran kotor muncul " goda Viona tersenyum melihat wajah Alex yang sudah Ia hapal, dan membuat Alex tertawa terbahak membenarkan.


" Dasar Lo, udah pernah rasain jadi ketagihan kan tuh pikiran Lo " kembali Viona mengatakan melihat Alex tertawa lepas.


" Normal kali Gue bayangin kaya gitu, Gue udah gede " protes Alex memang tengah menbayangkan hal hal dewasa.


" Hamil dulu yuk entar pasti di ijini nikah sama emak Gue " celetuk asal Alex menaik turunkan kedua alisnya.


" Amit amit deh, pokiran Lo gila banget lama lama " protes Viona di balas senyuman Alex.


" Kagak lagi Vi, Gue maunya udah jadi laki Lo baru buat Lo hamil. Gue engga mau Lo rusak karena Gue tulus sayang sama Lo, Gue mau jaga Lo sama cinta Gue, bukan bikin cinta Gue buat miliki Lo paksa " tulus Alex menjabarkan.


" Cie, keren banget kata katanya. Tapi Gue suka sama omongan Lo, emang seharusnya gitu, jangan karena alasan cinta terus minta lakuin ini itu sebelum nikah. Itu sih bukan cinta tapi nafsu, cinta itu menjaga bukan merusak " tambah Yessi dengan bangga pada prinsip laki laki yang dicintainya.


" Iya dong, Gue bukan penjahat pakaian dalam kali " bangga Alex menyeringai.

__ADS_1


Terus berbicara dengan Viona menyalurkan perasaan rindu yang tertahan oleh jarak, Alex tak menyadari jika Rafa sudah di meja makan mendengarkan. Laki laki sudah membuat kopi untuk sahabatnya, juga susu coklat untuk istrinya itu hanya tersenyum mendengarkan sahabatnya berbicara.


__ADS_2