
Adi, Alex dan Reta mengunjungi Arin di rumahnya, karena Arin melahirkan secara normal makan Ia hanya menginap satu malam di rumah sakit dari sore ini Ia telah kembali ke rumah. Adi, Alex dan Reta yang marah terhadap Rafa karena tak memberitahu mereka jika Arin melahirkan dan baru memberitahu esok hari setelah mereka kembali pulang ke rumah.
" Gila Lo kejam banget, itu juga anak Gue " gerutu Alex ke arah Rafa yang duduk di samping Arin sedang menggendong anak nya.
" Ya sorry, Gue panik kemarin bini Gue tiba tiba lahiran " ucap Rafa tersenyum.
" Udah, udah sini tante buatkan minum buat kalian " seru Mama Rafa membawa nampan berisi minuman untuk teman teman anak nya.
Kedua orang tua Rafa yang masih berada di apartemen Rafa mulai memenuhi apartemen Rafa dengan perlengkapan bayi yang baru mereka pesan hari ini. Sementara orang tua mereka sibuk, Arin dan Rafa menemani sahabat mereka mengobrol di ruang tamu.
" Selamat ya Rin " ucap Reta memeluk Arin dan mencium anak yang ada di gendongan Arin.
" Makasih, cepetan nyusul Lo " seru Arin tersenyum.
" Gampang, Gue urus anak Gue yang ini dulu " sahut Alex mendekat dan mencium Alka anak Arin dan Rafa.
" Iya Lo bagian beli popok tiap bulan nya " seru Rafa menepuk punggung Alex.
" Gampang, popok emak nya juga Gue beliin Fa " seru Alex dengan sombong yang dipukul oleh Rafa kembali.
" Lo engga pengen lihat anak Lo juga Di? " tanya Arin melihat Adi yang duduk jauh dari Arin dengan membalas chat di ponselnya
" Boleh? " tanya Adi mematikan ponsel menatap ke arah Arin.
__ADS_1
" Boleh dong " sahut Arin membuat Rafa memaksa tersenyum.
Adi beranjak dari duduknya dan berjongkok di hadapan Arin melihat Alka lalu mencium pipi nya lembut.
" Entar Gue yang bantuin Lo jaga dia deh, kan Alex udah beli popok " ucap Adi menatap ke arah wajah Arin yang tersenyum membuat Rafa merasa cemburu karena wajah kedua nya yang terlihat dekat.
" Lo mah jagain emak nya bukan anak nya " celetuk Alex memukul pundak Adi yang masih jongkok.
" Berdua dong, ya gak Rin " sahut Adi bercanda seperti biasanya ke arah Arin.
" Makanya nikah biar bisa jagain anak bini Lo sendiri " seru Arin tersenyum ke arah Adi.
" Gue enggak minat nikah sama punya anak sendiri, jagain Lo sama Alka mah sama aja buat Gue. Ya gak Lex, Fa " celetuk Adi tersenyum kearah Alex dan Rafa yang masih berusaha memaksa senyum dalam hatinya yang cemburu.
Adi beranjak dari duduknya karena ponselnya yang berdering dan menerima panggilan dari klien nya di luar apartemen. Sementara Rafa yang merasa sangat cemburu dan tidak suka dengan ucapan Adi padahal biasanya juga Ia katakan bersama Alex candaan seperti itu. Ia benar benar ingin marah saat ini dan meminta Adi tak menyukai istrinya lagi, namun Ia tak memiliki kekuatan untuk melakukan itu. Apalagi ucapan Adi yang tak ingin menikah dan punya anak sendiri semakin membuatnya merasa sesak di dada.
" Gue aja sini yang gendong Rin, gini gini Gue jago gendong anak bayi " seru Reta meraih tubuh mungil Alka dan menggendongnya.
Reta yang memang sudah biasa menggendong anak bayi karena tantenya adalah seorang bidan yang kadang meminta Rena membantunya untuk menangani anak pasien KB yang menangis hingga Ia tak kesusahan jika harus menggendong Alka.
" Udah pantes nih Reta jadi mama " seru Mama Arin melihat Reta menggendong Alka dengan luwes.
" Iya tante, doain aja biar cepat punya anak sendiri " sahut Reta tersenyum, malah membuat Alex yang tengah minum tersedak mendengar jawaban istrinya.
__ADS_1
" Kenapa Lo? " tegur Rafa menepuk punggung Alex.
" Lo serius mau punya anak? " tanya Alex dengan nada terkejut dan mata membelalak lebar.
" Iya dong " singkat Reta dengan tersenyum ke arah Alex yang memang tak siap menjadi seorang Ayah muda seperti Rafa.
" Lanjutin kuliah dulu baru punya anak Ret " sahut Rafa yang tahu jika Alex tak ingin memiliki anak lebih dulu dan ingin menikmati masa masa pacaran setelah menikah.
" Iya, bener kata Rafa nak mending tunggu selesai kuliah dulu baru punya anak " tambah mama Arin membuat Alex tersenyum lega
" Aku baru kuliah punya anak ma " ucap Arin menatap mama nya.
" Kan Kamu nikah udah lama sayang, jadi wajar kalau udah punya anak. La Reta sama Alex kan baru nikah jadi biar pacaran dulu kaya kalian " jelas mama Arin.
" Iya sih " gumam Arin lirih.
" Lagian juga Aku pengen punya anak yank. biar nanti kalau Kamu keluar engga bisa tebar pesona soalnya bawa anak " sahut Rafa tersenyum puas.
" Sekarang sih banyak yank kakak yang bawa adiknya keluar rumah " jawab Arin tertawa membuat suaminya menatap jengah Arin dan mulai bersikap manja meletakkan kepalanya di pundak Arin.
" Hm modus Lo " gerutu Alex melihat Rafa manja ke arah Arin sambil memeluk perut istrinya.
Adi yang telah kembali dari mengangkat telfon dari klien menghampiri papa Rafa menjelaskan tentang telfon klien mereka dan mulai membahas pekerjaan mereka berdua karena Adi dan Alex yang tak masuk kerja jadinya Adi yang mengatasi semua pekerjaan sahabat sahabatnya.
__ADS_1
Usai berbicara panjang lebar dengan papa Rafa, Adi kembali menghampiri sahabat sahabatnya yang masih asik mengobrol di ruang tamu bersama mama Arin. Rafa yang melihat kedatangan Adi dengan cepat menarik tubuhnya yang dari tadi menggelayut pada pundak Arin sambil terus memeluk perut istrinya seraya mengobrol dengan Alex yang terus meledek Rafa tak akan memiliki kesempatan manja lagi karena adanya Alka sekarang.
Rafa tak ingin menyakiti Adi dengan sikap manja nya pada Arin makanya Ia dengan cepat melepaskan diri dari istrinya begitu Adi datang yang membuat Arin merasa aneh dengan sikap suaminya yang langsung menjauh dan menyandarkan diri sera membuang muka dari Arin. Bahkan Rafa menggeser duduknya dari Arin demi menjaga perasaan Adi. Rafa memang tak bisa mengikhlaskan Arin untuk Adi atau siapapun tapi Rafa bisa menjaga perasaan Adi agar tak terluka karena hanya itu yang bisa lakukan sebagai seorang sahabat dan juga suami saat ini.