SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 83


__ADS_3

Arin, Rafa, Adi dan Alex memulai sarapan mereka bersama dengan Aka yang diletakkan Arin di kereta bayi disamping duduknya. Rafa mulai mengambilkan nasi untuk Arin dengan Alex meletakkan banyak sayuran di piring Arin yang sengaja Alex minta buatkan oleh Maminya untuk Arin.


" Kenapa banyak banget sih ? Kalian pikir Aku monster apa makan segini banyak " seru Arin melihat piring penuh dengan makanan hingga tak nampak piringnya yang di sodorkan oleh Rafa kehadapn Arin.


" Kamu harus banyak makan yank, kan Alka minumnya banyak " seru Rafa tersenyum di samping Arin.


" Iya biar ASI Lo tuh berkualitas jadi Alka bisa cepat gendut dan tumbuh besar " tambah Alex sambil mengisi piringnya dengan makanan.


" Nih juga Lo habisin, baik juga buat Alka nih " tambah Adi menyodorkan susu menyusui yang Ia buatkan dan sengaja Ia membelikan untuk Arin dalam jumlah banyak.


Arin yang jengah dengan sikap ketiganya hanya bisa mendengus kesal sambil menggerutu.


" Kalau gini Gue yang gendut bukan Alka " gerutu Arin mulai memakan sarapannya.


Adi, Alex dan Rafa yang sudah mengisi piring mereka memulai menyantap makanan yang sengaja di buatkan oleh mama Adi dan juga mami Alex untuk Arin atas permintaan keduanya agar Alka menjadi anak yang sehat.


" Reta mana ?" tanya Arin di sela makan sarapannya.


" Di rumah lagi PMS Dia, dari pagi marah marah mulu sebel Gue " gerutu Alex karena dari bangun tidur sudah di omeli oleh Reta hanya karena kamar yang berantakan.


" Sabar aja namanya juga cewek, Lo tuh harus pengertian " sahut Arin.


" Sering Gue pengertian, Dia yang engga pernah ngerti Gue. Masa dari nikah sampai sekarang Gue cuma dikasih jatah dua kali doang, nyesel Gue nikah malah marah marah mulu kerjaannya " seru Alex menggerutu tentang sikap Reta yang tak pernah manis terhadapnya.


Arin, Rafa dan Adi membulatkan mata mereka terkejut mendengar ucapan Alex yang menyesal karena menikah tersebut.


" Gila Lo, kedengaran bini Lo kan kasihan " tegur Adi dengan menepuk kasar punggung Alex hingga sahabatnya yang tengah memasukkan makanan ke mulutnya itu memekik kesakitan hingga tersedak.

__ADS_1


" Iya Lo tega banget, Gue dulu pertama nikah juga engga manis manis banget " seru Rafa tak menyetujui ucapan Alex.


" Yank, bukannya dari awal nikah tiap Kamu pengen selalu dapat ya " ucap Arin lirih ke arah Rafa yang langsung cengengesan.


" Gue beneran nyesel nikah, Gue pikir bakal kaya Lo berdua mesra gitu dan Arin juga bisa manis banget ke Lo biarpun Lo nyebelin gelayutan mulu ke Arin, la bini Gue jangankan gelayutan Gue minta aja udah di marah marahin kerjaannya pengen bunuh Gue aja tiap hari nya " gerutu Alex menambahkan.


" Lo engga bisa samain Arin sama Reta Lex, jelas beda lah. Arin tuh spesial Dia anaknya baik, perhatian juga emang dasarnya cuma sikapnya aja yang sedikit barbar " seru Adi yang di lempar buah jeruk oleh Arin di hadapannya.


Adi memang menyukai Arin semenjak Ia melihat Arin menolong seorang korban tabrak lari di jalan tanpa memperdulikan Dirinya yang akan telat sekolah dan malah menerima dimarahi juga di hukum oleh Rafa ketika Ia tiba di sekolah.


" Iya dong, bini Gue " seru Rafa bangga dengan tersenyum ke arah Arin.


" Spesial ya yank, spesial pakai telur tapi telur nya Kamu " sahut Arin terkekeh yang membulatkan mata ketiganya tak percaya mendengar sahutan Arin yang membuat mereka merasa ngili sendiri.


" Mesum Lo " gerutu Alex dan Adi bersamaan dengan tatapan aneh ke Arin yang maih terkekeh.


" Aku kan mesumnya sama Kamu aja yank " seru Arin tersenyum manja ke arah Rafa dan mencubit gemas pipi suaminya yang langsung meletakkan kepala ke pundak Arin dengan tak kalah manja.


" Mulai " dengus Alex dan Adi bersamaan.


Mereka menyelesaikan makan mereka dengan tetap saling bercanda dan mengobrol hingga selesai. Adi menarik kereta bayi Alka mendekat ke arah nya sambil menatap lekat wajah bayi yang tertidur dengan lelapnya tersebut.


" Eh tunggu, Lo pakai parfum gak ?" tegur Arin ketika Adi mulai mengangkat tubuh mungil Alka dengan hati hati.


" Kagak, nih Lo cium dada Gue " sahut Adi pelan karena sudah menggendong Alka menuju ke hadapan Arin agar Arin percaya.


" Eh, awas aja Kamu berani cium dada nya Adi " tegus Rafa menarik pundak Arin yang hendak memastikan jika Adi memang tak mengenakan parfum dan di gantikan oleh Rafa yang mengendus tubuh Adi untuk memastikannya.

__ADS_1


" Gila, strawberry " gumam Rafa meledek aroma sabun yang masih melekat kuat pada tubuh Adi.


Arin dan Alex menertawai Adi yang mengenakan sabun dengan aroma khas perempuan. Sedangkan Rafa merasa heran karena Adi yang selalu menggunakan sabun yang sama dengan dirinya yang beraroma maskulin kini telah merubahnya.


" Biarin, Gue mau Alka dekat sama Gue biar dikira Gue emaknya " gumam Adi yang memang sengaja memilih aroma sabun soft agar tak mengganggu hidung Alka.


" Alka juga tahu emaknya apa bukan, kan Lo engga ada ini " seru Alex dengan tangan membentuk setengah lingkaran di depan dada yang langsung ditimpuk kepalanya oleh Rafa dan dilempar Arin dengan sisa lauk di meja.


Adi menggendong Alka dengan luwesnya dengan sesekali mencium dan mengajak bayi yang tengah terlelap tersebut berbicara. Rafa, Alex danArin memeprhatikan Adi dengan begitu heran karena Adi bisa menggendong bayi dengan sanagt lembut tanpa kikuk sekalipun.


" Jangan jangan Lo udah punya anak ya Di, pinter banget gendong bayi " tegur Arin karena Ia sendiri tak sebaik Adi ketika menggendong Alka.


" Lah ini anak Gue " celetuk Adi singkat sambil terus memperhatikan Alka.


Rafa yang merasa aneh dengan tingkah Adi karena memang tak pernah melhat sahabatnya tersebut menggendong anak kecil apalagi bayi mulai bergumam dalam hati karena Ia tak sebaik Adi ketika menggendong Alka dan baru berani menggendong putranya tersebut pagi ini karena tidak memiliki pilihan lain saat Alka tengah menangis dan Arin masih pulas. Alex mendekati Adi dan Alka lalu mencoba berbicara dengan bayi tersebut dengan nada halus menggodanya agar menjadi seorang pemain musik seperti mereka beriga yang juga jago basket dan bola. Bahkan Adi dan Alex sudah menyiapkan beberapa perlengkapan pakaian serta sepatu basket dan juga bola untuk Alka ketika mereka belanja kebutuhan Alka kemarin usai dari rumah Arin.


" Lo berdua cocok banget kaya emak, anak sama bapak " celetuk Rafa tertawa bersama Arin mengamati tingka Adi dan Alex.


" Nikah yuk Lex, Gue mau jadi yang kedua " celetuk Adi ke arah Alex.


" Yuk Di, Kita bikin anak yang banyak ya, mencintaimu Di " sahut Alex dengan memonyongkan bibirnya ke arah Adi membuat Rafa dan Arin bergidik jijik melihat tingkah keduanya.


" Kerja sono udah siang, Gue minta bapak Gue mecat Lo berdua rasain Lo " ucap Rafa mengingatkan sahabatnya agar menginjak tanah di sela khayalan mereka yang mereka kembangkan tentang Alka sambil terus berbincang dan berebut menjadikan Alka seperti keinginan mereka.


" Lah Lo kagak kerja ?" celetuk Alex karena Rafa yang lama tak masuk kerja membuatnya harus mengerjakan pekerjaan Rafa bersama Adi.


" Entar " singkat Rafa yang masih memakan buah apel di tangan nya.

__ADS_1


Adi dan Alex yang memang sengaja datang untuk mengunjungi Alka sebelum berangkat kerja memutuskan untuk setiap hari datang ke apartemen Rafa yang sudah mulai sesak dengan banyaknya barang keperluan Alka yang di kirim oleh orangtua Arin juga Alex serta banyaknya kado dari relasi bisnis orangtua mereka begitu tahu kelahiran Alka. Meskipun merasa apartemen nya penuh, namun Arin dan Rafa menerima karena mereka merasa jika kehadiran Alka disambut dengan begitu baik oleh semua orang dan banyak yang menyayangi Alka seperti hal nya Adi dan Alex yang bahkan rela datang pagi pagi untuk memberikan makanan yang terbaik bagi Arin serta memenuhi semua kebutuhan Alka dan Arin yang belum sempat Rafa belanjakan untuk anak dan istrinya. Rafa mencoba untuk bersikap seperti biasa terhadap Adi atas saran dari Arin yang tak ingin membuat persahabatan mereka hancur, toh Arin juga istrinya serta godaan dan candaan Alex yang sering Ia dengar kini coba untuk di anggapnya biasa saja meski kadang ada rasa tak enak terhadap Adi seperti ketika Adi mulai memuji Arin. Tapi bagi Rafa istri, anak dan sahabat sahabatnya lebih penting dari perasaan butanya terhadap masa lalu Arin dan juga Adi. Karena Rafa sendiri juga memiliki masa lalu bersama Kania yang di terima oleh Arin tanpa mempermasalahkan nya dan memilih untuk percaya serta setia kepada Rafa.


__ADS_2