SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 101


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Yessy sudah bersiap bersama Arin yang lebih dulu berpamitan untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Wajah cantik nan segar kedua nya sudah menghampiri ketiga laki laki yang senantiasa sabar menunggu dari tadi tanpa beranjak sedikitpun.


Rafa memberikan Alka pada istrinya karena Ia harus mengemudi. Sedangkan Adi juga Alex menggunakan mobil Adi, dan Yessy menggunakan mobilnya sendiri sama sama menuju mall dimana Alka biasa bermain bersama orang tuanya.


Bocah kecil yang sudah terbangun dengan tiduran di jok dekat bundanya, terus di goda dan di ajak tertawa oleh Arin di jok belakang. Karena ingin membiarkan putranya bisa bergerak bebas, setelah lama tidur dalam gendongan putranya. Tangis Alka yang sudah kelaparan langsung membuat Arin meraih tubuh putranya dan memberikan ASI.


" Yank, kalau kasih ASI Alka tuh di kasih tutup apa gitu biar engga kelihatan " protrs Rafa melihat dari spion tengah mobil sambil mengemudi.


" Iya yank, Aku lupa bawa apron " sahut Arin lembut hanya menutup dengan tangan saja.


" Lagian juga di dalam mobil, kaca Kamu kan gelap jadi engga kelihatan dari luar. Kamu kenapa sih daritadi pengen banget marah? " tambah Arin kembali mendengar nada bicara suaminya jengkel daritadi.


" Ya Kamu, Aku bilangin engga mau denger. Udah di bilang jangan pakai pakaian kaya gitu ngotot aja. Akhirnya apa? dilihatin kan Kamu? suka ya Kami jadi bahan perhatian cowok lain? " jengkel Rafa sambil trus mengemudi dan sesekali menoleh ke arah spion tengah.


" Ya ampun yank, Aku juga bukan sengaja yank mau nunjukin ke orang lain. Emng pakaiannya kaya gitu, lagian juga bukan tanktop tali satu ini masih wajar yank " coba Arin menjelaskan pada suami pecemburunya.

__ADS_1


" Ya tetep aja kelihatan, belum lagi celana Kamu ketat banget kaya gitu. Pokoknya Aku engga suka " tambah Rafa jengkel dengan rasa masih cemburu melihat tadi istrinya tanpa henti ditatap oleh laki laki yang ada di tempat latihan.


" Iya udah engga usah marah marah, orang Aku juga engga ngapa ngapain" jengah Arin terus di marahi oleh suaminya semenjak dari rumah mertuanya tadi.


" Udahlah percuma ngomong sama Kamu " jengkel Rafa kembali membelah jalanan mengikuti mobil Adi dan Yessy di depan.


Dengan memberikan ASI untuk Alka, tak henti Arin menggerutu kesal akan sikap suaminya. Hampir tiap hari Rafa selalu marah tanpa alasan hanya karena pakaian istrinya. Dan tak jarang juga membuat Arin risih juga jengkel ketika suaminya mulai mengomel.


Rasa cinta dan cemburu Rafa dari jaman SMA memang selalu melekat kuat dalam dirinya. Meskipun Arin sudah menunjukkan kesetiaannya, namun tak pernah membuat suaminya merasa tenang. Apalagi ketika mereka tak bersama tanpa henti suaminya terus melakukan video call.


Entah apa yang membuat Rafa begitu posesif pada istrinya. Dan kadang juga membuat dirinya sendiri berpikir, jika sikapnya sudah keterlaluan hingga tak memberikan ruang gerak pada istrinya.


" Maafin Aku yank, Aku cuma takut Kamu pergi dan di sukai sama cowok lain " lirih Rafa menyesal dengan semua sikapnya.


" Yank, Aku tuh sayang sama Kamu dan juga sudah ada Alka jadi engga mungkin Aku macam macam. Kamu percaya dong sama Aku yank " jelas Arin ingin membuat suaminya mengerti dan tenang.

__ADS_1


" Aku cinta sama Kamu yank, Aku engga mau kehilangan Kamu " lirih kembali Rafa dengan tulis menoleh ke jok belakang, menatap istrinya sudah bersiap turun dengan menggendong Alka.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Arin langsung mendekatkan wajah pada wajah suaminya. Menikmati bibir suami yang terlihat memang begitu takut kehilangan dengan ekspresi sulit dilukiskan.


" Aku istri Kamu, dan cuma punya Kamu. Jangan mikir aneh aneh, Aku cuma mau sama Kamu " tulus Arin sudah melepaskan bibirnya dari atas bibir suaminya.


" Aku juga cuma mau Kamu, sekarang dan selamanya cuma Kamu " tulus Rafa lalu meraih wajah istrinya dan kembali menikmati bibir merah alami tersebut dengan lembut.


" Aku pengen " goda Rafa tersenyum.


" Gila Kamu yank, udah ah turun tuh udah di tungguin " sahut Arin tersenyum melihat ke arah ketiga temannya yang sudah lebih dulu turun.


Rafa lebih dulu turun dan membatu istrinya membuka pintu, tak lupa Ia membawa tas milik Alka dimana sudah ada perlengkapan putanya di sana. Tanpa malu Ia mengenakan tas berwarna coklat dengan aksen beruang itu, dan menggandeng istrinya berjalan menghamoiri ketiga teman mereka.


" Lama banget sih Lo? bikin alis Lo? " geram Alex tak suka menunggu lama, apalagi tempat parkir terasa sangat panas.

__ADS_1


" Sorry " singkat Rafa dan berjalan mengikuti ketiganya sambik terus menggandeng istrinya.


Alex sengaja mendekatkan posisi Adi dengan Yessy, dan memilih berjalan di samping Adi yang berada di antara dirinya dan Yessy. Alex berharap jika sahabatnya benar benar bisa move on dari cinta pertamanya, dan menjalin kasih bersama Yessy. Ia yakin jika Yessy bukan tipe seperti Reta yang mudah terpikat dengan pria lain, namun Ia ingin lebih dulu menyelidiki Yessy agar sahabatnya tak mengalami nasib sama seperti dirinya.


__ADS_2