
Siang hari menjelang waktu makan siang, Rafa dan dua sahabatnya masih berkutik dengan laptop mereka masing masing. Rafa yang mejanya berada di depan dengan meja Adi dan Alex di sisi kanan juga kiri nya. Memang sengaja Papa Rafa memberikan ruangan paling luas nomor dua di kantornya untuk Rafa dan kedua sahabatnya, agar mereka bisa mengerjakan pekerjaan sama sama. Hal itu juga diperuntukkan agar Alex dan Adi bisa belajar pada Rafa tentang tugas mereka, karena memang Rafa sudah lama bergabung bersama Papanya dari SMA.
"Di, Lex, email dokumen yang gue suruh lo kerjain dong, bokap udah minta sekarang" ucap Rafa tetap menujukan pandangan pada laptopnya.
Tetap sibuk dengan laptop masih menyala dihadapannya, Rafa tidak melihat ke arah dua sahabatnya dan terus berbicara mengenai pekerjaan yang sudah harus mereka serahkan sebelum makan siang. Karena satu tim, Rafa memberikan tugas masing masing pada dua sahabatnya. Tidak mendengar jawaban dari keduanya, Rafa mulai mengangkat pandangan dan melihat kedua sahabatnya sibuk dengan urusan masing masing, membuat Rafa membuang napas panjang dengan menggelengkan kepala.
"Eh Joko!" tegur rafa melempar pulpen ke arah Adi yang langsung mengejutkan laki laki tengah senyum senyum menatap foto bersama istrinya.
"Kaget gue, apaan?!" kesal Adi dengan jantung berdetak cepat karena kaget, menatap lurus ke arah Rafa kesal.
"Email dokumen yang gue suruh kerjain. Jangan bilang belum lo kerjain" sahut Rafa menatap penuh curiga ke arah Adi.
"Udah dong, nih berangkat dia jalan sendiri tuh" ucap Adi langsung mengirim email pada Rafa karena memang sudah di kerjakan.
"Lex, punya lo" ucap Rafa menoleh ke arah Alex.
__ADS_1
"Lex?" kembali Rafa memanggil.
Adi mengintip usai mengirimkan dokumen, keduanya berjalan ke arah laki laki tengah menutupi wajah menunduk di balik laptop. Penuh curiga, Adi dan Rafa mengendap menghampiri meja kerja Alex. Keduanya langsung menggelengkan kepala melihat Alex tertidur pulas di atas laptop tetap menyala.
"Enak banget lo, lainnya kerja malah molor" guman Adi.
Rafa mengisyaratkan mata pada Adi untuk mengerjai Alex, dan cepat ditangkap maksudnya oleh Adi. Rafa sedikit menggelitik telinga sahabat yang tengah tertidur itu agar terlihat wajahya. Usai wajah Alex miring tetap di atas laptop, keduanya mengambil spidol di meja Alex dan mulai melukis pada wajah laki laki tengah tertidur dengan kepala miring tersebut.
"Ya sayang mangganya dari pohon!" teriak Alex terkejut melepaskan tawa Adi dan Rafa.
"Sialan lo berdua, mati jantungan gue" protes Alex menyadari kedua sahabatnya terbahak memegang perut di depan meja kerjanya.
"Kenapa lo?" tanya Adi di sela tawa.
__ADS_1
"Ngantuk gue, semalam kagak tidur capek manjat pohon mangga" sahut Alex kembali duduk.
"Lah lo malam waktunya orang tidur malah naik pohon, jadi burung hantu lo?!" sahut Adi.
"Bini gue, ngidam aneh bangety. Sekarang malah minta semangka garis lurus warnanya ijo tua ijo muda. Mau cari dimana gue buah model begituan? mending dimakan kalau minta, lah ini dilihatin doang abis itu udah kagak disentuh" cerita Alex panjang lebar, ditertawakan Adi dan Rafa.
"Udah lo tenang, itu sih udah gue pikirin caranya" santai Rafa usai tertawa, cepat Alex menatapnya tajam.
"Serius lo?" membulat mata Alex bertanya.
"Udah sekarang Lo cuci muka sana, terus email dokumen ke gue abis itu istirahat gue anatar lo cari semangka" ucap Rafa menepuk pundak Alex yang langsung nyengir.
"Mantap" sahut Alex mengangkat ibu jari ke arah Rafa dan beranjak untuk cuci muka.
"Eh gue email dulu deh" ucap kembali Alex dan duduk.
__ADS_1
Sebentar mengutak atik laptop tanpa menyadari kondisi wajahnya, Alex bergegas ingin ke toilet mencuci muka namun di dahului oleh Adi. Terpaksa Alex berjalan ke luar menggunakan toilet karyawan. Adi memang sengaja mendahului Alex masuk kedalam toilet ruang kerja mereka, agar Alex menggunakan toilet di luar dan terlihat wajah tampannya di sana. Niat kedua laki laki saling tertawa dan menunggu itu, memang sangat lurus ketika mengerjai dan harus berhasil.