SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 44


__ADS_3

Pukul 15.30 Adi, Rafa dan Alex yang sudah selsai dengan meeting mereka bersama papa Rafa dan klien, langsung menuju keruangan mereka menemui Arin. Ketika Rafa membuka pintu untuk masuk di dapati nya Arin yang sudah sangat terlelap di sofa ruang kerja nya.


" Diam lo berdua bini gue tidur" seru Rafa pelan ke arah Adi dan Alex yang asik bercanda membayangkan perut Arin yang membesar nanti nya.


" Kasihan banget emak nya anak gue" gumam Alex tak tega melihat Arin tidur meringkuk di sofa.


" Iya, tuh anak gue engga bisa gerak kalau gitu tidur nya" tambah Adi merasa tak tega.


Mereka beriringan masuk ke dalam ruangan pelan pelan agar Arin tak terbangun. Rafa yang langsung memposisikan diri nya duduk di sofa yang sama dengan Arin perlahan mengangkat kepala istri yang tengah terlelap itu ke atas paha nya sebagai bantal.


" Di, lo pesan makan gih, bini gue kalau bangun tidur suka lapar" pinta Rafa yang paham betul ketika Arin bangun tidur selalu saja makan.


" Iya nih, gue juga lapar. Pesan pizza gih Di " tambah Alex yang duduk di sofa kecil dekat kaki Arin.


" Oke " jawab Adi mulai mungatak atik ponsel nya.


Rafa yang memangku kepala Arin tak henti nya mengagumi kecantikan ibu hamil di pangkuan nya yang semakin hari semakin terlihat cantik dan sexi menurut Rafa meski berat badan istrinya terus saja naik membuat Rafa kesusahan ketika Arin mulai manja ingin gendong setiap naik turun tangga apartemen. Wajah nya tak pernah kehilangan senyum menatap wajah lelap Arin yang seperti bayi dan tangan terus mengusap lembut anak dalam kandungan istri nya.


" Nih anak emang cantik banget ya apalagi kalau tidur gini, gemes banget gue. Hmm kaya nya gue jatuh cinta sama emak nya anak gue" gumam Alex menatap lekat wajah lelap Arin dan tak menyadari tatapan sinis Rafa yang di tujukan pada nya. " Kalau anak kita cowok pasti mirip gue Rin, kalau cewek pasti cantik banget kaya lo" tambah Alex dengan senyum senyum sendiri membuat Rafa semakin jengkel mendengar ucapan sahabat nya.

__ADS_1


" Lo ngomong sekali lagi gue lempar sepatu mulut lo" seru Rafa sinis ke Alex yang membuyarkan lamunan Alex " Merem lo, jangan liatin bini gue" tambah Rafa menutup wajah Arin dengan tangan nya.


" Yaelah Fa, gangguin orang ngayal aja sih lo" gumam Alex yang memang sedang membayangkan menggendong anak yang sangat lucu.


" Lagian gue yang bikin gimana bisa anak gue mirip lo? " seru Rafa jengah.


" Bayangin aja nih Fa, kalau anak lo mirip gue pasti lucu, ganteng, ceria kaya gue engga kaya lo cupu, klimis, jahat ya kan? " jelas Alex yang langsung mendarat sebuah sepatu ke arah tubuh nya yang malah membuat Alex terbahak.


" Lo ingat engga bini lo benci banget liat lo, jijik banget pas dulu itu pengen muntah aja bawaannya kalau liat lo" tambah Alex sambil terus tertawa terbahak mengingat waktu SMA


Rafa yang tak terima langsung melempar Alex dengan sepatu sebelah milik nya yang masih melekat di kaki " Ye enggak kena, enggak kena" ledek Alex menggeolkan pantat nya meledek Rafa makin membuat Rafa geram ingin mengejar Alex.


" Gila ya lo berdua, emak anak gue tidur malah berisik aja, kasian tuh kalau sampai bangun" tegur Alex yang sudah mematikan ponsel nya.


" Sama aja" teriak Adi kencang dan langsung di timpuk oleh Alex dan Rafa bersamaan.


" Suara lo lebih kenceng" geram Alex dan Rafa bersamaan membuat Alex cengengesan.


Terdengar getar ponsel Rafa di saku celana nya yang dengan perlahan ia ambil untuk melihat siapa yang menelfon nya di sela candaan bersama sahabatnya. " Kania? " gumam Rafa pelan sambil melihat layar ponsel nya yang ternyata panggilan masuk dari Kania dan membuat Adi dan Alex membulatkan mata mereka.

__ADS_1


" Ngapain tuh orang? " tanya Alex tak suka


" Tau tuh bini nya Adi " jawab Rafa singkat membuat Adi terperanjat kaget dan bergumam " Amit amit, amit amit" gumam Adi menggosok perut nya sendiri.


" Sering dia hubungin lo Fa? " tanya Alex lagi


" Iya, sampai kemarin gue nampar bini gue cuma gara gara masalah nih orang" cerita Rafa mengenai kejadian malam ia bertengkar dengan Arin yang membuat dua sahabat nya melotot tak percaya.


" Gila lo, bini hamil main gampar aja" tegas Adi dan Alex bersamaan tak terima.


" Gue nyesel banget habis itu, pengen gue bakar aja tangan gue" jawab Rafa menyesali perbuatan bodoh nya pada Arin malam itu. " Lo berdua lihat ini nih" ucap Rafa sambil membuka isi chat Kania yang hampir seratus dan tak ada satu pun yang ia balas.


Rafa memberikan ponsel nya pada Adi yang dengan cepat Alex berdiri menghampiri tempat duduk Adi di dekat Rafa membaca chat dari Kania bersama sambil menggeleng gelengkan kepal mereka bersama.


" Obsesi nih namanya" gumam Adi pelan sambil terus membaca semua isi chat Kania.


" Udah kelamaan" seru Alex cepat menarik ponsel Rafa di tangan Adi dan langsung memblokir nomor Kania dari ponsel Rafa dan meminta Adi memblokir juga di ponsel nya lalu melakukan hal yang sama di ponsel Alex sendiri. " Gini kan aman, anak gue sehat jiwa emak nya tentram" tambah Alex dengan senyumnya dan menaik turunkan kedua alis nya.


" Keren lo " sahut Rafa tersenyum puas karena terhindar dari mantan yang tak ingin ia ingat lagi.

__ADS_1


" Biarin sekarat dia bingung sendiri" tambah Adi yang langsung tertawa.


" Gue harap gantung diri dia di pohon cabe" seru Alex tertawa lalu kembali duduk di tempat mereka.


__ADS_2