
Arin dan Rafa yang sudah terbangun dari pukul 12 siang dan sudah bersiap untuk pergi makan siang di restoran milik mama Arin karena sang istri yang sangat menginginkan makanan desa masakan mama nya, menelfon untuk disiapkan dan makan bersama di restoran. Sampai nya di tempat parkir apartemen, Arin menarik cepat lengan Rafa dan bersembunyi di balik mobil yang terparkir di sana.
" Kenapa sih yank ?" tanya Rafa yang terkejut ketika lengan nya di tarik kuat oleh Arin hingga hampir menabrak perut besar istri yang kini mengenakan rok terusan berwarna pink muda.
" Sssstt diam yank, lihat sana " seru Arin pelan setengah berbisik dengan menunjuk ke arah sebuah mobil yang terhenti lurus dari posisi mereka dengan seorang pria membukakan pintu mobil.
" Gila tuh anak, bilang engga ada hubungan tapi kaya gitu " gumam Rafa melihat Alex membukakan mobil untuk Reta dan membantu nya turun terlihat seperti seorang suami memperlakukan istri.
Mata Arin dan Rafa yang membulat tak percaya melihat pemandangan di hadapan mereka mulai mengamati dengan cermat setiap gerakan Reta dan Alex yang nampak sangat mesra karena Reta melingkarkan tangan di lengan Alex yang tersenyum beriringan berjalan bersama.
" LEX " teriak Rafa keras dan langsung mendapat pukulan keras di punggung nya oleh Arin yang tengah sembunyi.
" Diam yank !! " seru Arin pelan sementara Alex dan Reta yang terkejut mendengar suara keras yang memekik telinga mereka dengan cepat membuat jarak di antara kedua nya sambil mata yang terus mencari sumber suara.
" Lah ngapain ngintip sih yank ? kita datengin aja langsung biar glagapan mereka " seru Rafa sambil megernyitkan alis menahan sakit karena pukulan tangan gemuk Arin yang terasa sangat pedas di punggung nya.
" Udah diam " tegas Arin melotot ke arah Rafa yang langsung membungkukkan tubuh tinggi nya di samping Arin yang masih mengamati Reta dan Alex.
__ADS_1
" Bukan nya samperin aja kan beres ngapain ngumpet ngumpet gini sih " gumam Rafa pelan membuat Arin melirik ke arah nya tajam.
Alex dan Reta yang tak menemui siapa pun memanggil kencang nama Ale, memutuskan untuk buru buru masuk ke dalam lift karena tak ingin jika memang ada yang melihat mereka dan semua kedekatan mereka selama ini akan terbongkar begitu saja. Sementara Rafa dan Arin yang sudah memastikan pintu lift tersebut tertutup kembali beralih untuk menuju mobil Rafa yang terparkir tak jauh dari tempat mereka bersembunyi. Rafa membukakan pintu untuk istri nya dan membantu nya untuk naik pelan pelan.
" Gede banget sih yank badan kamu, sampai engga muat mobil nya " goda Rafa karena Arin terus bertambah berat badan hingga ia sendiri harus siap terengah engah hanya dengan sedikit berjalan.
" Gara gara kamu ini " sahut Arin dengan mata jengah nya.
" Kok aku sih yank ? " tanya Rafa yang tak mengerti maksud perkataan Arin.
" Cepat lahir ya sayang, bunda kamu udah kebanyakan protes " bisik rafa pada perut Arin yang terlihat bergerak.
Rafa mulai naik ke dalam mobil duduk di balik kemudi dan menyalakan mesin mobil nya menuju restoran mama Arin.
" Yank, jangan makan manis terus " protes Rafa karena dari mulai berangkat Arin tak henti nya mengunyah coklat yang selalu tersedia di mobil Rafa atas permintaan Arin.
" Bukan aku, anak kamu yang mau " kilah Arin dengan senyum manja mengarah ke suaminya yang tersenyum tipis dan mengusap perut Arin lembut dengan tangan kirinya.
__ADS_1
Rafa melajukan mobil nya pelan membelah jalanan yang senggang siang hari ini dengan tangan tangan kiri yang terus mengusap lembut perut Arin merasakan setiap gerakan dari buah hati yang membuatnya tertawa sendiri ketika tangan nya mulai di tendang kencang oleh buah hati nya.
" Protes aja, Ayah engga mau lepasin " goda Rafa tersenyum dengan mata yang tertuju ke arah jalanan merasakan anak nya terus menendang tangan Rafa seakan ingin ayah muda tampan tersebut melepaskan tangan kokoh dari perut sang bunda.
Arin yang sudah terbiasa mendengar candaan rafa bersama anak dalam kandungan nya tetap menikmati coklat sambil mendengarkan lagu klasik yang sengaja di putar oleh Rafa untuk calon anaknya. Setaip waktu rafa selalu bertingkah seakan bayi dalam perut Arin bisa mengerti ucapan nya dan selalu saja melontarkan beberapa candaan yang malah mebuat Arin terbahak karena tingkah konyol suami nya.
Sampai nya di resto mama Arin, Rafa yang tengah membantu Arin turun di sambut oleh mertua yang tengah mengenakan celana jeans pendek sampai lutut dengan balutan kaos berwarna putih berdiri di balik tubuh menantu yang semakin terlihat berotot dan lebih kekar juga tegap karena ia lebih rajin mengolah otot semenjak Arin hamil dan selalu minta gendong.
" Ayo masuk ,mama udah siapkan makan buat kalian " seru mama Arin memeluk Arin dan membantunya berjalan di ikuti Rafa di belakang membawakan tas tangan Arin.
Mama Arin yang menyediakan makanan jepang di restoran nya harus rela memasak masakan kampung demi memenuhi keinginan putri yang sangat menginginkan rasa masakan seperti di rumah nenek nya. Ia mengajak Arin dan Rafa memasuki sebuah ruang VIP yang terdapat di dalam resto karena tempat lain yang sudah penuh dan juga karena ia ingin menghabiskan waktu makan siang dengan anak, menantu dan calon cucu nya.
****
Sementara di apartemen, Reta dan Alex yang duduk bersama di depan tv mulai merasakan cemas dan saling tanya tentang siapa yang memanggil Alex. Karena Alex pikir jika itu Rafa tak mungkin sahabat yang lebih banyak bertindak itu akan memanggilnya lebih dulu, yang ada pasti sudah langsung menghampiri tanpa mengatakan apa apa dan siap dengan tatapan tajam mematikan khas nya. Dan tak mungkin juga jika itu adalah Adi karena Adi sedang bertemu dengan calon yang di carikan oleh mama nya di bali.
Alex dan Reta yang ternyata sudah bertunangan dengan hanya saksi kedua pihak keluarga tanpa melibatkan kedua sahabatnya membuat acara pertunangan mereka menjadi sangat rahasia karena permintaan Reta. Meski merasa tak enak harus menyembunyikan hal bahagia mereka, Alex menyetujui saja permintaan calon istri yang akan ia nikahi dalam beberapa bulan lagi usai Arin melahirkan agar sahabat satu satu nya Reta dapat terlibat langsung dalam acara bahagia mereka yang sudah mulai dipersiapkan semua acara hingga 40 %. Pernikahan yang mungkin akan membuat semua orang terkejut sudah berusaha mereka persiapkan bersama keluarga besar mereka bersama yang juga menjaga kerahasiaan hubungan keduanya karena dalih ingin mmebuat sebuah kejutan di waktu pernikahan.
__ADS_1