
" Udah, udah kenapa jadi ngobrolin mantan sih. Kan ini mau jodohin Reta sama Alex soalnya Adi udah engga mau. Gimana Ret diterima ga si Alex nya? " ucap Mama Rafa penasaran.
" Di coba tante" jawab Reta cepat yang mengejutkan semua nya termasuk Alex.
" Serius Ret? "tanya Alex tak percaya.
" Seius di coba. Di coba di lempar jauh jauh" tegas Reta dengan melotot ke arah Alex membuat tawa semua orang.
" Rese lo... " seru Alex
" Udah, udah kenapa jadi bahas mantan sih? kita kan mau jodohkan Alex sama Reta ini. Jadi gimana nih Lex? " seru mama Rafa yang sangat ingin jika Alex dan Reta bersama.
" Alex sih yes" jawab Alex cengengesan menyenggol lengan Reta pelan sembari menaik turunkan alis nya.
" Lah gue gimana? " protes Adi yang belum punya pacar.
" Lo sama Kania aja di" seru Alex tertawa terbahak yang di tatap jengah oleh Adi dan mata terkejut Rafa.
__ADS_1
" Eh jangan dong, ada yang baper nih" celetuk Arin cepat yang seketika semua menatap pada Arin heran, sedangkan Rafa menatap Arin tak suka mendengar ucapan istri nya.
" Oke, oke kita serahin aja sama yang jomblo jomblo aja" ucap mama Rafa tak ingin melanjutkan lagi dan membahas hal lainnya untuk saling melempar candaan dengan semua orang di ruang tamu.
Pukul 19.00 orang tua Arin dan juga Rafa juga Adi, Alex dan Reta sudah kembali pulang meninggalkan Rafa dan Arin sendiri di rumah. Arin yang lebih memilih mengisi perut nya lagi karena sudah merasa lapar sedangkan Rafa memilih untuk membersihkan diri nya di kamar mandi. Arin yang masih saja jengkel dengan suami hanya karena makanan yang taj di habiskan Rafa masih terus tak ingin berbicara dengan Rafa. Entah kenapa semenjak hamil ia merasa jadi cepat kesal dengan suaminya hanya karena hal hal sepele.
Rafa yang telah usai dengan acara mandi nya mulai menapakkan kaki nya menuruni anak tangga dengan memakai piyama hitam miliknya serta handuk kecil melingkar di leher untuk mengeringkan rambut basah nya. Sesampai nya di bawah ia melihat Arin yang masih asik memakan ayam bakar di meja makan, ia langsung menuju dapur dan mengambil satu botol air minum di sana lalu duduk di hadapan Arin yang terus mengunyah makanan nya tanpa menghiraukan kehadiran suaminya yang sudah duduk di hadapannya.
" Kamu belum kenyang yank" coba Rafa membuka obrolan dengan Arin yang cuek terhadapnya.
" Kenapa? engga suka aku makan? engga suka sana pergi cari cewek langsing yang engga doyan makan kaya aku" jawab Arin sinis sambil terus makan.
" Udah ah jadi engga nafsu lagi aku" jawab Arin meninggalkan makan nya dan cuci tangan langsung pergi ke kamar.
" Kamu kenapa sih? " tanya Rafa keras melihat Arin mendorong kasar piring berisi ayam bakar sebelum ia pergi cuci tangan.
Arin yang tak menghiraukan Rafa memilih untuk berjalan cepat ke arah atas menuju kamar nya, ia sendiri juga tak begitu memahami kenapa ia sangat jengkel pada suami nya hingga enggan bicara. Rafa mengurut lembut kening nya dan mengejar Arin ke kamar.
__ADS_1
" Kamu kenapa sih yank? " tanya Rafa menarik tangan Arin yang sudah memasuki kamar nya hendak tidur yang dengan cepat ia hempaskan tangan suami nya membuat Rafa langsung berjalan cepat memeluk Arin yang hendak ke tempat tidur " Jangan gini yank" seru Rafa memeluk tubuh Arin agar Arin lebih tenang.
" Gue capek fa, gue mau tidur" teriak Arin melepas kasar pelukan Rafa.
" Kenapa malah marah sih? " seru Rafa heran.
" Lo pergi sana, gue ngantuk" teriak Arin.
" Aku suami kamu ya, jangan keterlaluan kamu ngomongnya" ucap Rafa sedikit berteriak menarik kuat tangan Arin yang hendak merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.
" Kenapa? bukan nya lo suka gue sebut nama dia? bukan nya lo masih ada rasa sama dia? lo pikir gue engga tahu lo hubungan sama dia? " seru Arin yang semakin emosi mengingat waktu ia menghampiri Rafa di kamar dan Rafa langsung mematikan ponselnya terkejut, tak lama ponselnya bergetar panggilan dari Kania yang tak sengaja Arin lihat di layar ponsel Rafa yang ia letakkan di samping duduknya waktu Arin masuk.
" Kania, Kania lagi! Kamu istri aku, aku sayang sama kamu! Kenapa dari tadi kamu terus sindir aku masalah Kania! " teriak Rafa yang mulai tersulut emosi.
" Basi lo" pungkas Arin lalu pergi meninggalkan Rafa dan membanting keras pintu kamar memutuskan pergi ke kamar sebelah.
Arin memasuki kamar yang terdapat di sebelah kamar nya dan menguncinya rapat dari dalam. Rafa yang langsung mengejar Arin langsung menggedor kuat pintu yang sudah di kunci rapat oleh Arin.
__ADS_1
" Buka pintunya!" teriak Rafa menggedor pintu kamar tersebut namun tak mendapat respon dari Arin. " Aku bilang buka! " tambah Rafa yang semakin emosi karena perkataan Arin tentang Kania dan berusaha mendobrak pintu kamar sampai terbuka.