SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 29


__ADS_3

" Arin " terdengar teriakan keras dari arah pintu masuk kafe yang sontak membuat mereka ber 4 menoleh ke arah suara.


" Reno sini " jawab Arin melambai ke arah pria dengan style StreetWear yang melambai ke arah nya bersama 2 teman pria nya membuat Rafa tak senang melihat Arin terlihat akrab.


" Wah saingan berat nih fa, keren tuh anak ganteng" goda Alex memperhatikan gaya Reno dengan celana panjang coklat sampai mata kaki dibalut sepatu sneaker putih serta kaos hitam yang di kombinasi dengan jaket hitam lengan abu abu sedikit di tarik ke atas dengan topi hitam terlihat cool dengan tubuh tinggi wajah yang tampan dan putih bersih.


Reno berjalan mendekat ke arah Arin bersama temannya dan langsung berjabat tangan ngobrol dengan akrab memunggungi Rafa yang terlihat kesal. Adi dan Alex yang hanya menaikkan bahu mereka karena tak mengenal pria tersebut.


" Ngapain lo semua di sini? " tanya Arin akrab pada Reno, Angga dan Tama teman kelas nya yang memang akrab dengan Arin.


" Mau ngopi bentar sambil nunggu kelas. Lo? " jawab Reno.


" Sama gue juga nunggu jam kelas, lo gabung sini aja rama ramai kan enak" ajak Arin tanpa bertanya pada tiga pria yang menatap nya heran dengan ke akraban Arin.


" Boleh " seru Reno mulai menarik kursi di samping untuk duduk di sebelah Arin dan memperkenalkan dirinya pada Rafa, Adi dan Alex.


Angga bergegas memesan es kopi untuk mereka bertiga lalu ngobrol asik dengan Arin semakin membuat Rafa ingin marah.

__ADS_1


" Cowok lo? " tanya Angga pada lelaki memakai kemeja slim fit hitam pendek di sebelah Arin.


" Iya, ganteng ya" jawab Arin memuji Rafa sambil tersenyum menarik tangan Rafa untuk ia genggam membuat Rafa sedikit lega.


" Pantes gue kejar kejar lo engga lo respon, cowok lo ganteng gini" goda Reno yang langsung membuat Adi, Alex dan Rafa terkejut mendengar ucapan nya namun Arin malah tertawa.


" Becanda yank, dia emang gini orang nya gokil " jelas Arin pada Rafa " Laki gue ganteng gini mana mungkin gue doyan sama lo" timpa Arin ke arah Reno dengan menepuk bahu Reno pelan.


Mereka bercanda bersama sambil menikmati pesanan mereka masing masing, dengan Arin yang masih manja terhadap Rafa agar suaminya tak merasa cemburu dengan kedekatan Arin dan teman kelasnya. Arin dan Rafa yang saling melempar senyum dan tingkah manja sambil menyuapi makanan untuk satu sama lain membuat semua yang ada di meja tersebut merasa iri dengan ke romantisan Arin dan Rafa.


" Aku kangen banget sama kamu Fa, akhirnya kita ketemu disini" ucap Kania manja dengan menarik tangan Rafa yang masih terkejut.


Arin mencoba tenang mengingat kehamilannya dan pesan dokter jika ia tak boleh stres atau pun marah. Ia memakan makanan di hadapannya agar sedikit tenang meski hati nya serasa tercabik melihat suami nya di perlakukan seperti itu oleh mantan kekasih nya.


" Mau kelas nih Rin, gue balik kampus ya" pamit Reno yang merasa tak enak dengan keadaan yang di lihat nya sekarang.


" Tunggu, gue bareng lo " seru Arin yang dengan cepat melahap makan nya lalu beranjak dari duduk nya. "Gue duluan ya. Kalian lanjut aja" pamit Arin pada Adi, Alex dan Rafa seolah tak terjadi apa apa. Dengan cepat Arin berlari menarik tangan Reno agar cepat meninggalkan meja itu.

__ADS_1


" Yank, " teriak Rafa ke arah Arin hendak mengejar namun tangan nya ditahan olek Kania. " Lo apa apa sih? " marah Rafa ke arah Kania karena sikap Kania membuat Arin yang tengah hamil meninggalkannya cepat tanpa memperdulikan keadaan nya. Rafa dengan cepat menghempaskan tangan Kania dan mengejar Arin yang sudah menaiki motor besar milik Reno ke kampus membuat Rafa hanya bisa mengusap kasar wajah nya frustasi.


Rafa kembali ke dalam kafe dam memaki Kiara lalu beranjak pergi meninggalkan Adi, Alex dan Kania disana menyusul Arin ke kampus yang ternyata sesampai nya di sana kelas telah di mulai. Rafa memutuskan untuk menunggu Arin di depan kelasnya sampai selesai, namun saat kelas usai Arin tak terlihat keluar dan hanya ada Reta sendirian berjalan keluar " Ret, Arin mana? " tanya Rafa khawatir.


" Lah, gue yang nanya ke lo kenapa dia enggak masuk lagi fa" jawab Reta kebingungan yang semakin membuat Rafa khawatir.


" Reno mana? " tegas Rafa


" Ada, itu dia " jawab Reta menunjuk ke arah dalam kelas.


Rafa menghampiri Reno cepat menuju ke dalam kelas yang masih ramai anak.


" Ren, Arin mana? " tanya Rafa pada pria yang tengah memasukkan buku ke tas nya.


" Tadi dia turun di depan, terus naik taxi. Gue engga tahu kemana" jelas Reno dan Rafa langsung berlari ke arah parkiran mengambil kendaraan nya mencari keberadaan Arin. Ia terus menghubungi Arin namun ponsel Arin tidak aktif membuatnya semakin frustasi dan khawatir dengan kondisi Arin. Rafa mencoba menghubungi rumah Arin tapi kata pembantu Arin ia tak di sana.


" Kamu dimana sih yank" gerutu Rafa frustasi mencari di setiap jalan namun tak menemui Arin dan memutuskan kembali ke apartemen siapa tahu Arin ada di sana pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2