
Pukul 08.00 Rafa dan Arin yang masih berada di atas tempat tidur karena mereka memiliki jam kuliah yang sama yaitu jam 10.00.
" Yank, jangan gini dong geli aku" protes Arin karena tangan Rafa mengusap usap perut buncit Arin di balik dress tidur nya.
" Aku pegang anak kita bukan kamu yank" kilah Rafa menyeringai yang hanya dibiarkan saja oleh Arin sesuka hati suaminya meski sedikit risih karena tubuh Rafa yang mendekap nya dari samping membuat Arin susah untuk bergerak.
" Tangan nya engga usah mampir mampir deh yank" protes Arin lagi karena tangan Rafa yang mulai bermain ke sana kemari.
" Bukan aku yank, tapi tangan aku tuh. Tuh kan tangan aku yang jalan jalan yank, lihat kan muka aku diam aja kaya gini" kilah Rafa memasang wajah polos dengan tangan yang terus bermain untuk membangkitkan istrinya yang mulai menikmati.
Terdengar suara bel apartemen mereka berulang ulang memaksa Rafa menghentikan tangan tangan liar nya dan mendengus kesal " Siapa lagi sih" geram Rafa langsung duduk dan mengacak rambut nya kasar.
" Udah buka dulu yank, aku ke kamar mandi bentar ya habis itu susul kamu ke bawah" seru Arin sambil tersenyum melihat ekspresi Rafa sangat jengkel dan terus menggerutu kesal.
Dengan langkah berat dan malas Rafa keluar dari kamar nya untuk membuka pintu apartemen melihat siapa yang mengganggu acaranya dengan Arin.
" Ah lo berdua ngapain sih pagi pagi kesini ganggu orang aja" kesal Rafa pada dua orang pria tinggi tampan membawa tas bekal sedang di tangan mereka masing masing dan beberapa kantung kresek lagi.
__ADS_1
" Udah siang gini, pagi darimana" jawab Adi langsung nyelonong masuk menuju meja makan meletakkan bungkusan yang ia bawa di susul dengan Alex di belakang meninggalkan Rafa yang masih bergelayut di pintu dengan rambut acak acakan dan wajah jengkel.
" Anak gue mana? " tanya Alex sambil menata beberapa makanan dan buah yang ia dan Adi bawakan untuk Arin di atas piring.
Dengan langkah yang ia seret malas, Rafa menghampiri dua sahabatnya dan duduk di meja makan mengambil satu buah apel dan menggigitnya sedikit.
" Lah main comot aja, nih buat anak gue" protes Alex memukul punggung tangan Rafa
" Ngapain sih lo berdua kesini? " seru Rafa yang masih jengkel karena terganggu saat tengah berhasil membuat Arin merasakan keinginan yang sama dengannya.
Adi dan Alex yang sibuk meletakkan makanan yang mereka bawa di atas piring tak menghiraukan pertanyaan sahabat nya. Rafa yang memperhatikan sahabat sahabat nya repot sendiri mulai beranjak untuk mencuci muka di kamar mandi bawah apartemen nya lalu membuat kopi untuk mereka bertiga dan segelas susu hamil coklat untuk Arin.
Arin meraih segelas air putih dan membawanya ke meja untuk dia minum dan bergabung bersama Adi, Alex dan Rafa di samping nya.
" Banyak banget, siapa yang bawa? " tanya Arin memperhatikan meja makan yang banyak makanan dan buah.
" Kita dong" seru Adi dan Alex bersamaan sambil mendekatkan kepala mereka memasang wajah sok imut dan langsung di cubit pipi mereka berdua bersamaan oleh Arin " Hmmm lucu banget lo berdua. Makasih ya" gumam Arin mencubit pipi mereka membuat Rafa bergidik dan menatap jijik melihat wajah dua sahabat nya yang sok imut.
__ADS_1
" Amit kali" seru Rafa sinis tanpa di hiraukan ketiga nya.
Adi dan Alex yang sibuk menyusun nasi, sayur dan beberapa lauk untuk Arin di piring agar Arin bisa langsung memakannya mulai cerewet tentang apa yang boleh dimakan ibu hamil dan yang tidak berapa banyak nutrisi dan gizi nya yang telah mereka pelajari semalaman d internet karena ingin jika nanti anak Arin yang juga mereka anggap sebagai anak mereka bisa tumbuh dan lahir dengan sehat. Arin hanya tersenyum geli melihat kedua orang konyol di hadapannya berubah jadi cerewet seperti ibu ibu " Tuh yank, lihatin tuh mereka, contoh tuh yank" goda Arin menepuk punggung Rafa lembut membuat Adi dan Alex yang mendengarnya melebarkan senyum bangga mereka.
" Aku juga perhatian yank, tiap hari juga aku yang siapin kamu makan, gendong kamu juga aku kan? " protes Rafa sambil melanjutkan memakan buah apel nya tadi.
Adi dan Alex yang sudah mengisi penuh piring Arin meletakkan di hadapan Arin dan langsung di lahap oleh ibu hamil yang makin terlihat cantik ini.
" Makasih ya.. enak banget" ucap Arin merasakan rasa makanan di mulut nya.
" Sengaja nih gue minta emak gue masak buat anak gue Rin, engga baik makanan beli " jawab Alex melirik ke arah Rafa.
" Apaan gue masak buat dia" protes Rafa yang juga mulai mengambil makanan untuk dia menyusul Adi dan Alex yang mengambil lebih dulu.
" Serius lo masak fa? " tanya Adi tak percaya, meski mereka tahu jika Rafa jago masak namun tak menyangka jika ia masak juga untuk istrinya.
" Iya Di, enak banget malahan masakan laki gue. Kalian harus coba deh lain kali" puji Arin sambil memasukkan sesuap nasi ke mulut nya dan melirik suaminya yang tersenyum bangga di samping duduk Arin.
__ADS_1
" Enggak, aku masak buat kamu aja yank. Kan aku sayang kamu" seru Rafa manja mengeluarkan senyum imut mendekat ke pundak Arin yang langsung mengusap gemas pipi suami nya membuat Adi dan Alex bergidik amit amit melihat Rafa seperti itu.
Mereka menikmati sarapan yang dibuatkan khusus oleh mami Alex untuk mereka berempat dengan saling ngobrol dan bercanda menambah kehangatan suasana sarapan pagi ini, yang akan terus mereka lakukan sampai Arin melahirkan nanti. Adi, Alex dan Rafa memang telah berjanji untuk menganggap anak dari sahabatnya adalah anak yang lain juga tanpa adanya perbedaan, sama hal nya dengan orang tua mereka yang menganggap sahabat sahabat anak nya seperti anak kandung sendiri tanpa ada celah dan perbedaan.