SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 140


__ADS_3

" Nguping Lo?! " tegur Alex sudah menutup sambungan video call dan menghampiri Rafa.


" Lah nih Gue bawa buat bini Lo, ngapai Lo makan?! " tegur kembali Alex menarik piring berisi udang tepung kesukaan Arin.


" Tuh minum kopi, ribet banget cuma makanan doang. Adi engga kesini? tumben banget biasanya ada Lo pasti ada Adi " sahut Rafa sambil memegang satu udang sudah Ia gigit.


" Makasih cinta buat kupi nya, love you deh " senyum Alex mencubit gemas dagu Rafa.


" Tuh bocah semenjak nikah mana pernah nongol lagi, sibuk ama kendinya kali. Eh Fa, Gue mau nanya sama Lo boleh kagak? " tambah Alex sudah duduk di depan sahabatnya.


" Apaan? nanya ya udah tinggal nanya" sahut santai Rafa measukkan sisa udang di tangannya, lalu beranjak mencuci tangan.


" Menurut Lo nih, orang udah nikah tapi masih suka sama orang lain tuh boleh gak sih? menurut Lo, pandangan Lo sebagai pakar perkendian nih " bicara Alex di timpuk oleh Rafa.


" Pakar kepala Lo! menurut Gue sih wajar aja, namanya perasaan urusan hati emang rumit juga kagak bisa di kendaliin. Lo juga tahu dulu Gue nikah sama bini Gue, masih punya perasaan tuh sama Kania. Bini Gue juga tahu itu, Dia juga masih jalan sama cowoknya waktu Kita nikah. Tapi lambat laun juga perasaan itu ilang sendiri dan cuma buat pasangan doang, siapa sih? " panjang lebar Rafa dan mulai penasaran.


" Kagak ada, Gue takut aja pas udah nikah masih ada bekas bekas suka sama si mantan tuh " kilah Alex tak ingin mengatakan jika yang di maksud adalah Adi.


" Elah Lo " santai Rafa sedikit malas ketika harus membahas masalah Reta.


" Lo kagak sakit hati gitu pas tahu Arin masih cinta sama mantannya? " tanya kembali Alex.


" Ya sakit lah, tapi mau di apain lagi. Namanya perasaan mana bisa Kita paksa sih, kagak bisa langsung juga buat lupa orang namanya cinta urusannya hati. Gue biarin aja tapi tetep yakinin bini Gue, kalau Gue cinta sama Dia dan akhirnya ya kaya gini " santai Rafa menjelaskan, di mengerti oleh Alex.


Arin yang sudah segar tak bisa tidur kembali, menghampiri keduanya di meja makan dan mencium pipi suaminya lalu duduk. Menyapa Alex dengan sedikit tepukan ringan pada pundak laki laki sudah menyiapkan banyak menu makan untuk di makan bersama.


Arin mengambilkan kedua laki laki di meja makan itu nasi, dan mengisi dengan sayur agar keduanya bisa langsung menikmati. Mereka menikmati makan sarapan bersama dengan pembahasan ringan yang terlontar, menambah suasana akrab juga menyenangkan pagi ini.


Di rumah Adi, Ia sudah dari pagi merebahkan diri di sofa menunggu hingga waktu sarapan. Yessi dan Mamanya sudah sibuk di dapur menyiapkan makan untuk laki laki tengah jenuh tersebut. Tahu jika Alex dan Rafa tengah menikmati makan sarapan bersama dengan Arin melalui postingan Alex, Ia merasa iri dan ingin bisa kembali merasakan hal seperti itu.


Arin juga mempost yang sama seperti Alex menunjukkan kebersamaan mereka bertiga, makin membuat Adi ingin pergi dan berkumpul seperti dulu. Membawa makanan dan menikmati bersama, namun status barunya tak bisa membuat dirinya bebas pergi sesuka hati. Wajah masam dengan kejenuhan kuat melanda terlukis jelas dalam ekspresi Adi yang asik dengan ponsel di tangan nya.


" Makan yuk " ajak Yessi menghampiri, dengan malas Adi beranjak dan berjalan ke ruang makan.


" Pagi pagi wajah udah di tekuk aja kaya baju " celetuk Mama Adi melihat wajah putranya yang tak semangat.


" Bosan Ma di fmrumah aja engga ngapa ngapain " sahut Adi menarik kursi dan duduk, usai mengambil sendiri makan untuk dirinya.


" Ya keluar sana kencan sama Yessi, dari pada suntuk di rumah " ucap Mama Adi.


" Engga ah, mending di rumah dari pada keluar berdua aja " malas Adi menyahut dan memulai makan.


" Namanya kencan ya berdua, masa kencan rame rame jadinua demo " celoteh Mama Adi tersenyum.


" Telponin Alex sama Rafa gih Ma biar kesini, semenjak Aku nikah mereka engga ada yang berani kesini " pinta Adi seraya berharap.


" Kalau Alex boleh Di, tapi kalau Rafa mending jangan deh biarin Dia sama anak istrinya aja, kan udah lama juga mereka ditinggal " sahut Mama Adi.

__ADS_1


" Orang mereka bertiga sekarang lagi sarapan di tempat Rafa " malas Adi menjawab.


" Ya Kamu kesana aja engga apa apa kok Di, Aku biar di rumah sama Mama " lembut Yessi.


" Engga usah, makanya Lo tuh deket gitu sama temen temen Gue biar enak gaulnya kaya Rafa tuh, bini nya dekat sama semuanya jadi enak gitu kalau mau gabung nongkrong. Lo kaku banget jadi orang, jadinya mereka kan segn mau main kesini " ucap Adi tanpa menatap ke arah Yessi, di tendang kakinya oleh Mamanya sendiri.


" Sakit Ma! emang ada yang salah? emang mereka segan but kesini gara gara Aku udah nikah kok. Lihat aja tuh Rafa sama Alex mana pernah mereka kesini? telpon aja engga sekarang " ucap Adi merasakan perbedaan kedua sahabatnya.


" Mungkin bukan segan Adi, tapi mereka engga mau ganggu Kamu kan baru nikah juga " ucap Mama Adi menjaga perasaan menantunya.


Adi tak lagi menjawab dan melanjutkan makan. Memang Rafa dan Alex tidak pernah lagi terlihat datang ke rumah Adi semenjak sahabatnya itu menikah. Keduanya tak mau mengganggu hubungan sahabatnya yang baru di bangun, karena ketika bersama mereka sering lupa dengan keadaan sekitar.


Tapi Adi merasa jika dua sahabatnya seakan menjauh, yang biasanya langsung datang tanpa ijin hanya untuk numpang makan dan main game, sekarang sudah tak ada lagi kemunculan batang hidung dua sahabatnya itu.


Merasa sangat merindukan kebersamaan mereka bersama dan candaan gila mereka, Adi merasa hidupnya terlalu membosankan ketika sudah menikah. Mencoba membandingkan antara pernikahan Rafa dan Arin yang berjalan asik dan santai, pernikahannya jauh dari kata itu. Karena memang Yessi gak begitu dekat dengan Rafa ataupun Alex, yang terkadang membuat Adi merasa tak nyaman.


***


Berbulan bulan berlalu hubungan Yessi juga Adi tetap sama tanpa sedikitpun perubahan. Namun mereka sama sama bertahan dan mencoba terus menjalani hubungan pernikahan mereka bersama. Hubungan Adi dan Rafa juga Alex pum seakan kian merenggang karena hanya bertemu di temoat kerja ataupun kampus saja.


Hingga akhirnya Alex melakukan lamaran di Bali pun, Adi tak mengetahui hal itu karena Alex sengaja tak mau memberi tahu sahabatnya. Alex tahu jika hubungan Adi juga Yessi tak begitu membaik, hingga Ia tak bisa mengajak Adi pergi bersama dengan keluarganya. Hanya Rafa dn Arin yang diminta menemani dirinya, tanpa adanya Alka yang mulai bis berjalan dan tak diijinkan naik pesawat karena ka aktifan bicah kecil itu, takut membuat kedu orang tuanya kualahan ketika di pesawat.


Restu yang Ia dapat usai menanti cukup lama, membahagiakan Alex juga Viona yang sudah sangat ingin menyatukan hubungan mereka dalam ikatan suci pernikahan. Bahkan karena tak ingin terlalu lama, kedu keluarga langsung mengadakan pernikahan sederhana untuk Alex dan Viona di Bali setelah tiga hari dari hari mereka lamaran.


Hanya sebuah pernikahan tanoa ada resepsi dan hanya makan malam keluarga saja yang di adakan, karena Alex tak mau mengadakan resepsi sama halnya dengan Viona. Mereka sepakat mengesahkan hubungan tanpa adanya pesta, mengingat hububgan Adi yang membuat keduanya tak bisa mengadakan pesta. Alex sendiri tak mau bahagia ketika sahabatnya tengah banyak masalah.


Mami Alex mendukung penuh keputusan putranya, apalagi Ia tahu jika apartemen yang dulu di tempati Reta sudah menjadi milik orang lain. Mami Alex ingin anaknya menjalani pernikahn seperti Rafa yang mandiri dan santai, tanpa adanya orang tua tinggal bersama.


***


Pagi hari pukul 07.00, Alex masih terlelap dengan Viona mendekat oada tubuh suaminya itu. Tangan lembut memainkan rambut suaminya, dengan sesekali mencium pipi laki laki mulai membuka mata pelan.


" Pagi sayang " sapa Viona memeluk tubuh suaminua, dan dibalas ciuman di atas kening.


" Enak banget baru tidur ada yang peluk gini " ucap Alex parau semakin mengeratkan pelukan, dengan Viona tersenyum di depan dada suaminya.


" Kok gak pakai baju? belum di cuci? "tambah Alex menggoda.


" Emang mau di giling bareng mesin cuci Kamu ya " senyum Viona.


" Numpang makan sama Rafa yuk? " senyum Alex mengembang lebar, memainkan alis di balas senyum juga anggukan kepala istrinya.


" Ngirit sayang buat buka cabang baru " tawa Viona lebar.


" Cerdas deh, suka banget " celoteh Alex.


Keduanya cepat bergegas mandi bersama agar tak keduluan Rafa makan sarapan. Alex dan Viona sama sama tak bisa masak, dan sering numpang makan di rumah Rafa semenjak Alex mulai menempati apartemen sebelum dirinya menikah.

__ADS_1


Keduanya sudah siap, dan langsung menuju apartemen Rafa memencet bel yang cepat di buka oleh Rafa dengan celemek masih melekat pada tubuh nya.


" Siapa yank? " teriak Arin dari dalam dapur.


" Tukang numpang makan " sahut Rafa pada dua orang yang tersenyum sambil merangkul di depan pintu.


" Bilangin engga nerima sumbangan, suruh pergi aja " teriak Arin lagi dari dalam dapur masih mengaduk sayur di atas kompor.


Alex dan Viona menetobos masuk ke dalam melewati tubuh Rafa begitu saja. Viona langsung ke dapur menghampiri Arin melihat apa yang sepasang suami istri itu masak.


" Kan Gue udah bilang engga nerima sumbangan " ucap Arin di pukul Viona tepat di pundaknya.


" Sialan Lo, masa wajah cantik gini Lo bilang tukang cari sumbangan?! " celetuk protes Viona, di tertawakan lirih oleh Arin.


" Girengin itu dong, tapi awas Lo gosongin lagi " ucap Arin menunjuk tempe juga ayam yang sudah di bumbui.


" Siap bos, nanti waktu ngkat kasih tau ya " sahut Viona tersenyum dengan tangan hormat.


" Oke dewi kuan in " jawab senyum Arin.


" Alex cupatkai, terus Raf kera sakti nya ya " tertawa viona bersma Arin.


Kedua orang itu tiba tiba saja akrab semenjak di Bali. Kegilaan Alex yang menular pada Viona memudahkan mereka untuk bergaul bersama, terlebih mereka sering menghabiskan waktu bersama.


Rafa dan Alex menunggu di ruang tamu menjaga Alka yang sibuk berjalan kesana kemari dari tadi bangun tidur. Kelucuan bocah baru bisa jalan itu, membuat Rafa dan Alex tertawa sendiri ketika Alka terjatuh saat mencoba berjalan.


30 menit menyiapkan masakan, kedua orang di dapur menata masakan mereka bersama.


" Sayang, makan " seru keduanya memanggil sumi mereka masing masing.


" Alka, ayo makan. Kejar Ayah " ucap Rafa berlari kecil dengan putranya mengikuti di belakang.


Alex terbahak sendiri melihat langkah Alka dengan tubuh gemuk mencoba mengejar Ayahnya.


" Tega banget Lo Fa " ucap Alex menolong Alka yang terjatuh menabrak kaki Ayahnya, malah di tertawakan Rafa, Arin juga Viona.


" Lampu rem nya Ayah mati, maafin ya " ucap Rafa di sela tertawanya.


" Bapak Lo kagak sehat mentalnya, ikut Mama sama Papa aja ya " celetuk Alex menggedong tubuh Alka.


" Jangan dong, nanti Kamu di ajakin nebeng makan kesana kemari jadinya kurus " goda Rafa tersenyum, di pukul oleh Alex keras.


" Tenang Alka, minggu ini giliran Papa belanja, jadi Papa belikan daging yang banyak biar Alka tambah gendut " goda Alex mencubit gemas pipi tembam Alka.


" Sayang catat semua yang habis, nanti Kita belanja bareng berlima " ucap Alex kembali ke arah istrinya.


" Siap sayang " sahut Viona diiringi gelengan kepala Arin juga Rafa.

__ADS_1


Meski terkesan menumpang makan, tapi dua pasang suami istri itu mempunyai jadwal belanja seminggu sekali yang mereka bagi, dengan Rfa dan Arin yang memasak setiap hari. Kelimanya memulai sarapan bersma dengan Alka sudah di biasakan makan sendiri walau selalu berantakan, dan membuat Bundanya siap membersihkan makanan di lantai.


__ADS_2