SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 94


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan mereka di luar Kota, Rafa juga teman temannya kembali kerumah masing masing dengan Alex yang sudah sering chat dengan Viona karena Adi berusaha mendekatkan keduanya atas permohonan dari sahabatnya. Meski surat cerainya belum keluar, Alex begitu tertarik untuk bisa mengenal lebih jauh mantan tunangan sahabatnya itu karena merasa begitu tertarik.


Rafa dan Arin menghabiskan malam mereka bersama begitu Rafa sampai di rumah dengan sengaja menitipkan Alka pada mama Rafa bersama mereka yang pindah untuk menginap dirumah orang tua Rafa. Rasa rindu yang sudah memuncak di antara keduanya, mereka luapkan bersama di dalam kamar yang siap menjadi saksi bisu luapan kasih sayang berhasrat Rafa juga Arin.


Esok harinya Rafa sengaja mengajak Arin keluar bersama dengan dua sahabatnya karena tak diijinkan oleh mamanya membawa serta Alka. Arin, Alex juga Rafa sudah menunggu Adi yang tak kunjung datang di tempat mereka janjian untuk menghabiskan waktu berkumpul bersama.


" Nah tuh Dia baru nongol " seru Alex melihat Adi berlari cepat menghampiri ketiganya di depan mall tempat cafe yang akan mereka tuju berada.


" Tolongin Gue " ucap Adi bersembunyi di balik tubuh Alex dengan napas ngos ngosan.


" Kenapa Lo ?" tanya Alex heran dengan tingkah sahabatnya.


" Gue di kejar cewek gila " seru Adi membulatkan mata Rafa juga Arin.


" Punya hutang kali Lo " sahut Rafa mengintip sahabatnya di belakan tubuh Alex sambil membungkuk.


" Itu orangnya ?" tanay Arin melihat sosok cewek dengan balutan celana jeans panjang serta kaos berlapis jaket jeans dengan topi menutupi kepala cewek yang berlari mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


" Yessy ?" seru Arin melihat teman satu kelas muay thay yang langsung menghampiri dirinya dengan napas terengah.


" Eh Lo lihat rampok lewat sini gak ? Dia pakai celana pendek coklat sama jaket hitam putih, orangnya tinggi " jelas Yessy membulatkan mata ketiganya.


" Ini bukan ?" tanya Alex meminggirkan tubuh memperlihatkan sahabatnya yang tengah membungkuk di belakang tubuhnya.


" lah ini Dia orangnya " ucap Yessy menarik leher jaket Adi dengan lelaki tersebut meronta menepis tangan Yessy yang masih kuat memegang leher jaketnya.


" Salah orang kali Lo, ini sahabat Gue engga mungkin dia rampok " ucap Arin melepaskan tangan Yessy dari jaket Adi yang tersenyum ke arahnya diiringi tatapan jengkel Rafa.


" Mana ada maling ngaku ! " tegas Yessy melotot ke arah Adi yang membuat Rafa dan Alex menahan tawa mereka berdua.


Seorang Ibu Ibu yang tasnya telah di rampok menghampiri Yessy juga keempat sahabat tersebut bersama seoran perempuan mengikuti di belakang mereka.


" Nih Bu rampoknya, bawa aja ke kantor polisi " ucap yessy menunjuk ke arah Adi yang membulatkan mata.


" Bukan ini mbak, rampoknya itu berkumis dan pakai topi hitam memang ini jaketnya sama tapi saya yakin bkan ini orangnya " jelas wanita paruh baya yang mengamati Adi dengan seksama melepasakn tawa Alex juga Rafa mendengar sahabatnya memiliki jaket yang sama dengan seorang rampok.

__ADS_1


" Ibu yakin ?" tanya Yessy mengarahkan pandangan ke arah wanita di sampingnya.


" Yakin mbak, bukan mas ini " tambah wanita paruh baya tersebut.


" Maaf ya Bu, saya salah orang engga bisa bantu Ibu " ucap Yessy sopan dengan nada menyesal.


" Engga apa apa mbak, kalau gitu saya lapor ke kantor polisi saja " pamit wanita tersebut.


" Bukannya Lo harusnya minta maaf ke Gue ?" tegur Adi merapikan rambutnya di samping Arin.


" Iya sorry, Gue salah habisnya tuh jaket pasaran banget. beli di loak ya Lo " seru Yessy memecahkan tawa Alex juga Rafa yang semakin menjadi di belakang Adi juga Arin.


" Gila ya Lo, jaket Gue nih mahal. Lo lihat nih ada brand terkenal " seru Adi menunjukkan bagian dalam kerah jaketnya pada Yessy yang sudah di ajak pergi oleh Arin menuju ke kafe.


" Sialan Gue ditinggal " gerutu Adi kesal melihat Arin dan lainnya malah pergi meninggalkannya di depan mall.


Dengan cepat Adi menyusul keempat orang yang sengaja berjalan begitu cepat pura pura tak kenal dengan dirinya memasuki kafe dan duduk di meja tengah dalam kafe yang terlihat gelap dengan penerangan yang sengaja di buat minim ala ala bar dengan live musik di dalamnya tempat mereka biasa menghabiskan waktu berkumpul bersama hingga semua pelayan amat akrab dengan keempat sahabat itu karena kafe tersebut juga merupakan milik Alex yang sengaja Ia buka usai keretakan rumah tangganya dengan Reta demi menyibukkan diri dengan dibantu oleh Papinya. Alex sengaja membuka usaha sebelum reta pergi meninggalkannya, karena pertengkaran yang sering terjadi membuatnya amat stres dan menerima usul dari Papinya membuka usaha mengingat putranya juga menyukai muski. Alasan terbesar Alex adalah untuk membuat Reta menyesal akan sikapnya dengan membuat dirinya sukses di usia muda.

__ADS_1


__ADS_2