
Perlahan Rafa mengangkat tubuh Arin dan memindahkannya ke kamar mereka dengan Rafa yang menemani di samping nya. Rafa yang sudah merebahkan diri di atas tempat tidur bersama Arin di kamar mereka mengusap lembut pipi Arin yang ia tampar tadi " Maafin aku yank, aku engga tahu kenapa bisa semarah ini sampai pukul kamu. Maaf yank" seru Rafa pelan lalu mengecup pipi Arin lembut. " Kenapa aku sebodoh ini sampai harus tampar istri aku, kenapa aku bisa se emosi ini" batin Rafa menyesal. " Aku janji engga akan pernah lakuin hal bodoh ini lagi yank, aku akan jaga kamu sama anak kita dan engga akan lagi sakitin kalian. Maafin aku yank" pinta Rafa pelan disamping Arin yang sudah terlelap.
" Maafin ayah nak, kamu harus baik baik di sana" seru Rafa mengusap lembut perut Arin.
Rafa pun mulai terlelap bersama Arin dengan jari jari yang ia sisipkan di antara jari Arin.
Pukul 5 pagi Rafa yang sengaja lebih dulu bangun bergegas ke kamar mandi lalu turun ke dapur memasak sarapan untuk istri nya dan membersihkan apartemen. Usai semua di kerjakan ia kembali ke kamar untuk melihat apakah istrinya sudah bangun atau belum. Sesampainya di kamar Rafa mendapati Arin yang masih berbaring berbalut selimut dengan ponsel milik Rafa di tangan nya.
" Pagi sayang" sapa Rafa lalu duduk di ujung tempat tidur di samping Arin membiarkan istrinya mengecek ponsel milik nya " Pagi anak ayah" sapa Rafa mencium perut Arin.
Arin yang masih fokus melihat isi ponsel suami nya tak bergeming sedikit pun dengan sapaan Rafa di samping nya.
" Aku udah masak buat kamu yank, habis ini kita sarapan terus ke dokter ya yank" ucap Rafa lembut.
" Kenapa Kania tahu nomor kamu? " tanya Arin datar.
__ADS_1
" Ini kan nomor lama yank, jelas dia tahu nomor aku" jelas Rafa singkat
" Kenapa kamu masih simpan nomor dia? kenapa kamu engga ganti nomor? kamu masih berharap sama dia? " tanya Arin yang mengharapkan penjelasan Rafa.
" Kamu mau aku jujur apa bohong sama kamu yank? " tanya Rafa menatap istrinya yang masih mengecek ponsel nya dengan tiduran.
" Jujur, aku engga suka di bohongi" jawab Arin sinis.
" Kalau aku jujur, kamu janji engga akan marah sama aku? "tanya Rafa takut jika Arin marah seperti semalam.
" Oke aku jujur sama kamu, aku engga ganti nomor dan gak hapus nomor dia karena aku masih berharap dia untuk bisa balik sama aku, tapi itu dulu sebelum aku punya perasaan sama kamu yank" jelas Rafa.
" Sejak kapan kamu punya perasaan sama aku dan berhenti berharap sama dia? " tanya Arin datar.
" Kamu ingat gak pas kamu pergi waktu kita pertama nikah? saat itu mungkin aku udah suka sama kamu. Dan waktu kamu kembali perasaan itu terus bertambah dan ketika kita melakukan hal itu untuk pertama kali di sofa, perasaan aku ke kamu jadi lebih kuat dan terus bertambah sampai sekarang tanpa aku bisa buat kendalikan lagi perasaan ini yank" jelas Rafa panjang lebar.
__ADS_1
" Jadi waktu kita pertama nikah kamu masih berharap sama Kania? tanya Arin lagi.
" Iya yank, aku masih terus berharap dia bisa balik ke aku dan nikah sama aku meski itu aku udah nikah sama kamu. Tapi semua berubah pas aku sadar aku mulai cinta sama kamu" jelas Rafa.
" Sekarang perasaan kamu ke dia gimana? " tambah Arin penasaran dan meletakkan ponsel Rafa setelah puas melihat semua pesan dan telfon Kania tak satu pun di hiraukan suami nya.
" Bohong kalau aku bilang sama sekali engga ada yank, Aku seneng dia balik ke sini karena memang masih ada sedikit perasaanku ke dia tapi itu engga ada apa apa sama perasaan aku ke kamu, karena memang dia orang pertama yang aku cintai dulu tapi aku engga ada niat mau balik sama dia karena aku udah engga bisa tanpa kamu lagi, aku sayang kamu aku cinta kamu sekarang dan seterusnya akan tetap begitu dan juga kita akan punya anak yank" jelas Rafa panjang lebar.
" Kalau aku engga hamil apa kamu akan tinggalin aku dan balik sama dia? "tanya Arin lagi.
" Engga, ada anak kita atau gak aku akan tetap sama kamu karena kamu yang ada di hidup aku sekarang. Aku sering mohon ke kamu untuk kamu jangan pernah tinggalin aku karena memang aku engga bisa lagi gak ada kamu" jelas Rafa meyakinkan Arin.
" Aku takut kamu kembali sama dia yank, aku engga mau kamu pergi. Aku pikir aku bisa lepasin kamu buat dia tapi ternyata aku engga bisa yank" ucap Arin meraih tubuh Rafa dan mulai memeluknya.
" Aku engga akan pernah balik sama dia yank, kamu percaya sama aku. Tuhan menitipkan anak di rahim kamu untuk lebih memperkuat hubungan kita, aku mohon kita jangan lagi bertengkar karena masalah seperti ini yank. Kita bisa bicarakan semua baik baik, kamu harus jaga kesehatan kamu dan anak kita jangan terlalu stres mikir yang engga penting, mulai sekarang kita fokus sama pernikahan kita dan anak kita ya yank" ucap Rafa panjang di pelukan Arin.
__ADS_1
" Iya yank" jawab Arin pelan dengan terus memeluk suami nya.