SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 143


__ADS_3

Sudah memenuhi troli dengan belanjaan, giliran Rafa dan Alex membayar bersama Alka tetap di troli tak ada yang mau menggendong. Arin dan Viona lebih dulu pergi untuk mencari tempat beristirahat sambil menikmati kopi juga donat bersama. Keduanya diminta lebih dulu di mint memesan agar nanti bisa langsung di nikmati oleh Alex juga Rafa.


" Li dulu kaya deket banget sama Yessi, kenapa sekarang jauh sih? " tanya Vio sambil duduk menunggu suami mereka datang, juga es kopi mereka.


" Gue juga engga ngerti, biasanya Dia latihan barengan sama Gue tapi berapa bulan nikah Dia udah keluar terus engga ikut ajar di eskul anak sekolah juga. Gue hubungi udah engga pernah balas juga, Gue juga engga ngerti kenapa " jawab Arin panjang lebar menjelaskan.


" Tapi Lo tahu Dia sekarang hamil? " tanya Viona mengejutkan Arin.


" Serius Lo? mungkin Dia keluar tuh lagi mau program hamil kali " ucap Arin berpikir positif.


" Mungkin kali ya, Dia hamil dua bulan katanya. Kita baru tahu tadi, tapi yang Gue heran tuh sih Adi nya, kenapa jadi kaya jauh banget sama Alex juga Rafa gitu ya? Gue kadang kasihan juga sama Alex, Dia sering banget tuh cerita kalau kangen main sama Adi tapi engga pernah bisa lagi semenjak Adi nikah " ucap Yessi bercerita dalam ketidak mengerti dirinya.


" Sama, laki Gue juga kalau lagi main ps tuh, suka inget inget biasanya Dia main sama Adi. Udah lah, namanya orang udah rumah tangga dan engga semuanya bisa bebas juga setelah nikah, Kita doain yang terbaik aja buat Adi sama Yessi " sahut Arin.


Saat asik mengobrol berdua, kedatangan Rafa dan Alex juga Alka yang mencium sisi wajah istri mereka masing masing, menghentikan pembicaraan mereka.


Wajah Alka sudah bersih dari coklat dan berganti dengan kaos baru yang di belikan oleh Ayah nya. Rafa membersihkan putranya di dalam kamar mandi, dengan Alex menunggu di depan menjaga troli belanja mereka.


" Reta tuh " seru Viona melihat seseorang menggendong anak sambil berjalan sendirian.


Cepat keempatnya sudah duduk saling berhadapan itu menutupi wajah dengan menu yang ada di meja, seraya membungkuk menoleh ke arah pasangan masing masing, dengan Alka di sembunyikan Rafa pada pangkuannya.


" Mantan tuh, ngapain ngumpet sih? " celoteh Viona mengahadap Alex sama sama meletakkan kepala di atas meja.


" Mantan babu?! ngomong lagi Aku pecahin seribu kali Kamu malam ini " jengkel Alex melotot.


" Mau.... " goda Viona di cubit sisi perutnya lirih oleh Alex.


" Lah Lo berdua diam ngapa? berisik mulu, entar Dia kesini Gue tinggal kabur Lo berdua " lirih Rafa seraya berbisik dengan wajah menempel di atas meja, mendekap erat Alka.

__ADS_1


" Kita kaya maling gak sih? " celoteh Arin tertawa, diinjak kakinya oleh Alex.


" Siapa injak kaki Gue?! " protes Arin.


" Hantu kali " sahut Viona asal.


" Iya di samping Alex tuh ada putih putih rambut panjang lagi lihatin " goda Arin, cepat Alex bergeser duduk takut.


" Cemen " tawa Rafa


" Udah minggat kali, Lo lihat gih Vi " ucap Alex sudah ketakutan sendiri.


Perlahan Viona membuka menu yang menutupi wajahnya, dan mencari cari di sekitar tak lagi mendapati wajah Reta yang membuat mereka bersembunyi karen tak ingin bertemu.


" Udah ilang " seru Viona duduk santai, dan cepat ketiganya membuka ikut bernapas lega dan merasa tenang.


Alka yang tenang saja tak rewel seperti biasa ketika di pangku dengan Ayahnya mendekap, ternyata sudah memegang donat coklat yang membuatnya kembali kotor. Keempatnya menertawakan Alka yang malah tertawa sendiri dengan riang, ketika Bunda nya terlihat stres.


" Ini mah yakin Gue, kalau Alka anak Lo. Sama rakus nya " celetuk Alex di sela tawa.


" Yank, bajuku kotor " memelas Rafa menunjukan baju putih oblong yang Ia kenakan.


" Alka mah, Bunda harus ngucek lagi kan " rengek Arin jingkrakan, ditertawakan Viona dan Alex.


Melihat Bundanya jingkrak jingkrak dengan kesal, malah semakin menggelakkan tawa Alka yang mengira jika Bunda nya telah menggida. Alex dan Viona makin tertawa melihat wajah Rafa memelas karena takut cerewetnya Arin ketika baju terlalu kotor, dan tidak bisa di atasi hanya dengan mesin cuci.


Di sela tertawa, Viona kembali bisa melihat Reta namun tak mengatak pada lainnya. Ia mengamati sendiri Reta yang tetap menggendong anak berjalan sendiri, seolah tengah mencari cari dengan matanya.


" Gue toliet bentar ya, anterin Gue Rin " ucap Viona ingin melihat apa yang tengah di cari oleh Reta dengan begitu gelusah juga buru buru.

__ADS_1


Arin beranjak dan berpamitan untuk mengantar Viona ke kamar mandi. Namun bukan kamar mandi yang di tuju Viona, malah menuntun Arin untuk mengikuti dari jauh Reta. Arin tak mengerti maksud dari istri sahabatnya itu, terus bertanya dan di bungkam oleh Viona. Tangan menunjukk ke arah Viona, untuk menjawab semua pertanyaan Arin.


Mata mereka melihat Reta menghampiri dua orang di tempat kopi dalam mall. Dilihatnya Reta menarik kedua orang keluar, dan memaki mereka berdua. Arin dan Viona bersembunyi di dekat stand baju memperhatikan Reta dari jauh.


" Angga Rin " ucap Viona sudah tahu seseorang yang telah merusak hubungan oernikahan Alex dulu.


" Iya, Kita lihat dulu deh kalau bahaya Kita samperin " ucap Arin terus mengintip.


" Eh jangan, biarin aja entar yang ada Rafa sama Alex marah. Kita lihatin aja deh " ucap Yessi menolak.


" Iya juga ya " jawab Arin mengerti dan mengamati kembali.


" Engga dengar, maju dikit " ajak Arin ingin tahu lebih jelas.


" Lo sih naluri emak emak keluar kalai masalah kaya gini, suka banget urusin idup orang kaya emak emak banget Lo " celoteh Viona, dilirik oleh Arin.


" Lo yang ajakin " protes Arin melirik Viona yang tersenyum.


Keduanya mencari tempat bersembunyi lebih dekat agar bisa mendengar apa yang terucap. Semakin dekat dan makin dekat lagi, hingga begitu jelas pertengkaran yang dilakukan Reta juga suami serta yeman kencan suaminya itu.


Reta yang mendapat kabar dari temannya jika Angga tengah berkencan di mall, langsung pergi menghampiri tanpa pikir panjang dan membawa anaknya. Hampir setiap hari Angga membawa perempuan dengan berganti ganti. Reno yang memberi kabar pada Reta itu, merasa iba akan nasib Reta dan pernah meminta Reta menceraikan Angga. Namun Reta tak mau dan tetap mempertahankan rumah tangga.


Meskipun sellu mendapatkan KDRT dari Angga, Reta yang tak ingin kehilangan suami juga Ayah dari anak nya itu tetap bertahan. Menyesal akan apa yang terjadi dan ingin meminta bantuan dari Arin ataupun Alex, pernah jelas terbesit dalam pikuran Reta. Namun begitu malu untuk menemui mantan suami juga dahabat yang telah diusir dalam kehidupannya.


Orang tua Reta di luar negri tak tahu jika kehidupan putrinya sudah sangat hancur saat ini, bahkan Mereka tak tahu kalau Reta kini tinggal di rumah kontrakan kecil setelah di usir oleh Angga dari rumah nya.


Angga hanya datang untuk menyetubuhi Reta dan pergi begitu saja, tak seperti seorang suami yang bertanggung jawab. Reta harus rela berjualan makanan demi menghidupi dirinya juga putri kecilnya. Sakit saat melahirkan pun, Angga tak ada di sisihnya dan hanya Reno yang masih memiliki hati, menemani dirinya di rumah sakit.


Reno mencoba menyadarkan Angga namun hasilnya nihil. Malah tegas Angga mengatakan jika ******* memang pantas untuk tinggal di tempat sampah, untuk di pakai saat butuh dan di buang begitu saja. Perkataan Angga tak di terima begitu saj oleh sahabatnya, Reno memukuli wajah Angga karena kesal atas sikap tak bertanggung jawabnya itu.

__ADS_1


__ADS_2