SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 80


__ADS_3

Sepulangnya sahabat mereka juga orang tua Rafa yang masih harus membeli banyak barang bersama orang tua Arin meninggalkan Arin, Rafa dan juga Alka di apartemen. Rafa menyuapi Arin makan karena rasa sakit usai melahirkan masih di rasakan oleh istrinya hingga belum bisa bebas untuk bergerak. Arin yang merasakan keanehan suaminya mulai membuka pembicaraan karena merasa sangat aneh dengan sikap Rafa yang selalu melamun seakan memikirkan sebuah beban yang berat.


" Yank, Aku boleh tanya sama Kamu? tapi Kamu harus jujur ya " ucap Arin menghentikan tangan Rafa yang hendak menyuapkan makanan.


" Iya yank, tapi sama makan ya. Kamu harus makan yang banyak kan Kamu harus kasih ASI buat Alka " sahut Rafa karena tangan nya di hentikan oleh Arin dan memaksa istrinya untuk membuka mulut kembali.


" Kamu ada masalah kan yank? cerita sama Aku. Aku engga mau lihat Kamu kaya gini yank, dari Aku mau lahiran sampai sekarang loh " tanya Arin dengan mengunyah makanan nya.


" Engga ada sayang, perasaan Kamu aja sih itu " sahut Rafa yang masih memilih bungkam tentang apa yang menjadi beban pikirannya.


" Bohong! Kamu engga suka ya Alka lahir? atau Kamu engga suka Aku lahiran terus masih selamat, masih hidup? atau Aku harus bunuh diri gitu biar Kamu seneng? " ucap Arin yang malah membuat Rafa jengkel.


" Yank! Apa sih ngomong nya jadi kaya gini? Aku seneng Alka lahir, Aku seneng Kamu selamat karena semua itu harapan Aku biar Kita bisa terus bareng sama Kalian dan anak anak Kita nanti, jangan mikir macam macam karena Aku engga mau kehilangan Kamu! " jawab Rafa dengan nada kesal dan tegas.


" Terus apa? kenapa Kamu terus aja kaya gini, ngelamun tiap hari pikiran Kamu kemana mana cuma badan Kamu aja yang disini. Atau Kamu mikirin cewek lain ya? iya kan? " tanya Arin semakin curiga terhadap Rafa dengan nada jengkel.


" Engga ada, sumpah engga ada cewek lain dan engga akan pernah ada " sahut Rafa meletakkan piring berisi nasi milik Arin.

__ADS_1


" Suapin Aku masih lapar " seru Arin karena Rafa berhenti menyuapinya dan malah meletakkan piring di meja.


Rafa mengambil kembali piring berisi makanan untuk Arin dan kembali menyuapi istrinya yang masih cemberut dengan tatapan jengkel.


" Udah dong yank, Alka lagi tidur jangan berantem" pinta Rafa lembut.


" Udah Kamu diam, Aku engga mau ngomong sama Kamu. Besok Aku sama Alka pindah ke rumah mama sekalian ada yang bantu rawat Alka daripada di sini Kamu ngelamun aja bikin eneg tau lihatnya. Urus diri Kamu sendiri engga usah peduli sama Aku atau Alka lagi " ucap Arin jengkel tak sekalipun menatap Rafa.


" Yank! oke Aku cerita sama Kamu, Adi suka sama Kamu dan Dia engga mau nikah karena masih suka sama Kamu. Aku bingung harus gimana hadapi ini, Aku sayang Kamu tapi Aku juga sayang sama Adi karena Dia sahabat Aku dari kecil dan Aku engga pernah tahu kalau Dia suka sama Kamu, cinta sama Kamu dari dulu " jelas Rafa menceritakan semuanya karena tak ingin Arin dan anaknya pergi karena setiap kali Arin memutuskan pasti akan Ia lakukan.


" Terus Kamu mau kasih Aku ke Adi gitu? Kamu pikir Aku barang habis puas Kamu pakai terus Kamu lempar gitu aja " jengah Arin.


" Sayang, dengar Aku istri Kamu dan sekarang ada Alka di hidup Kita. Aku engga akan mungkin suka sama orang lain, dan Adi juga sahabat Kamu jadi engga mungkin Dia rebut Aku dari Kamu yank. Kita engga bisa kendalikan perasaan siapapun, kalau ada yang suka sama Aku atau Kamu yaudah biarin aja itu urusan mereka yang terpenting Kita bukan orang orang lain" jelas Arin memegang kedua pipi suaminya dengan tatapan lembut yang meyakinkan.


" Kamu engga percaya sama Aku? Kamu engga percaya sama sahabat Kamu? " tambah Arin dengan masih menatap wajah sedih Rafa.


" Aku percaya yank "jawab Rafa lirih.

__ADS_1


" Kalau Kamu percaya, jangan Kamu berpikiran seperti ini. Kalau emang Adi mau rebut Aku kenap engga dari dulu aja? toh Aku dekat sama Dia, kenapa Aku engga jalanin aja hubungan sembunyi sembunyi sama Dia, Kamu juga engga akan curiga karena Dia sahabat Kamu. Itu karena memang Kita engga ada niat buat jalin hubungan apapun selain persahabatan yank. jangan buat jarak antara Kamu sama Adi, dan juga sama Aku karena pemikiran Kamu yang engga akan pernah terjadi " jelas Arin panjang lebar memberikan pengertian pada suaminya.


" Maafin Aku yank, Aku terlalu takut kehilangan Kamu dan merasa bersalah sama Adi sampai Aku jadi kaya gini " sahut Rafa merasa bersalah pada Arin karena pemikirannya yang terlalu berlebihan.


" Aku sayang Kamu, Aku cinta sama Kamu dan Kamu Ayah dari anak Aku. Kamu jodoh yang dipilih Tuhan buat Aku, dan Adi sahabat Kamu yang engga akan sakiti Kamu. Coba Kamu pikir buat apa Dia cari Aku mati matian buat Kamu waktu Aku kabur ?kalau emang Dia mau sakiti Kamu yaudah Dia engga akan cari Aku dan biarin Kamu menderita aja biar Dia bisa sama Aku dan tinggal jelek jelekin Kamu ke Aku dalam kondisi Kita yang lagi renggang dulu " tambah Arin yang membuat Rafa merasa sangat bodoh sudah mencurigai sahabat dan istrinya sendiri.


Rafa mulai mengurai air mata bersalah dan memeluk tubuh Arin meminta maaf karena kebodohan nya. Hatinya kini merasa sangat lega dan beban pikiran nya hilang mendengar penjelasan Arin yang memang benar. Rasa sayang nya ke Arin yang membutakan mata hatinya untuk melihat betapa baiknya Adi dan setianya Arin padanya.


" Maafin Aku yank" seru Rafa memeluk Arin.


" Aku bodoh curiga sama kalian, terimakasih Kamu udah buka hati sama pikiran Aku " tambah Rafa masih memeluk Arin.


" Jangan kaya gini lagi yank, kasihan Adi kalau Kamu harus cemburu dan curiga sama Dia. Dia sahabat Kamu dari kecil " pinta Arin tak ingin suaminya bersikap tak adil pada persahabatannya.


" Iya sayang " sahut Rafa mengangguk dan mengerti akan kesalahan bodohnya.


" Yaudah, sekarang Kamu ambil makan lagi soalnya Aku masih lapar yank " ucap Arin melihat piringnya yang telah kosong.

__ADS_1


Mendengar ucapan Arin, Rafa tersenyum dan mencubit gemas kedua pipi chubby Arin lalu beranjak mengambilkan makan untuk istrinya lagi. Hatinya yang sudah lega bersama dengan pikirannya membuat Rafa merasakan kedamaian dan tak akan pernah mencurigai lagi sahabat serta istrinya juga berharap jika Adi bisa menemukan seseorang yang membuatnya mampu melupakan Arin selamanya.


__ADS_2