SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 156


__ADS_3

" Adi, Bunda harus keluar. bunda engga mau kalau Ayha membuat masalah disini, apa kata tetangga kalian nanti " ucap Bunda Yessi mendengar suara teriakan Anton memanggil dirinya, seraya mengetuk berulang pagar dengan gembong yang mengunci rapat kediaman besannya.


" Engga Bunda, mereka sedang emosi dan pasti melampiaskan semua pada Bunda. Akan tetap aman jika Bunda tinggal di dalam, semua pasti akan baik baik saja nanti " jelas Adi menghentikan langkah mertua yang hendak keluar rumah.


" Adi benar jeng, mereka akan menyakiti jeng kalau sampai keluar sekarang " tambah Mama Adi ikut mencegah.


" Iya tante, lebih baik di dalam saja dulu sampai semua tenang. Kita tidak akan bisa menghadapi orang emosi, karena mereka tidak akan menggunakan logika saat emosi dan pasti berbuat nekat mengikuti amarah mereka sendiri " jelas Rafa panjang lebar sudah menghampiri ketiganya di balik pintu tertutup.


" Tapi Bunda juga engga mau mereka membuat masalah untuk kalian nanti, biar Bunda yang menanggungnya. terutama Kamu Rafa, lebih baik amankan Arin dari amarah Yessi. Dia tidak akan pernah berpikir saat marah, semua akan dilakukan begitu saja, dan Bunda takut Dia akan menyakiti Arin karena kecemburuannya " panjang lebar Bunda Yessi menatap rafa dan di balas senyuman pada wajah tampannya.


" Engga ada yang bisa sakiti Arin selama Kami di sini, jadi Tante tenang aja. Sejarang lebih baik Kita menghindar dulu, karena menghadapi juga akan percuma, apapun yang Kita lakukan dan katakan tidak akan pernah bisa mereka terima " jelas Rafa lembut, diiringi anggukan Adi juga Mamanya.


Adi dan Mamanya menuntun wanita tengah merasa takut juga tak enak itu untuk duduk. Mereka terus mencoba menenangkan Bunda Yessi agar tak terpancing untuk keluar. Anton dan Yessi pun terdengar seperti orang gila karena berteriak tan[pa henti di depan pagar rumah. Keduanya sangat yakin jika semua sedang ada di dalam, walau tak terlihat satu mobilpun di teras rumah itu.

__ADS_1


" Ayah, pokonya AKu engga mau cerai dari Adi, apapun harus Ayah lakukan " ucap Yessi ke arah Anton.


" Kamu tenang dulu, Ayah akan melakukan apapun untuk membuatmu tetap bersama dengan Adi " jawab Anton meyakinkan putrinya.


" Pokoknya Ayah harus melakukan sesuatu, kalau sampai Yessi cerai dari Adi dan Adi tahu semuanya, maka Yessi akan bunuh diri! " tegas Yessi mengancam.


" Jangan bicara seperti itu, Ayah akan mempertahankan Adi " ucap Anton.


Yessi selalu menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan apapun, dan akan sangat marah jika apa yang sudah menjadi miliknya menjadi milik orang lain. bahkan waktu kecil, Ia tak segan melempar temannya dengan batu tepat di kening hingga harus mendapat jahitan, hanya karena boneka Yessi di pinjam sebentar.


Namun Anton bahkan tak menegur Yessi, malah menyalahkan temannya yang terluka. Dari saat itu, Yessi selalu bertingkah sesuka hati karena yakin jika Anton akan membela dan tak membiarkan dirinya terluka. Dari kecil, Ia sudah terbiasa mendapatkan apapun yang Ia inginkan hingga tak bisa lagi menerima kegagalan.


Di dalam rumah, Adi menghubungi Papanya melalui sambungan video agar Papanya mengetahui apa yang terjadi. Sontak saja hal itu mengejutkan bagi Papa Adi yang tinggal terpisah untuk suatu pekerjaa. Penjelasan demi penjelasan di berikan Adi, Mamam nya juga Bunda Yessi untuk membuat Papa Adi mengerti akan keadaaan sesbenarnya saat itu.

__ADS_1


Tanpa lagi berpikir panjang, Papa Adi meminta istrinya untuk menghubungi pengacara keluarga dan meminta agar mengurus surat cera putranya. Papa Adi pun, meminta istrinya menghubungi polisi atau RT setempat agar mengusir Anton dari rumahnya. Mendengar amarah Anton seperti itu, Papa Adi pun merasa tak tenanga dan meminta sekretarisnya mengurus tiketnya kembali.


Papa Adi benar benar tidak menyangka jika semua akan berbalik 180 derajat dari sikap Anton juga Yessi, yang Ia kenal baik juga lembut. Namun ternyata dibalik sikap lembutnya, menyimpan banyak hal gila yang tidak terduga dan siap melakukan apapun untuk melampiaskan kegilaan mereka berdua.


****


Berminggu minggu berlalu, percerain pun sudah di urus dengan menunggu jadwal sidang. Adi menolak untuk bermediasai dengan Yessi karena tak mau lagi menemui orang yang telah jelas jelas menipunya. Sahabat sahabat juga keluarga tak sedetikpun meninggalkan Adi dalam menghadapi permasalahannya. Mereka selalu setia memberikan dukungan dan mendampingi Adi.


Rafa yang menceritakan segalanya pada mertua juga orangtuanya, meminta Arin, Rafa dan Alka untuk tinggal sementara di rumah oran tua Rafa yang tidak di ketahui oleh Yessi. Entah mengapa mereka menjadi takut sendiri jika sampai Yessi menyakiti Alka ataupun Arin, hingga tak mmebiarkan mereka keluar sendiri sampai urusan sidan Adi juga Yessi selesai dengan keputusannya.


Setelah kejadian yang menimpa dirinya, kini Adi mempercayakan maslah jodoh pada kedua orangtuanya dan takkan mempermasalahkan siapapun itu. Karena sudah jelas jika orangtuanya takkan memilihkan orang yang salah untuk dirinya. Adi bahkan bersedia menikah kapanpun orangtuanya menginginkan, dan dijanjikan pula pada Adi jika mereka akan mencarikan salah satu dari rekan bisnis Papanya yang sudah sangat di kenal.


Kedua orangtua Adi pun tidak ingin Adi terus terus hidup sendiri saat putusan perceraian keluar. Mereka ingin Adi mendapatkan pendamping yang maun menerima apapun dirinya dan hidup bahagia seperti Alex juga Rafa. Terkadang melihat Adi tidak memiliki pasangan sendiri, juga membuat kedua orangtua itu merasa iba dan bersedih, karena nasib Alex yang tidak pernah ingin mereka lihat di Adi akhirnya terjadi juga. namun mereka tak bisa melawan takdir dan tetap menjalani dengan keikhlasan hati.

__ADS_1


__ADS_2