
Selesai mandi, Adi menjadi imam istrinya menjalankan sholat subuh berjamaah. Setelah melaksanakan sholat, Adi berjalan jalan pagi bersama Shanum. Menikmati udara pagi hari yang segar, walau masih terlihat gelap.
Pukul lima sepasang suami istri itu saling bergandengan tangan menyusuri kompleks perumahan. Tanpa alas kaki, menapaki setiap jalanan dengan embun menyegarkan. Berjalan jalan pagi, menjadi aktifitas baru Adi yang mengikuti kebiasaan istrinya. Sebelum menikah, perempuan berhijab abu muda itu memang kerap menyegarkan telapak kaki dengan embun pagi bersama Ayahnya, sepulangnya mereka dari masjid melakukan ibadah.
" Sayang, aku nanti pulang kerja mau ke kafe nya Alex, kamu ikut ya " ajak Adi lembut pada istrinya.
" Boleh, kita perlu bawa apa? makanan atau kue gitu? " tanya Shanum menoleh pada laki laki tengah tertawa kecil, membuatnya heran.
" Kenapa sih sayang? aku nany bukannya jawab malah ketawa " protes Shanum memperhatikan.
" Engga usah bawa apa apa, kita datang aja kumpul bareng. Kan setelah nikah kita belum pernah kumpul bareng sama mereka, biar ksmu juga akrab sama mereka nanti " jelas Adi.
" Sahabat sahabat kamu kaya gimana semua sih sayang? biar aku juga bisa nyatu sama mereka nantinya " lembut Shanum berucap.
" Hm, gimana ya? mereka tuh asik kok, gokil, welcome banget, baik banget, cuma kadang kalau ngomong suka ceplas ceplos aja sih, tapi enak kok mereka " jelas Adi tersenyum.
" Kaya kamu dong? " goda Shanum tersenyum, dicubit gemas pipinya oleh Adi.
" Suami sendiri dibilang gitu, emang iya sih kita sama sifatnya. Aku harap kamu bisa dekat sama mereka, terima apapun kekurangan juga kelebihan mereka, karena mereka yang selalu ada buat aku selama ini" jawab Adi tersenyum menatap istrinya.
" InshaAllah " senyum Shanum merekah.
__ADS_1
Mengayunkan tangan masih bergandengan, dengan senyum menghiasi wajah keduanya. Mereka berjalan sampai matahari terbit. Adi tidak merahasiakan apapun pada Shanum, termasuk perasaan yang pernah ada untuk Arin.
Adi menjelaskan semua pada Shanum ketika mereka belum menikah, Adi ingin menjalani hubungan dengan saling terbuka satu sama lain. Bahkan semua sifat, kebiasaan dan apapun dalam diri Shanum sudah dipahami oleh Adi sebelum merka menikah.
Pukul 06.00 Adi dan Shanum sudah kembali kerumah, dengan mama Adi menyambut keduanya tersenyum. Terasa bahagia melihat putra semata wayangnya bisa merasakan kedamaian juga kebahagiaan dalam pernikahan kedua.
" Pagi ma, Shanum bantu ya " lembut Shanum berucap ketika melihat mertuanya menyiram taman.
" Engga usah sayang, kamu siapin buat suami kamu ke kantor aja ya " senyum wanita memegang selang air itu tersenyum.
" Iya deh ma, habis itu Shanum bantu di dapur ya " ucap Shanum di balas anggukan kepala mertuanya seraya tersenyum.
" Iya nak " kembali wanita tengah menyiram bunga itu tersenyum
Matanya mengamati kedua insan tengah saling jatuh cinta tersebut berjalan masuk kedalam rumah. Begitu menyejukkan mata juga hati melihat wajah cantik yang tak pernah melepas hijab walaupun dirumah, kecuali saat ia sedang bersama suaminya di kamar.
" Masa harus kerja sih hari ini? kan masih pengntin baru, belum puas lagi barengnya sama kamu " ucap manja Adi memeluk istrinya dari belakang sambil berjalan ke arah kamar begitu mereka sampai lantai dua.
" Masa gak kerja? anak istri mau makan apa? " goda Shanum memegang tangan suaminya di atas perut datar miliknya.
" Ya makan nasi, masa iya makan rumput sih ada ada aja kamu " celoteh Adi sekenanya, membut istrinya tertawa kecil.
__ADS_1
Setiap kali Adi berceloteh asal, selalu saja berhasil membuat Shanum tertawa. Kegilaan Adi tidak pernah berubah walau sudah memiliki istri soleha yang taat akan ibadah. Shanum sendiri tidak pernah tertawa lepas selama ini, dan baru bisa tertawa lepas saat suaminya mulai mengatakan hal hal konyol setiap hari.
" Aku mandi nanti aja deh, baru jam enam. Aku ke kantor kan setengah delapan " ucap Adi begitu sampai kamar.
" Ya udah, kalau gitu aku bntu mama sama bibi di dapur ya " ucap Shanum berpamitan, ditahan tangannya oleh Adi.
" Engga mau, kan aku kerjanya lama sayang, sekarang berduaan sama kamu juga engga masalah kali. Mama juga ngerti kita baru nikah pasti butuh waktu " ucap Adi menahan pergelangan tangan istrinya.
" Ya udah, aku temenin kamu aja surgaku " ucap Shanum mencubit kedua pipi Adi bersamaan.
" Surga " tawa Adi terlalu asing akan perkataan istrinya.
" Ya kan emang kamu surga sayang, setelah perempuan nikah surganya ada di suami " jelas Shanum, langsung di cium bibirnya kilas oleh Adi.
" Apaan sih suka banget cari kesempatan " malu Shanum dlm wajah memerah.
" Suka deh pas kamu mali malu gini, gemes banget pengen aku kerubutin dalam selimut gak dilepasin lagi, kaya ayam di dalam kandang " ucap Adi memperhatikan wajh memerah istrinya.
" Sayang kamu, cinta kamu " tambah Adi berucap.
" Aku juga sayang kamu, cinta kamu " peluk Shanum melingkarkan tangan pada tengkuk Adi.
__ADS_1