
" Kenapa sih lo diam aja ?" tegur Reta ke arah Alex yang tak mengeluarkan sepatah kata pun sibuk membantu Reta menyiapkan piring dengan wajah tertekuk.
" Engga " singkat Alex merasa kesal mengingat perkataan Rafa yang pernah melihat Reta terlihat begitu mesra dengan Angga.
" Kenapa ?" tegur Reta dengan tegas karena tak suka melihat tampang Alex yang membuat nya risih.
" Lo suka sama Angga ya ? lo berdua sering jalan bareng ?" tanya Alex ingin memastikan ucapan Rafa langsung kepada Reta yang terkejut mendengar perkataan Alex.
" Gue ? gila ya lo orang tiap hari gue sama lo mana sempet jalan sama Angga gue " jawab Reta jengah karena memang setiap kali selalu di antar jemput Alex ke kampus dan selalu di tunggu ketika kelas bubar oleh Alex untuk pulang bersama sebelum tunangan nya itu berangkat ke kantor.
" Tuh si Rafa katanya sering lihat lo sama Angga, katanya lo jalan sama peluk pelukan sama Angga " jelas Alex menceritakan semua yang Rafa bicarakan dengan Arin sewaktu di apartemen Rafa sebelum ia pergi menjemput Adi.
" Lo tuh di kerjain sama Rafa, tanya aja lagi ke dia " seru Reta tersenyum karena Alex yang biasa mengerjai sahabat nya malah balik di kerjai.
" Sialan tuh bocah " gerutu Alex merasa jengkel.
" Tapi lo pernah suka sama Angga ?" tanya Alex yang mendengar Arin jika Reta menyukai Angga dari pertama masuk kuliah.
" Iya dulu pas pertama masuk kuliah, siapa juga yang engga suka sama Angga anak nya ganteng keren gitu " cerita Reta karena selain Rafa, Adi dan Alex yang menjadi idola kampus, Reno dan Angga juga termasuk salah satu idola kampus juga.
" Oh " singkat Alex merasa cemburu.
" Kenapa sih lo ? cemburu ? " goda Reta melihat wajah Alex yang tertunduk.
" Jelas lah, lo tunangan gue habis ini jadi bini gue, ya jelas gue cemburu denger lo bangga banget cerita pernah suka sama Angga. Sampai sekarang masih suka sama dia ? kalau dia ajak lo jalan lo masih mau ? " tanya Alex semakin penasaran.
" Ya suka lah orang dia sekarang temen gue sama kaya Arin, kalau di ajak gue jalan jelas aja gue mau " seru Reta semakin ingin menggoda Alex.
Alex dengan cepat menarik pergelangan Reta dan membalik tubuh gadis tersebut hingga bersandar di meja dapur dengan tubuh Alex yang mendekat membuat Reta memalingkan wajah nya.
__ADS_1
" Bilang lo suka sama Angga " seru Alex mendekatkan wajah nya ke Reta yang terus menarik tubuh nya kebelakan hingga punggung nya hampir jatuh ke atas meja dapur.
" Gue emang suka karena dia temen gue " jawab Reta memalingkan wajah nya seraya terus memundurkan tubuh ke belakang.
Bibir Alex tiba tiba mendarat di bibir Reta kilas hingga membuat Reta merasakan panas pada tubuh nya dan marah ke arah Alex.
" Lo berani banget cium gue " gerutu Reta membulatkan mata ke arah Alex dengan nada marah.
" Gue berani bentar lagi gue udah jadi laki lo, kenapa ?" sahut Alex penuh keyakinan karena memang pernikahan mereka akan di adakan dua hari dari sekarang sesuai dengan pembicaraan mama Alex dengan orang tua Reta.
" Ya tapi belum kan ? jadi lo belum punya hak buat itu " seru Reta tegas ke arah Alex.
" Bilang lagi lo suka sama Angga " seru Alex merasa panas ketika Reta mengatakan jika dirinya menyukai Angga.
" Engga " ketus Reta.
" Aduh sakit " pekik Alex yang tak menyadari kehadiran Arin dan langsung memukul punggung nya berulang.
" Lo berani kaya gini ke sahabat gue, gue bunuh sekarang lo " seru Arin menarik tangan Reta menyingkir dari hadapan Alex.
" Reta kelilipan, gue cuma bantu tiup doang " kilah Alex yang masih belum tahu jika Arin telah mengetahui hubungan mereka.
" Sekali lagi gue lihat lo deket deket sama Reta, nih gue tikam ke jantung lo " seru Arin mengangkat pisau dapur membuat Alex melotot.
" Gila lo, mau lahiran di penjara lo " seru Alex merasa takut dengan ancaman Arin.
" Bodo " singkat Arin menarik Reta ke ruang tamu berkumpul dengan lain nya.
" Bawa tuh makanan ke depan " perintah Arin dengan nada jengkel ke arah Alex sebelum ia pergi.
__ADS_1
" Haduh ngeri banget nih bocah, perut udah gede gitu masih aja bar bar " gerutu alex mengusap dada nya yang berdetak cepat dengan amarah Arin yang menyodorkan pisau ke arah nya.
Dengan masih merasakan ngeri, Alex membawa beberapa piring dan sendok ke ruang tamu untuk di gunakan semua teman nya makan. Arin yang duduk di samping reta terus memelototi Alex dengan sengaja untuk menggoda sahabat suami nya itu. Alex yang bergidik ngeri melihat tatapan Arin memilih duduk dengan bersembunyi di balik tubuh Adi yang sudah selesai mandi dan duduk di sofa samping Rafa.
" Sempit bego, minggat sono " seru Adi karena satu sofa yang ditempati bersama Alex membuat tubuhnya terjepit.
" Ogah, lo lihat tuh Arin udah mau bunuh gue " bisik Alex lirik di belakang tubuh Adi.
Adi yang menatap Arin dengan mata melotot berekspresi menahan tawa mengedipkan mata ke arah Adi mengisyaratkan agar Adi mulai ikut menggoda Alex.
" Lah lo mending sembunyi aja, tuh Arin engga kedip mata nya melotot mulu ke lo. Ngeri gue mau pindah " ucap Adi lirih menatap Alex yang masih sembunyi di balik tubuh Adi yang hendak pergi namun ditarik kaos nya oleh Alex.
" Lo pergi, gue yang bakal bunuh lo bocah, udah lo diem " seru Alex pelan.
Adi membalikkan tubuh nya menghadap ke arah Arin dengan sama sama menahan tawa mereka di iringi tatapan bingung Rafa ke arah Adi dan Arin yang mencurigakan.
" Lo berdua ngapain sih ?" tegur Rafa jengkel menatap Adi dan Arin yang saling pandang dengan melebarkan senyum mereka sambil berbicara melalui isyarat mata.
Arin membisikkan sesuatu di telinga suami yang merasa cemburu tersebut agar ikut menggoda Alex juga bersama dengan diri nya dan Adi, Rafa langsung memahami maksud dari kedua nya. Reta yang memang tahu sikap jahil Arin juga ikut bergabung menggoda Alex yang masih merasa ngeri dengan tatapan Arin.
" Kamu ngapain bawa pisau yank ?" tegur rafa pura pura padahal istri nya tak memegang apapun membuat Alex melotot terkejut di balik tubuh Adi.
" Arin mau bunuh orang kurang ajar, udah biarin aja sekalian dia gorok leher tuh orang " seru reta menambahkan semakin membuat Alex membulatkan mata tak berani menampakkan wajah nya di iringi semua yang menahan tawa geli melihat tingkah Alex.
" Orang kurang ajar emang pantes banget di gituin, gue bantuin Rin, om lo kan polisi jadi lo bisa santai " sahut Adi mendapat cubitan keras dari Alex hingga ia terperanjat dari duduk merasa kesakitan.
" Gila lo, pedes banget " seru Adi berdiri dan berpindah tempat hingga Alex melihat ke arah Arin yang masih menatap nya dengan tatapan sinis hampir mengeluarkan bola mata nya.
Sambil makan Arin terus menatap Alex yang juga sudah ikutan makan dengan bantuan Rafa meraih makanan untuk sahabat nya tersebut. Tanpa berani mengangkat kepala nya karena memang ia juga merasa bersalah berani dekat dengan reta sebelum ia menikah, Alex terus memakan nasi goreng di tangan nya sementara lain nya terus menahan tawa mereka di sela makan.
__ADS_1