
Sampainya di dalam mall, mata Arin langsung tertuju pada stand es krim dan seketika memejamkan mata membayangkan nikmatnya es krim. Wajah Ia pasang begitu imut ke arah suaminya seraya memohon melalui mata.
" Ya udah Aku beliin ya " ucap Rafa mengerti kemauan istrinya, namun di jawab gelengan kepala dengan wajah masih sok imut.
" Kamu bawa Alka sebentar ya, Aku beli es krim " manja Arin memainkan kedua mata, membuat suaminya tersenyum gemas.
" Sini Alka sama Ayah dulu ya, Bunda mau beli es krim " seru Rafa mengambil alih putranya.
" Terimakasih sayangku, suamiku, cintaku " manja Arin diiringi tatapan Adi juga Alex bergidik jijik mendengar ucapan Ibu satu anak itu.
Dengan riang seperti anak kecil, Arin juga Yessy berjalan cepat menuju stand es krim dan langsung memilih rasa es krim yang terdapat pada stand kaca tersebut.
Rafa, Adi, Alex dan Alka mencari tempat duduk untuk menunggu keduanya. Tak jarang mata dari gadis gadis muda yang melintasi mereka, menatap takjub dan mengagumi paras ketiga sahabat yang asik bercanda dengan seorang anak kecil tak kalah tampan.
Dua orang perempuan dengan pakaian hotpant serta kemeja besar ala ala korea, sengaja menghampiri ketiganya dan langsung menunduk menggoda Alka.
__ADS_1
Alex yang notabene bad boy, begitu ramah dengan pujian pujian yang Ia lontarkan pada du orang perempuan cantik tersebut, walau tak saling kenal.
" Lucu banget sih, namanya siapa ?" seru salah satu perempuan dengan rambut sebahu curly tersebut memegang dagu Alka.
" Siapa nih ? Gue ? Gue Alex " celetuk Alex langsung dengan sengaja, dan hanya mendapat gelengan kedua sahabatnya beriringan senyum dari kedua perempuan yang masih membungkukkan tubuh di depan Alka tersebut.
Rafa dan Adi seakan sudah tak tertarik lagi untuk kenal dengan perempuan lain, apalagi Rafa yang memang sudah sangat lama menutup mata pada perempuan lain selain istrinya.
Rafa hanya terus menatap ke arah lain, begitu juga Adi. Membiarkan Alex terus berbicara dengan kedua perempuan cantik yang masih menggoda Alka.
Arin dan Yessy sudah kembali dengan es krim yang langsung mereka nikmati. Keduanya berdiri tepat di samping Adi yang masih duduk dengan Rafa berada di tengah memangku Alka.
Kedua perempuan yang tadinya menganggap jika ketiga laki laki tersebut tengah menjaga Adiknya, perlahan meminta ijin pergi. Awalnya salah satu dari mereka tertarik dengan Rafa, terlebih saat tahu jika Rafa ternyata begitu cuek dan dingin makin membat salah satu dari dua perempuan yang sudah pergi tersebut penasaran.
" Lo berdua kalau makan es krim langsung aja di telan semua gitu kenapa sih ?! ngilu Gue! " jengkel Alex memperhatikan Yessy dan Arin menikmati es krim perlahan dengan lidah mereka.
__ADS_1
Mendengar ucapan Alex, Rafa dan Adi langsung menatap ke arah Yessy dan Arin dan seketika bergidik bersamaan.
" Yank ih " protes Rafa bergidik membayangkan sesuatu yang lairin.
" Kalian bertiga aja tuh yang otak nya kotor " seru Arin tetap menikmati es krim perlahan dengan Yessy.
Sengaja Arin dan Yessy menikmati rasa es krim mereka perlahan karena tak tega jika harus habis langsung. Ketika laki laki tersebut masih tetap bergidik dengan fantasi mereka masing masing.
" Aduh, panas dingin kan Gue " gerutu Alex ditertawakan oleh Arin dan Yessy yang mendengarnya.
" Lo berdua sengaja kaya nya ya?! " jengkel Adi yang dari tadi hanya diam dan sesekali memperhatikan keduanya.
" Yank, sumpah ngilu banget, buang sana loh " protes Rafa.
Tak ingin mendengarkan ucapan ketiga laki laki tersebut, Arin dan Yessy tetap menikmati es krim di tangan mereka dengan ekspresi yang sengaja mereka buat begitu menikmati.
__ADS_1
Ketiganya memilih untuk menundukkan pandangan, membiarkan dua perempuan mahir bela diri tersebut menikmati es krim sesuka hati mereka.
Adi tetap saja masih sering mencuri pandang menikmati wajah cantik yessy. Awalnya Ia tak menyadari jika Yessy ternyata tak jauh beda kecantikannya dari Arin, karena beberapa kali bertemu Adi hanya menatapnya kilas. Namun tadi saat di tempat latihan baru Ia sadari paras menawan Yessy, yang seakan menarik dirinya ingin tahu lebih dalam.