SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 133


__ADS_3

Satu bulan setelah pernikahannya, Adi juga sudah kembali pada rutinitasnya bersama Yessi. Sedikit waktu yang mereka miliki berdua, karena proyek luar Kota Adi memaksanya sering meninggalkan Yessi walau baru saja menikah.


" Udah pecah kendi Lo? " tanya Rafa di sela pekerjaannya.


" Pecah kendi kepala Lo lebar?! mana bisa orang Gue aja kagak pernah pulang, nih aja seminggu Gue kagak pulang " sahut Adi mengejutkan Rafa juga Alex.


" Lo laki bukan sih Di? kecewa Gue sebagai sahabat Lo" celetuk Rafa menggelengkan kepala.


" Ah Lo dah mirip banci aja sih pecah gitu doang kagak bisa " tambah Alex memukul pundak sahabatnya.


" Mau gimana orang emang kagak. pernah pulang, masa iya Gue pecah kendi lewat telpon " jengkel Adi ke arah dua sahabatnya.


" Lo pulang deh hari ini, urusan ijin biar Gue yang ngomong ke Bokap " ucap Rafa.


" Kan masih seminggu lagi Fa, mana bisa gitu? " sahut Alex tak terima.


" Sehari ni biarin pulang deh Lex Kita handle sendiri kerjaan. Kasihan Gue sama si bodoh ini " celetuk Rafa.


" Serius Lo?! " tak percaya Adi senang.


" Serius, nih Lo bawa juga " ucap Rafa memberikan satu obat dari dalam dompetnya.


" Apaan nih? " tanya Adi tak mengerti cepat di raih oleh Alex.


" Wah gila Lo pakai beginian, bini Lo sanggup tuh ladeni? " seru Alex mengerti obat yang di berikan oleh Rafa.


" Gue pakai cuma kalau habis dari luar Kota doang , tinggal satu Gue kasih Adi. Kali aja ada gunanya " santai laki laki berkemeja biru muda tersebut.


" Buat apaan? " bisik Adi pada Alex.


" Udah Lo minum aja entar sampai rumah, bakal tahu sendiri. Sukur aja bini Lo kagak pingsan ntar " ucap Alex menyerahkan obat di telapak tangan Adi.


" Kagak nyangka Gue, Lo pakai beginian. Pantes banget tuh bini Lo betah sama Lo " celetuk Alex di senyumi oleh Rafa.


" Rahasia tuh, jangan kasih tau bini Gue " senyum Rafa berbisik.


" Ah, Gue juga mau kali Fa entar Lo kasih ginian. Beli dimana? " kembali Alex berbicara.


" Bokap Gue yang tahu, entar Lo minta aja sama Bokap " santai kembali Rafa, mengejutkan Alex.


" Bokap Lo pakai?! " membulat mata Alex mendekatkan wajah pada Rafa yang tengah menaik turunkan alis tersenyum.


" Gila " menggeleng Alex tak percaya.


Asi masih diam saja menyimak, tetap tak mengerti akan fungsi dari obat yang di berikan sahabatnya. Namun tak ingin terlalu dalam bertanya dan di tertawakan, Adi memilih mengantongi obat tersebut.


Bergegas Adi pulang menaiki mobilnya sendiri mumpung hari masih siang. Baik Rafa ataupun Alex sama sama tertawa melihat kepergian Adi, berharap obat itu berfungsi baik pada temannya yang bodoh tak tahu apapun.


***

__ADS_1


Lima jam perjalanan, Adi sudah memasuki rumah. Dilihatnya Yessi tengah selesai mandi di kamar. Obat dalam saku sudah di minum Adi dalam perjalanan, tanpa tahu efek yang terjadi. Namun mendengar pembicaraan Alex juga Rafa sepertinya obat sudah diminumnya itu memiliki khasiat luar biasa.


" Katanya masih satu minggu lagi? kok udah pulang? " lembut Yessi melepas gulungan handuk pada rambutnya.


" Gue kangen Lo " sahut Adi memeluk tubuh istri masih berbalut kimono itu dari belakang.


" Aku juga kangen sama Kamu" ucap Yessi membalikkan tubuh menghadap Adi.


Merasa rubuhnya panas, dengan gairah memuncak, Adi menikmati bibir Yessi hingga istrinya itu kualahan. Kimono sudah dilepaskan Adi dan terhempas begitu saja.


" Adi, Kamu kenapa? " tak mengerti Yessi menahan tubuh suaminya.


" Gue mau itu dari Lo " sahut Adi dalam napas memburu.


" Ini masih sore Di " ucap gadis sudah terhempas di atas tempat tidur.


Tak menjawab apapun, Adi terus melancarkan aksinya. Tubuhnya semakin tak bisa terkontrol akan keinginan juga pikiran pikiran dewasa yang tumbuh dalam benaknya.


Yessi sendiri tak tahu apa yang terjadi pada Adi, karena tak bisanya seperti sekarang. Ia mengikuti setiap ritme suaminya dengan rasa sakit tertahan. Keduanya memulai sebuah hubungan baru yang menjadi awal untuk pernikahan mereka bersama.


Bukan obat yang biasa digunakan oleh Rafa, Ia sengaja menyediakan obat itu khusus untuk Adi. Obat pembangkit stamina yang bisa melancarkan usaha sahabatnya. Rafa memahami jika Adi takkan pernah memulai hubungan itu, karena wataknya yang terlalu dingin pada perempuan.


Di tengah pekerjaannya bersama Alex, Rafa mengaku dengan jujur jika obat yang diberikan pada Adi bukanlah seperti yang Ia pakai saat kembali dari luar Kota. Alex yang sempat heran pun mulai memahami kesengajaan Rafa.


" Aduh dah panas kali tuh anak sekarang " celetuk Alex tersenyum bersama Rafa.


" Biarin aja, sekali kali kerjain sobat sendiri mah afdol kalau tujuannya baik " santai Rafa tersenyum.


" Bayangin aja sebulan nikah kagak pecah kendi sama sekali, mau nunggu lebaran bantal apa " sahut Rafa, di berikan tangan oleh Alex untuk high five.


Benar saja, Adi memang tak bisa mengontrol dirinya sendiri di kamar bersama Yessi. Hingga rasa lelah pun mendera kuat kedua oran yang baru dengan pengalaman mereka. Adi merebahkan tubuhnya lemas di samping Yessi, menyelimuti tubuh mereka bersama hingga terlelap dan tak lagi mendengar ketukan pintu dari Mama Adi yang meminta keduanya turun dan bersiap makan malam.


Hingga pukul sebelas malam, Adi terbangun karena lapar dan membangunkan Yessi. Dalam hati Ia menggerutu memaki Rafa tanpa henti dan siap membuat perhitungan ketika bertemu.


" Adi, Aku capek " memelas Yessi masih menutup tubuh hanya dengan selimut.


" Ya udah Lo tidur lagi deh, Gue mau cari makan di bawah " sahut Adi di tahan oleh istrinya.


" Jangan, Aku buatin dulu ya. Tapi ambilin baju Aku malu " lirih Yessi, di senyumi oleh Adi dengan mencium keningnya.


Adi beranjak dari tempat tidur usai lebih dulu meraih bokser miliknya, dan mengenakan dari dalam selimut. Pakaian sudah di raih sekenanya dari almari istrinya dan meminta untuk menggunakan. Ketika mencoba berdiri usai memakai pakaian, Kaki Yessi tiba tiba melemas dengan miliknya yang sakit, mengejutkan Adi yang langsung menangkap tubuh istrinya.


" Lo tidur aja deh, Gue bikin sendiri " tak tega Adi melihat istrinya.


" Engga apa apa kok Di, mungkin karena pertama kali aja " sahut Yessy kembali duduk mengatur napas.


" Maafin Gue ya, Gue udah maksa Lo lakuin itu " sendu Adi menundukkan wajah di samping Yessi.


" Engga Di, ini udah kewajiban Aku buat lakuin itu. Kamu juga udah sabar banget buat nunggu " lembut Yessi meletakkan tangan di atas paha laki laki masih menunduk itu.

__ADS_1


" Emang dasar sialan Lo Fa, awas aja Lo kalau ketemu Gue" gumam Adi dalam hati.


" Turun yuk, Aku buatin makan " ajak Yessi lembut.


" Jalan Lo kenapa gitu?" aneh Adi melihat langkah tertatih Yessi.


" Sakit Adi, kan udah di bilang. Ayo buruan ke bawah " sahut Yessi menoleh, membuat Adi makin bersalah.


Tanpa mengenakan kaos, Adi turun membantu istrinya. Tangan tak pernah di lepas oleh laki laki dengan perasaan bersalah itu, karena takut jika istrinya terjatuh.


Adi memilih duduk menunggu di meja makan, sementara Yessi membuatkan Mie campur telor permintaannya. Terus memperhatikan istrinya dari bawah hingga atas, Adi langsung beranjak dan memeluk dari belakang tubuh Yessi yang masih memasak.


" Gue cinta sama Lo, Gue sayang sama Lo. Terimakasih Lo udah jadi istri terbaik buat Gue, terimakasih juga udah kasih semua itu buat Gue " tulus Adi melingkarkan tangan pada perut gadis di depan kompor tersebut.


" Aku seneng denger Kamu ngomong gitu. makasih udah mau cinta sama Aku " tulus Yessi bahagia.


" Maaf buat Lo nunggu lama buat Gue ngomong itu, Gue mau Lo tetap seperti ini sampai kapanpun. Perhatian Lo, cinta Lo, kasih sayang Lo, Gue harap engga akan pernah berubah " kembali Adi mengatakan dengan tulus.


" Kamu suamiku Di, kalaupun berubah mungkin bakal berubah lebih sayang dan cinta sama Lo " senyum Yessi, di cium tengkuknya oleh Adi.


" Gue mau punya anak " seru Adi tiba tiba di balik tengkuk istrinya.


" Kita usaha ya " tulus Yessi melepaskan pelukan Adi perlahan dan mengangkat Mie sudah matang.


Adi membawa sendiri makanan sudah matang tersebut ke atas meja makan, dan menikmati sambil sesekali menyuapi Yessi. Raut bahagia terukir jelas pada wajah Adi yang berhasil melakukan kewajibannya untuk pertama kali, walau harus dengan cara licik dari Rafa yang merasa iba padanya.


" Lo udah ke rumah Ayah? " tanya Adi sambil makan.


" Belum, Aku tunggu Kamu senggang aja. Engga enak kalau harus ke sana sendiri, entar dikira Kita ada apa apa lagi " sahut Yessi masih duduk di depan suaminya.


" Kita ke sana habis kerjaan selesai ya, Gue harus balik lagi " lembut Adi mengatakan, di angguki oleh Yessi memahami.


" Iya Di " lembut Yessi.


Masih setia menemani suaminya hingga selesai makan, Yessi mencuci semua peralatan masak yang gunakan juga mangkuk yang sudah habis mie instant di lahap oleh Adi. Setelah selesai, keduanya kembali ke kamar, dan membersihkan mulut mereka lebih dulu sebelum melanjutkan tidur.


" Kamu balik kapan? " tanya Yessi masih duduk di tepi ranjang melihat ke arah Adi yang masih mengusap wajah basah dengan handuk.


" Besok, kerjaan masih banyak banget, kenapa? " tanya Adi melangkah dan merebahkan diri di atas tempat tidur, meraih tubuh Yessi meletakkan tepat di lengan kepala gadis sudah meletakkan tangan di atas dada polos itu.


" Engga bisa lusa? Aku masih mau sama Kamu. Kita lama engga pernah ketemu " pinta tulus Yessi.


" Coba Gue bilang Rafa ya, moga aja bisa. Gue juga masih mau sama Lo, ketagihan mau lagi " senyum Adi menggoda di pukul lirih dadanya oleh Yessi.


" Apaan sih " seru Yessi makin di eratkan pelukan oleh Adi.


" Enak sih, makanya mau lagi " goda kembali Adi mengubah posisi miring saling berhadapan dan memeluk.


" Sayang Kamu Di " ucap Yessi, tak bisa menjawab perkataan suaminya.

__ADS_1


" Gue juga sayang sama Lo " jawab tulus Adi, mengecup lembut ujung kepala beraroma shampoo itu.


Keduanya kembali terlelap bersama, dengan tubuh saling memeluk. Hubungan semakin erat usai apa yang mereka lakukan bersama, yang membuat Adi terlintas untuk menjadi Papa muda layaknya Rafa, Arin yang memiliki Alka dalam kehidupan rumah tangga mereka berdua.


__ADS_2