
" Nak kamu gimana keadaan nya? " seru Mama Arin yang begitu tiba langsung memeluk putrinya yang terbaring di atas tempat tidur.
" Arin takut ma " ucap Arin seketika tangisnya pecah dalam pelukan mama nya.
" Sayang, sudah semua sudah baik saja ya" coba mama mertua nya menenangkan Arin dengan menggeser tubuh putranya.
Arin yang di peluk oleh mama dan juga mama mertua nya masih terus menguraikan air mata karena perasaan takut akan kehilangan anak yang ia kandung. Rafa yang tak tega melihat kondisi ibu dari anak nya memilih untuk keluar ruangan menenangkan pikiran dan perasaannya di susul oleh Adi dan Alex berusaha menenangkan Rafa yang juga menguraikan air matanya di luar kamar. Seharian ini Rafa sudah mencoba untuk kuat demi Arin namun tak bisa ia pungkiri jika perasaan takut kehilangan anak dan istrinya masih begitu sangat menyiksa batinnya.
" Lo harus kuat Fa, Arin butuh Lo" seru Adi memeluk sahabat nya di susul dengan Alex yang memeluk mereka berdua dari samping.
" Gue masih takut banget Lex, Di. Gimana kalau tadi ada apa apa sama anak istri gue, gimana gue bisa hidup dengan rasa bersalah" gumam Rafa dalam pelukan 2 sahabat terbaiknya.
" Semua ini bukan salah Lo Fa, berhenti salahin diri Lo sendiri " seru Adi yang memang sedari Arin terluka Rafa terus mengatakan jika ia lah penyebab Istrinya di serang.
" Yang terpenting sekarang anak sama bini Lo udah selamat Fa, tinggal gimana kita semua jaga anak sama bini Lo" tambah Alex yang memang semenjak kejadian pagi hari di kampus Ia, Adi dan Reta akan lebih menjaga Arin dan kandungannya agar tak sampai terjadi hal yang sama.
" Makasih Di, Lex kalian berdua memang sahabat terbaik gue" ucap Rafa merasa beruntung sahabatnya selalu ada untuknya dalam keadaan apapun.
" Fa, panggil Arin tuh " seru Reta mengeluarkan sedikit kepalanya di balik pintu memanggil Rafa yang masih di dekap Adi dan Alex.
__ADS_1
Rafa yang langsung menoleh ke arah Reta dan melepas pelukan dengan dua sahabat nya berusaha untuk mengusap sisa air matanya dan berjalan memasuki ruangan untuk menemui Arin.
" Kenapa sayang? " tanya Rafa langsung membungkukkan wajah nya di dekat Arin.
" Aku mau ke toilet " bisik Arin lirih dan membuat Rafa tersenyum menatap wajah istrinya malu.
" Kirain apa " seru Rafa tersenyum mengankat tubuh istrinya dan memanggil Reta untuk membawakan cairan infus.
" Mau bawa kemana? " tanya Mama Rafa khawatir karena Rafa yang menggendong Arin.
" Toilet ma" singkat Rafa berjalan menuju ruangan kamar mandi di dalam ruangan.
" Ooo... " seru semua orang yang ada di sana serempak dan tersenyum.
" Udah tahu cara bikin buntut Lo pikir masih kecil tuh anak? " celetuk Adi membuat kedua orang tua Arin dan Rafa tertawa mendengar topik pembicaraan Adi dan Alex.
" Kalian ini.. " seru mama Rafa menepuk pundak Adi yang ada di samping nya dengan tertawa geli.
Adi dan Alex menyadari jika suara mereka terlalu keras hingga terdengar oleh semua irang yang menertawakan mereka mulai saling pandang dan cengengesan sembari menggaruk tengkuk mereka.
__ADS_1
" Engga berat Fa? " tanya papa Arin melihat Rafa menggedong putrinya dari dalam kamar mandi hendak membaringkannya lagi di atas tempat tidur.
" Berat lah Pa, Arin gendut gini" goda Rafa dengan sengaja lalu meletakkan istrinya di atas tempat tidur.
" Tuh kan ma Rafa selalu bilang aku gendut" seru Arin manja membuat semua orang tersenyum karena Arin bertingkah lagi seperti sebelumnya.
" Siapa bilang gendut, kamu tuh cantik sexi lagi yank" kilah Rafa mencubit pipi Arin gemas.
" Kamu yang bilang" seru Arin manja membuat Rafa cengengesan dan memeluk Arin yang terbaring di tempat tidur.
" Lo pinter banget cari kesempatan ya " goda Alex disambut tawa lain nya.
" Cium yank" bisik Rafa lirih di telinga Arin sembari masih memeluk istrinya.
" Engga mau" singkat Arin.
" Gitu banget yank, ya udah aku ambil makan buat kamu ya" seru Rafa melepas pelukannya yang langsung ditarik oleh Arin mengecup lembut bibir Rafa lama.
" Wah ni korden keren ya Di" seru Alex melingkarkan lengan di pundak Adi menghadap ke arah jendela yang tertutup kelambu memalingkan pandangan nya karena tak ingin melihat sahabat nya berciuman.
__ADS_1
" Iya ni Lex interior keren juga" tambah Adi dengan mata melihat ke langit langit kamar.
Kedua orang tua Rafa dan Arin yang mendengar ucapan Adi dan Alex serta gelagat mereka malah menertawai mereka berdua begitu juga Rafa dan Arin.