
***flashback on***
Rafa dengan marah kembali ke dalam kafe untuk mengambil tas dan mengejar Arin, namun Kania mencegah Rafa untuk tidak pergi dengan menarik pergelangan tangan Rafa.
" Lepas ga" seru Rafa dengan emosi yang sangat memuncak mencoba menghempaskan tangan Kania.
" Engga, aku engga akan lepasin kamu" jawab Kania yang langsung memeluk Rafa dan dengan kuat Rafa melepas pelukan Kania paksa
" Lo gila! jangan pernah lo berani sentuh gue atau istri gue. Kalau sampai ada apa apa sama Arin. gue bakal buat lo nyesel udah hidup dan kenal gue" ancam Rafa marah.
" Aku tahu kamu nikah sama dia cuma karena perjodohan orang tua kalian, yang kamu cintai itu aku bukan dia" teriak Kania kuat hingga membuat semua orang di kafe menatap ke arah mereka.
" Lo lupa, lo yang udah tinggalin gue. Sekarang lo cuma masa lalu gue, dan dia masa depan gue!! Seenaknya lo pergi terus datang lagi. Iya gue sayang sama lo, gue cinta sama lo tapi itu dulu! Yang sekarang gue cintai itu dia bukan lo" seru Rafa dengan nada lebih emosi karena mengingat betapa sakitnya dia ketika Kania pergi begitu saja.
" Kamu tahu aku pergi karena apa, aku engga mau tinggalin kamu tapi aku terpaksa. Dan sekarang aku sudah kembali kita bisa mulai dari awal lagi " pinta Kania menarik tangan Rafa.
__ADS_1
" Omong kosong!! " seru Rafa yang langsung mengibaskan tangan Kania kasar " Di, Lex lo berdua urus nih cewek gila " tegas Rafa pada Adi dan Alex yang malah sibuk merekam amarah Rafa dan Kania untuk mereka tunjukkan kepada Arin. Rafa yang masih dengan balutan emosi dan rasa khawatir tentang Arin dan anak nya secepatnya pergi meninggalkan Adi dan Alex yang berusaha mencegah Kania mengejar Rafa
*** flashback off***
Sesampainya di apartemen, Rafa langsung berlari masuk dan mencari ke setiap sudut ruangan namun tak di dapati nya Arin di sana membuatnya menjadi semakin khawatir dan frustasi. Ia memutuskan untuk menunggu Arin di apartemen karena ia takut jika tiba tiba Arin kembali ke rumah. Rafa yang terus saja mencoba menghubungi nomor yang Arin yang belum juga aktif tanpa sadar mengurai kan air mata nya.
" Kenapa baru kemarin kita bahagia mau punya anak dan sekarang harus kaya gini sih yank" gumam Rafa dengan menyandarkan tubuhnya di sofa ruang tamu dan mata yang menatap kosong ke arah langit langit apartemen.
" Jangan pergi lagi yank, aku engga bisa tanpa kamu dan anak kita. Aku mohon kamu kembali" seru Rafa dalam tangisnya sambil memijat kening nya pelan. Ia mencoba menghubungi rumah nya dan rumah Arin namun sama sama tak ada Arin di sana. Lalu ia meminta Adi dan Alex untuk mencari Arin di semua tempat yang mungkin untuk Arin datangi.
" Yank, kamu dari mana aja aku khawatir sama kamu. Maafin aku yank" seru Rafa dengan memeluk tubuh Arin yang seperti tak bernyawa dengan tatapan kosong dan mata sembab tanpa membalas pelukan suaminya.
" Yank, jangan seperti ini. Aku mohon maafin aku" tambah Rafa beriringan dengan air mata nya yang kembali jatuh tak kuasa melihat kondisi Arin.
" Aku capek, aku mau tidur " jawab Arin lemas yang langsung melangkah pelan menuju kamar nya.
__ADS_1
Rafa yang merasa khawatir dengan kondisi Arin bergegas menyusul nya dan langsung menggendong tubuh lemas Arin untuk ia rebahkan di tempat tidur. Sampai nya di tempat tidur Arin langsung menarik selimut hingga atas tubuh nya lalu memaksa matanya untuk terpejam.
" Aku engga bisa lihat kamu kaya gini yank, kamu maki aku kamu marah sama aku tapi jangan kaya gini, kasihan anak kita" ucap Rafa dengan memeluk tubuh Arin dari balik selimut.
" Buat apa anak ini, kalau ujungnya juga kita akan pisah" seru Arin pelan sembari menitikkan air mata nya.
" Engga, kamu engga boleh ngomong gitu. Kamu engga boleh tinggalin aku, aku engga tau dia di sana yank, tolong kamu jangan pernah ngomong kaya gitu jangan tinggalin aku" tegas Rafa yang merasa sangat takut jika Arin meninggalkannya.
" Orang yang kamu sayang udah balik fa, sekarang udah engga ada gunanya aku di sini. Aku akan rawat anak ini sendiri dan kamu bisa bahagia sama dia " jawab Arin tanpa menatap ke arah Rafa yang menyandarkan kepala nya di atas pipi Arin.
" Engga!! kamu istri aku, aku sayang sama kamu aku cinta sama kamu, aku butuh kamu sama anak kita jangan bilang kamu mau tinggalin aku aku engga bisa tanpa kamu, aku bisa mati yank" ucap Rafa menangis dan memeluk erat tubuh Arin.
" Aku ngantuk fa, aku mau tidur " seru Arin mendorong kepala Rafa dari atas pipi kanan nya dan mencoba untuk tertidur karena tak ingin menangis lebih lagi yang ia tahu akan berdampak pada anak dalam kandungannya.
Rafa hanya bisa membiarkan Arin untuk tidur dengan tetap berada di samping Arin dengan mata yang terus berlinang menatap dalam ke istrinya yang memunggunginya kini. Hati yang terasa sesak dan rasa khawatir jika Arin meninggalkannya membuat nya tak mampu untuk terlelap. Ia memutuskan untuk tetap terjaga karena takut jika waktu terbangun ia tak mendapati Arin di sisi nya dan mulai membayangkan yang tidak tidak jika Arin pergi dari hidup nya.
__ADS_1