SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 99


__ADS_3

Usai menikmati sarapan bersama, mereka memutuskan untuk duduk di atas karpet di ruang tengah yang telah di gelar Rafa untuk mengajak putranya bermain. Karena memang tak ada yang memiliki kegiatan pada hari libur mereka, untuk itu semuanya lebih memilih menghabiskan waktu bersama Alka.


Buah serta kue sudah tersedia di meja yang sudah ditarik Rafa mendekat ke dinding, demi melindungi putranya dari benturan. Kejenakaan Rafa, Alex dan Adi tak hanya mampu membuat Alka tersenyum, namun juga Arin dan kedua mertuanya.


" Baru Lex? " tanya Mama Rafa mengintip ponsel Alex yang tengah membalas pesan dari Viona.


Dengan senyum malu malu Alex menatap Mama Rafa seraya menggaruk tengkuknya. Kedekatannya dengan mantan calon tunangan sahabatnya itu, semakin hari tanpa mereka sadari telah menjadi sebuah candu yang membuat keduanya sama sama sering merasa gelisah jika tak ada kabar dari salah satunya.


Adi dan Rafa mendukung saja apapun pilihan Alex, namun tetap mengingatkan sahabatnya agar lebih dulu mengenal lebih dalan siapa yang tengah dekat dengannya. Kedua sahabat akrab itu tak ingin jika Alex jatuh kedalam lubang yang sama. Masa masa pendekatan Alex pada Viona sangat Ia nikmati, bahkan tak segan laki laki yang akan menghadapi sidang perceraian nya itu untuk menceritakan semua bebannya pada Viona.


Viona mampu bersikap lebih dewasa dari usianya, meski tak jarang juga menunjukkan sikap manja pada calon dudu muda itu. Setiap kali berbicara dengan Viona, perasaan damai seakan kehilangan segala beban yang membuatnya begitu nyaman berlama lama berkomunikasi pada gadis yang tengah sibuk dengan segala jadwal pemotretan.


" Cantik ya Lex, kelihatan dewasa. Kenal dari mana? " tanya kembali Mama Rafa yang sudah memegang ponsel Alex dan mengamati foto Viona dari galeri Alex yang sengaja Ia minta.


" Hehehe mantannya Adi tante " sahut Alex cengengesan dengan wajah malu, mengejutkan kedua orang tua Rafa dan juga menantu mereka.


" Lah kapan punya cewek Lo Di? udah punya mantan aja? " terkejut Arin tak pernah melihat sahabatnya dekat dengan siapapun.


" Iya, kapan Kamu punya pacar Di? " tambah Mama Rafa juga terkejut.


" Bukan mantan pacar Tante, itu cewek pernah mau dijodohkan sama Aku tapi Aku nya engga mau, eh malah si Bambang yang suka sama Dia " jelas Adi masih membungkuk menggoda Alka yang di pangku oleh Ayahnya.

__ADS_1


" Iya Ma, jadi mereka tuh ketemu di kafe terus nyambung aja sampai sekarang. Kan Mama juga tahu sendiri si Bambang engga pernah bisa jauh dari cewek, gatel tuh bibirnya kalau engga ngomong manis sama cewek sebentar aja " tambah seorang Ayah muda yang sigap menjaga tubuh putranya.


" Lah terus si Adi sama siapa kalau Viona sama Alex? " tanya Mama Rafa ingin tahu.


" Si Adi sama Yessy ma, tuh teman Arin latihan muathay " santai Arin sambil terus mengunyah keripik dari tadi.


" Kagak! enak aja Lo jodoh jodohin Gue! Gue setia nunggu jadi yang kedua dari Lo" celetuk Adi asal membuat kedua orang tua Rafa menggelengkan kepala karena seringnya mendengar ucapan Adi menggoda seperti itu.


" Kedua gigi Lo lebar?! " jengkel Rafa menatap tajam sahabat yang mulai cengengesan bersama Alex.


" Nih anak emang kagak tahu malu, sumpah banget kagak tahu malu nya " celetuk Alex di sela tawa mendorong lirih tubuh sahabatnya yang suka menggoda Rafa dengan celotehannya.


" Kagak minat Gue Di, kecuali tuh sih Chan Yeol yang ajak Gue mendua baru deh Gue mau " terkekeh Arin tak menyadari lirikan suaminya.


" Ngomong lagi yank, ngomong lagi. Aku bakar tuh semua korea korea Kamu " jengkel Rafa selalu menjadi ketiga setelah Alka dan boyband juga drama korea.


" Beli lagi, iya gak Ma " sahut Arin sudah berhasil melepas kepala dan ber hi five bersama Mama mertua yang juga sama sama menyukai semua berbau Korea, bahkan sering menangis bersama ketika menonton drama Korea.


" Mertua sama menantu sama aja " gumam Papa Rafa juga sama jengkelnya dengan Rafa ketika istrinya lebih fokus dengan mengagumi drama korea setiap hari, hingga melupakan keberadaan suaminya.


Arin dan mertuanya memang begitu dekat dan mempunyai selera sama dalam banyak hal. Tak jarang membuat Rafa dan Papa nya harus menjaga Alka bersama ketika keduanya tak mau di ganggu saat menonton drama Korea bersama. Papa dan anak yang selalu merasa tersingkir itu tak jarang memutus saluran TV kabel ataupun menyembunyikan kaset korea keduanya, ketika mereka ingin menghabiskan waktu bersama istri istri mereka.

__ADS_1


" Kalau aja bini Gue bisa dekat sama emak Gue kaya Lo Rin " sendu Alex merasa iri akan kebahagiaan sahabatnya yang bahkan bisa menghapus jarak antara menantu juga mertua.


" Udah kagak usah lemper gitu Lo " celetuk Adi membuat tatapan tanya semua orang.


" Baper ****! lemper tuh makanan! pantes Arin kagak doyan sama Lo. orang Lo **** banget " protes kesal Alex mendorong kuat tubuh sahabatnya hingga terhempas ke lantai diiringi tawa semuanya.


" Ih Gue singiji, mau apa Lo? " kembali Adi membuat plesetan kata yang selalu membuat Alex juga Rafa kesal karena harus berpikir.


" Sengaja! " jengkel Rafa singkat seraya berteriak, langsung memecahkan tangis Alka yang terkejut.


" Nah Lo, nangis kan tuh kagak rela Gue di bentak " seru Adi melihat Alka memecahkan tangis yang langsung di gendong Rafa sambil di ayun ayunkan agar anak nya tenang.


" Udah biarin aja, urusan Ayah sama anak itu " terkekeh mama Rafa mencegah menantunya yang ingin meraih tubuh Alka.


Tangisan kuat Alka membuat Rafa kebingungan cara untuk menenangkan putra satu satu nya itu. Namun tak ada satupun membantu Ayah muda yang sudah mengeluarkan keringat di wajah karena tak bisa mengatasi tangis anaknya.


Dengan sengaja lainnya melanjutkan berbincang, membiarkan Rafa terus berusaha karena memang Ia yang membuat putranya terkejut dan menangis.


" Yank, bantuin " memelas Rafa masih mengayun tubuh putranya.


" Engga! Kamu yang buat nangis harus Kamu yang tenangin! " tegas Mama Rafa sengaja menahan menantunya.

__ADS_1


" Mama jahat banget sih " jengkel Rafa di tertawakan kedua sahabatnya.


Rasa tak tega Arin namun tak bisa bergerak karena tangan mertua terus memegangi pundaknya agar tak pergi. Suami begitu kualahan dengan putranya terus menangis membuat Arin tak kuasa melihat kedua lelaki yang begitu berarti dalam hidupnya saat ini. Dengan memasang wajah memelas seraya memohon ke arah Mama mertua yang sudah tak tega pada cucunya itu, Arin bergegas berdiri dan meraih tubuh Alka usai pundak dilepaskan oleh mertuanya. Hanya sebentar saja Ibu muda itu menggendong, sudah berhasil membuat bocah kecil yang makin hari terus dekat dengan bunda nya itu tenang melegakan Rafa yang duduk dengan peluh bercucuran.


__ADS_2