SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 13


__ADS_3

Rafa sangat lega mengetahui jika Arin tidak pernah mengkhianati nya. " Aku sayang sama kamu yang, bisa mati aku kalau sampai kamu benar benar khianati aku" gumam nya dalam hati. Meski merasa jengkel karena dikerjai sampai membuat hati nya terluka, namun Rafa mengambil sisi positif dari kejadian itu. Ia menyadari jika ternyata ia tak akan pernah sanggup kehilangan Ari karena perasaan yang sudah terlalu dalam dan tak mampu ia kendalikan lagi pada Arin.


Tepat pukul 17.00 terdengar ketukan dari luar kamar Rafa yang ternyata mamanya mengantar makan untuk Rafa. Ia pun mulai masuk melihat Rafa dan dua sahabatnya yang tengah membantu Rafa bersiap.


" Ganteng banget anak mama " seru mama Rafa dengan mata berkaca kaca. Dengan cepat Rafa yang tengah berdiri mengenakan jas itu langsung memeluk mamanya. " Maafin Rafa ma, udah marah sama mama karena emosi Rafa yang bodoh " ucap Rafa sendu.


" Iya nak, mama tahu kamu kaya gitu karena engga mau kehilangan istri kamu" jawab mama Rafa dengan mengelus punggung putra yang memeluknya erat itu.


" Makasih ya ma, Rafa sayang banget sama mama. Terimakasih juga sudah menjodohkan Rafa sama Arin ma" seru Rafa


Mama Rafa pun melepas pelukan Rafa dan memegang kedua pipi anaknya gemas lalu mencium kening Rafa " Mama juga sayang kamu, mama harap kalian bisa terus bahagia dan hanya maut yang bisa pisahkan kalian" seru mama Rafa yang membuat Adi dan Alex juga mendengarnya ikut melo.


" Ya sudah sekarang kalian makan, takut nya nanti di sana kalian engga sempat makan " ucap mama Rafa dengan senyum nya


" Iya ma" jawab Rafa


" Iya tante, terimakasih " jawab Adi dan Alex bersamaan.


Mama Rafa pun kembali turun untuk mulai bersiap dengan seluruh anggota besarnya, dan meninggalkan Rafa, Adi dan Alex untuk melanjutkan persiapan mereka dan makan.


Sementara di rumah Arin, ia masih di rias oleh perias yang datang ke rumah nya di dampingi dengan sahabat nya Reta dan mama nya. Arin yang duduk di meja rias kamar luas bernuansa hitam putih dan abu abu terus melebarkan senyum indahnya karena merasa sangat bahagia akan bertemu Rafa setelah lama terpisah dan juga tak harus lagi menyembunyikan hubungan mereka.

__ADS_1


" Gue masih engga percaya kalau ternyata lo udah nikah sama cupu setahun lalu " seru Reta yang duduk di ranjang Arin dan menatap Arin dari cermin meja rias.


" Rafa, bukan cupu Ret " protes Arin dengan tersenyum.


" Iya udah engga cupu ganteng banget malahan. Lo engga pengen kabur gitu biar gue gantiin lo" ucap Reta yang merasa iri dengan nasib Arin namun arin hanya tersenyum manis.


Setelah siap dengan semua riasannya Arin pun turun bersama mama nya dan Reta untuk menemui keluarga besar Arin yang tengah berkumpul di bawah. Semua orang di rumah itu menatap kagum dengan kecantikan Arin.


" Lo cantik banget dek, beruntung banget suami lo " seru Andre menatap lekat wajah Arin.


" Tapi cemburuan ya kak " bisik Arin terkikik dan disambut senyum Andre mengingat ulang kecemburuan Rafa hingga marah di telfon.


Papa Arin pun menggandeng tangan Arin dan berjalan keluar untuk berangkat ke lokasi di susul dengan semua kerabat mereka yang sengaja datang dari jauh hanya untuk resepsi Arin. " Kamu cantik nak, cepat kasih cucu ya" bisik papa Arin menggoda


" Kamu kira piring lusinan" jawab papa Arin terkekeh.


Papa mama Arin juga Arin berangkat bersama dengan sopir mereka diikuti oleh semua rombongan keluarga di belakang menuju hotel tempat resepsi.


Begitu juga dengan Rafa, Adi dan Alex yang satu mobil bersama atas keinginan Rafa mulai mengemudikan mobil milik Alex yang di kemudikan langsung oleh Alex menuju lokasi resepsi diikuti oleh rombongan mobil orang tua Rafa dan keluarga besarnya.


" gugup banget gue " seru Rafa di dalam mobil kepada sahabatnya

__ADS_1


" Engga usah melo fa, udah lo pecah aja pakai gugup lo " celetuk Alex yang langsung di pukul pundak nya oleh Rafa yang duduk di belakang dan memecah tawa mereka.


Arin dan rombongan nya yang tiba lebih dulu mulai memasuki tempat resepsi, namu mama Arin membawa Arin ke ruangan mempelai tertutup yang disediakan oleh hotel tersebut bersama Reta, dan meminta mereka tinggal di sana sampai waktunya Arin keluar, sementara mama Arin mulai menyapa tamu yang sudah hadir. Arin dan Reta pun menunggu di ruangan tersebut dengan Reta yang terus saja mengoceh mengagumi kecantikan Arin.


Saat tengah asik berbincang tiba tiba terdengar pintu ruangan tersebut terbuka dan masuklah 3 pria tampan kedalam ruangan tersebut. Adi, Alex dan Rafa yang berada di tengah sahabatnya itu perlahan melangkahkan kaki mereka ke dalam. Mata mereka bertiga pun terbelalak tajam ke arah Arin yang terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan anggun kombinasi kebaya serba putih. Desain kebaya bagian atas berlengan pendek tembus pandang yang memperlihatkan mulus nya bagian atas dada tubuh Arin dan pundaknya membentuk tubuh Arin yang ramping dan sexi. bagian bawah depan yang panjang hanya sampai paha bawah melihatkan seberapa mulus kaki putih bersih Arin dengan bagian belakang gaun berekor menjuntai sampai lantai. Wajah dengan balutan make up tipis namun segaf dan terlihat sangat cantik dibalut dengan tatanan rambut ke belakang yang sengaja di tarik di bagian depan agar tampak menggaris serta hiasan rambut kecil membuat Arin terlihat sangat mempesona. " Cantik banget kamu yank, engga kuat aku lihat nya" batin Rafa dengan menelan kasar ludah nya.


Arin dan Reta yang melihat kedatangan Rafa tak kalah kagum dengan balutan setelan jas putih pas dengan tubuhnya membalut tubuh tinggi bidang Rafa yang sangat gagah. Rambut Rafa yang tertata ke belakang ala korea menambah poin plus ketampanan wajah yang terlihat lebih segar dan ceria. Arin menyunggingkan senyum nya ke arah mereka bertiga dan di balas oleh Adi dan Alex sementara Rafa menahan senyum nya dengan bertingkah cuek pada Arin berpura pura jika ia masih marah dengan Arin atas keinginan Alex dan Adi yang tidak ingin di amuk Arin karena memberitahu Rafa lebih dulu.


" Cantik banget lo rin " puji Adi dan Alex bersamaan namun tak berani menghampiri karena Rafa cepat mengajak mereka duduk.


Arin terus menatap Rafa yang berusaha mengalihkan wajah nya dengan menunduk diam.


Sementara Reta yang terus terbengong menatap tak percaya dengan penampilan Rafa yang sungguh tak mampu ia percayai.


Tak lama mama Rin dan mama Rafa menhampiri mereka di ruang hening tersebut untuk bersiap ke altar pernikahan mereka. Arin dan Rafa juga lain nya mulai berdiri berjalan ke arah pintu untuk keluar.


" Eh Rafa, gandeng Arin dong. Emang kamu mau resepsi sama teman kamu apa" tegur mama Rafa yang melihat Rafa, Adi dan Alex berjalan keluar dulu.


Rafa pun kembali kedalam menjemput Arin tanpa senyum dan menundukkan wajah lalu menaikkan lengan kanan nya agar Arin menggandeng lengan nya. Arin dengan pelan melingkarkan lengan nya di lengan Rafa dan berjalan menuju altar di ikuti ke dua mama dan sahabat sahabat mereka di belakang.


" Aku kangen banget sama kamu yank, kamu ganteng banget malam ini " ucap Arin menatap Rafa yang memalingkan wajah nya ke arah kiri diam.

__ADS_1


" Kamu engga kangen sama aku? kenapa kamu daritadi engga mau lihat aku sih yank? "tinpa Arin karena Rafa tak berucap sidikitpun dan tetap memalingkan wajah.


Dada Rafa terasa sesak penuh dengan perasaan rindu yang ia rasakan selama pisah dari Arin, perasaan cinta yang siap meledak saat itu membuat Rafa semakin susah bernafas. " Pengen banget peluk kamu sekarang ini, pengen bilang aku sayang banget sama kamu, aku kangen kamu. Kenapa sakit banget nahan perasaan kaya gini sih " gumam Rafa dengan memejamkan mata nya sekilas lalu menghembuskan nafasnya kasar.


__ADS_2