SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 105


__ADS_3

Dalam perjalanan tak henti Adi bernyanyi sambil mengemudi, menunjukkan perasaan yang tengah berbunga karena jatuh cinta. Alex hanya tersenyum mengangguk anggukan kepala mendengarkan lagu yang di putar Adi milik Ed Sheeran How Would You feel.


" Keren lagi ini, artinya gila banget dalam sedalam air mineral gelas " seru Alex tersenyum menganggukan kepala mengikuti irama lagu yang tak henti diikuti oleh Adi setiap liriknya dengan mata berbinar.


" Engga sekalian aja sedalam jari Lo nyari upil " celetuk Adi tersenyum kembali.


Alex ikut menyanyikan lagu bersama sahabatnya usai tertawa bersama. Keduanya memang tengah merasakan jatuh cinta kembali. Hubungan Alex juga Viona berjalan lebih baik dari perkiraannya. Bahkan seorang model itu ingin menemani Alex dalam sidang keputusan perceraiannya.


" Tapi Gue penasaran banget sama Lo. Lo suka tuh bocah karena emang suka atau karna tuh bocah mirip sama Arin sih ?" tanya Alex masih memiliki rasa penasaran.


" Suka ya suka aja, mana ada suka karena mirip siapa siapa. Keren banget gitu pas tadi Gue lihat Dia latihan tuh. Kaya ada yang bergetar gitu dalam dada Gue " jelas Adi serius, malah mendapat pukulan di lengannya keras oleh Alex.


" Getaran apaan? Lo kira naik bajaj bergetar, yang iya iya aja Lo " celetuk asal Alex.


" Yang kagak kagak! " teriak Adi membuat Alex tertawa menggenggam tangan di depat bibir nya.

__ADS_1


Adi dan Alex memutuskan untyk menginap bersama malam ini. Karena Mami juga Papi Alex tengah menghadiri undangan rekan bisnis mereka dan sifat penakut Alex tak ingin tidur sendirian. Walau dirumahnya sudah ada pembantu, tetap saja Alex merasa ketakutan jika tidur sendiri di kamar.


Sampainya di rumah Alex, langsung saja keduanya merebahkan diri di atas ranjang karena tubuh terasa lelah.


" Rafa sih enak pulang ke rumah sama bini terus bercanda deh tuh sama si Alka. Lah Kita ? sampai rumah tetap aja bengong kaya monyet kagak di kasih kacang " ucap Alex merasa iri dengan sahabatnya yang berhasil membina rumah tangga di usianya yang masih muda.


" Pingin banget Gue kaya tuh anak, enak banget nasibnya. Bini cantik, anak ganteng dah gitu keluarganya rukun rukun aja lagi semua " tambah Adi juga merasakan hal yang sama seperti Alex.


Walaupun usia Rafa dengan mereka, namun sahabatnya itu menjadi contoh juga panutan tersendiri bagi keduanya. Cara Rafa membina keluarga juga menyatukan istrinya dengan orang tua, sangat ingin di contoh oleh keduanya. Terlebih Arin yang mampu setia dalam lingkungan dimana banyak laki laki lebih dari suaminya, juga menjadi hal yang membuat keduanya begitu iri.


Terlebih Alex yang sudah gagal membina rumah tangga karena ketidak setiaan istrinya, amat berharap jika Viona memiliki kesetiaan yang sama seperti Arin. Meski sekarang Viona sudah menunjukkan beberapa hal yang membuat yakin jika dirinya adalah gadis yang tepat untuknya.


Prinsip itulah yang membuat Alex semakin yakin jika Viona adalah pilihan yang tepat. Namun lagi lagi ia tak ingin terlalu gegabah sebelum benar benar mengenal siapa Viona dengan baik, karena berharap jika akan memiliki rumah tangga yang awet layaknya Rafa, tak kembali hancur seperti yang tengah Ia alami saat ini.


Masih saling merebahkan diri bersama, Adi memilih asik bersama ponselnya yang tengah terhubung via chat dengan Yessy. Senyumnya tak pernah berhenti mengembang sembari membalas pesan dari gadis yang kini menjadi tambatan hatinya.

__ADS_1


" Gila ya Lo ? senyum sama Hp ?" tegur Alex menghentikan sejenak permainan game pada ponselnya dan melirik ke arah Adi.


" Diam deh Lo, kagak tahu orang lagi usaha apa " sahut Adi dengan jari masih asik mengetik pada layar ponselnya.


" Hati hati Lo kesambet senyum senyum sendiri, udah malam malah senyum engga jelas " santai Alex kembali memainkan game pada ponselnya.


Mendengar ucapan Alex, langsung saja otak jahil Adi bekerja. Karena memang sahabatnya itu sangat penakut. Mata Adi langsung membulat seperti ketakutan melihat ke arah samping tempat Alex merebahkan tubuh, yang hanya tersisa sedikit saja karena keduanya lumayan menjaga jarak pada ranjang king size tersebut.


" Apaan Lo ? kagak usah aneh aneh " takut ALex membulatkan mata menyadari Adi menatap ke arah sampingnya sambil menunjuk, usai memukul lirih lengan Alex.


" Lo, jangan gila deh " tambah Alex mulai berdiri bulu kuduk nya sambil menggeser tubuh perlahan.


" Tuh apaan Lex " seru Adi semakin membuat Alex ketakutan karena nada bicara benar benar di buat seperti orang ketakutan, sembari menunjuk ke arah samping sahabatnya.


Langsung saja Alex terperanjat dari tempat tidur melompati tubuh Adi dan berlari cepat keluar. Adi hanya terbahak melihat tingkah sahabatnya yang terlihat ketakutan, tawa keras di lontarkan Adi sampai air matanya keluar.

__ADS_1


Tak lama Alex kembali dengan jengkel begitu menyadari jika dirinya tengah di kerjai oleh Adi. Tubuh masih terbaring di atas ranjang langsung saja ditimpa oleh tubuh Alex yang besar, sambil mengucapkan kata sumpah serapah adalam kejengkelan dan makin membuat Adi terbahak.


Diantara ketiganya, memang Alex lah yang paling penakaut. bahkan sering dikerjai Arin dengan rambut panjangnya yang di gerai di depan wajah. Tak jarang Arin, Adi ataupun Rafa mengerjai Alex hingga sahabatnya itu harus terkencing di celana saking takutnya. Ketiganya takkan puas jika tak membuat Alex sampai berlari ketakutan, dan akhirnya membuat ketiganya tertawa lepas melihat tingkah bodoh yang ditunjukkan Alex karena sifat penakutnya.


__ADS_2