SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 145


__ADS_3

Keesokan harinya, Rafa dan Alex sepulang kerja memilih untuk menemui Yessi di rumah Adi. Adi ataupun Yessi memang tak pernah menceritakan permasalahn mereka pada orang tua masing masing, meski Mama Adi sudah mencurigai adanya masalah di antara keduanya. Tapi baik Adi juga Yessi tak pernah mengaku sejujurnya, demi menjaga perasaan orang tua mereka masing masing.


Di kantor ketika istirahat, Adi sudah menceritakan segalanya. Bahkan Ia sudah juga bercerita jika dirinya sudah jujur sejujur nya pada Yessi tentang perasaan pada Arin. Ia juga mengatakan jika dirinya mencoba melupakan dengan menghapus segala hal tentang Arin, baik foto dan lainnya. Adi juga mengaku pada Yessi jika Ia tak mengingat adanya foto Arin di dalam almari pakaian. Namun Yessi tetap tak mempercayai hingga meminta Adi berjanji tak pernah lagi menemui Arin, atas keinginan Yessi. Dan di turuti saja karena ingin menjaga perasaan istrinya.


Rafa dan Alex sama sama tak mengerti mengapa Yessi tak bisa memahami walau sudah di jelaskan dengan sangat rinci oleh Adi, padahal Adi juga jujur akan alasan sebenarnya Dia menikah. Tapi dua sahabat yang tak mau kehilangan sahabat baiknya itu, memahami sikap Yessi dari sudut pandang perempuan sama halnya dengan Adi yang sudah mencoba memahami dari posisi Yessi.


Pukul 17.25, ketiga sahabat itu sudah tiba di rumah Adi, dan memint waktu sebentar pada Yessi yang kala itu tengah menyambut kedatangan Adi ke depan. Di teras luar rumah mereka mulai memberi penjelasan pada Yessi, yang untungnya Mama Adi tak ada di rumah karena tengah pergi arisan yang juga ada Mama Rafa dan Mama Arin dalam arisan tersebut.


" Yessi, bukan Kami mau ikut campur urusan rumah tangga Lo sama Adi, tapi karena ini juga ada sangkutan sama Arin makanya Gue harus ngomong ini " ucap Rafa dengan nada rendah ke arah Yessi.


" Iya, terus? " sahut Yessi menyimak.


" Adi emang suka sama Arin dari dulu, dan Gue baru tahu hal itu. Gue tahu Adi engga bisa lupain istri Gue, tapi sebagai seorang manusia hal tersebut Gue rasa wajar karena memang Arin cinta pertama Adi dan emang engga mudah buat lupain cinta gitu aja, karena Gue emang rasain hal itu juga dulu. Tapi gimana pun, Adi udah berusaha lupain Arin sebisa mungkin, kalau emang masih ada rasa ya emang wajar, karena urusan hati engga bisa Kita atur sendiri itu udah urusan perasaan. Tapi Gue harap Lo engga lagi nyoba buat jauhin Adi dari Kami, karena Aku, Arin, Adi dan Alex memang sudah terikat satu sama lain sebagai sahabat. Kalau udah Lo denger ini, masih tetep engga biarin Adi sama Kami, oke bisa di ngertiin hal itu. Tapi asal Lo tahu, Gue engga pernah minta Arin ataupun Adi saling jauh biarpun Gue tahu Adi ada rasa, dan Arin sendiri pernah ada rasa sama Adi " panjang lebar Rafa menjelaskan dengan hati hati.

__ADS_1


" Gue ngerti, dan Gue juga udah denger semua dari Adi sendiri. Gue cuma larang Adi ketemu Arin bukan Lo berdua, biar Adi bisa lupa sepenuhnya sama Arin" sahut santai Yessi.


" Maaf sebelumnya, tapi Gue rasa cara Lo salah. Lo engga bisa paksa orang buat buang perasaan dengan ngekang Dia, larang Dia ini itu, karena yang ada Adi bakal simpen kerinduan dan ngejalani hubungan tanpa ketulusan. Biarin Adi mau ketemu Arin atau gak, selama memang keduanya engga ada niatan buat jalin hubungan ya udah, gimana pun juga Adi udah nikah dan Arin udah nikah sama Gue, mereka engga mungkin main belakang. Kalaupun emang mau, udah dari dulu mereka lakuin hal itu, tapi sampai bertahun tahun engga ada hal itu terjadi dan Gue pastiin seribu persen ke Lo itu engga bakal terjadi. Tapi tetep balik lagi ke Lo, cuma emang satu yang Gue tegesin Kita engga bisa paksa perasaan orang lain " panjang lebar kembali Rafa menjelaskan.


" Tetep Gue engga akan pernah ijini Adi buat temenan lagi sama Adi " kekeh Yessi pada keputusannya, hanya bisa di balas hembusan napas kasar oleh Rafa yang merasa sia sia menjelaskan hingga mulutnya berbusa.


" Eh bocah, kalau Lo gini terus Lo bakal di tinggal laki Lo, jadi cewek kagak pengertian banget Lo " sahut Alex sudah kesal sendiri, diinjak kakinya oleh Rafa.


" Sebel Gue, di jelasin panjang panjang udah kaya tol kagak ngerti juga" jengkel Alex.


" Gue pamit ya " sopan Rafa dan mengikuti Alex yang pergi duluan memasuki mobil dengan kesal.


Adi hanya diam saja dari tadi tak ikut menjelaskan, karena sudah pernah mencoba namun nihil. Bahkan Rafa dan Alex pun merasakan hal sama seperti Adi, sampai Alex sendiri merasa jengkel, walau tadi semoat di wanti wanti Rafa agar tak ikut bicarakarena Alex tak pernah bisa bicara baik baik dan asal, meski memang ada benarnya.

__ADS_1


" Udah Kita masuk aja, mau gelap " ucap Adi merendahkan nada menuntun Yessi masuk.


Yessi tetap diam mencerna semua perkataan Rafa juga Alex, tapi Ia tetap tak mau jika Adi harus bertemu, berteman bahkan bersahabat dengan Arin, yang Ia anggap akan menumbuhkan kembali perasaan Adi semakin kuat jika masih bertemu dengan Arin.


" Aku siapin makan buat Kamu " ucap Yessi menghentikan langkah.


" Engga usah, udah makan tadi. Banyak kerjaan yang harus Gue kerjain, besok harus selesai " jawab kembali Adi nasih dengan nada rendah.


" Ya udah, Aku butin kopi aja ya " ucap kembali Yessi menawarkan


" Iya, thanks. Gue ke atas dulu " sahut Adi dan melangkah pergi.


Adi tak mengerti lagi bagaimana bisa Dia menjelaskan jika Yessi tetap pada keputusannya sendiri. Tapi bisa terbuka dan mengatakan segalanya pada Rafa juga Alex, cukup membuatnya lega dan menjadi penguat untuk menghadapi kehidupan rumah tangganya.

__ADS_1


Walaupun tak bisa bertemu dengan keduanya selain di kantor ataupun kampus, dan menghubungi tiap waktu. Karena Ia tetap harus menjaga perasaan Yessi di saat istrinya itu tengah hamil. Tapi dalam hati terdalam, Adi berharap jika Yessi akan bisa merubah keputusannya melalui penjelasan Rafa.


Di dalam perjalanan, Alex tak henti merasa kesal. Meluapkan segala emosinya sendiri, sampai tak diijinkan Rafa untuk mengemudi karena emosi meluap luap dari sahabatnya. Sikap ceplas ceplos Alex memang selalu memancing emosinya sendiri. apalagi ketika Ia harus menghadapi orang orang keras kepala. Mereka memahami betul watak dingin dan pasif Adi selama ini, yang mungkin belum di ketahui oleh Yessi. Saking dingin dan pasifnya, Ia tak pernah bisa menyatakan perasaan dari Dia pertama kali mencintai Arin, dan pernah dipaksa sekali oleh Alex namun kembali down akan penolakan Arin dengan alasan dirinya adalah sahabat Rafa, yang merupakan musuh besar Arin. Meski saat Adi mengatakan hal itu, Arin juga memiliki perasaan sama pada Adi.


__ADS_2