
" Cie Alex " goda Adi yang duduk di samping Alex menyenggol lengan kiri sahabatnya yang salah tingkah.
" Kayaknya bakal ada lamaran nih " tambah mama Rafa menggoda semakin membuat Alex salah tingkah.
" Apa an sih tante" seru Alex pelan karena semua mata menatap ke arah nya begitu juga Reta.
" Kamu harus cepat sehat yank biar bisa datang ke acara lamaran mereka" goda Rafa yang tengah menyuapi istrinya.
" Udah, udah kasihan tuh Alex mukanya udah kaya kebakar " seru Papa Rafa tersenyum melihat wajah Alex merah padam membuat lainnya tertawa.
pukul 22.15 mereka yang sudah usai makan dari beberapa jam yang lalu memutuskan untuk beristirahat karena Arin yang sudah terlelap dari pukul 21.00 tadi. Mama Arin dan mama Rafa tidur di sebuah ranjang yang mereka minta pada petugas rumah sakit menambahkan satu ranjang dan satu sofa bed di sana karena memang hanya tersedia satu sofa bed dan kursi sofa dan meja yang tak cukup untuk semua menginap di sana. Karena pemilik rumah sakit adalah rekan bisnis papa Arin dan papa Rafa makan mereka diijinkan menginap semua dan memfalitasi apapun yang mereka butuhkan.
Alex dan Adi mulai merebahkan diri di sofabed sambil memainkan ponsel mereka menunggu Rafa yang masih mandi di kamar mandi, sementara Reta duduk di depan kamar untuk menerima telfon dari orang tua nya yang berada di luar negri.
" Lo temenin Reta sono, malam malam gini diluar sendiri bahaya tau" seru Adi menyenggol lengan Alex yang terbaring di samping nya.
" Orang rumah sakit bahaya dari mana" jawab Alex masih memainkan ponsel nya.
" Udah sono, kasihan tuh " seru Adi lagi mendorong Alex dengan kakinya kuat sampai ia terjatuh.
" Sakit bocah!" geram Alex memegangi pinggang nya lalu berjalan keluar untuk menemani Reta.
Perlahan Alex menutup pintu kamar dan duduk di samping Reta yang masih asik mengobrol di telfon. Alex kembali memainkan ponselnya di samping Reta menunggu sampai perempuan di samping nya selesai mengobrol.
" Lo ngapain di sini? " tanya Reta terkejut melihat Alex di samping nya karena posisi Reta yang menghadap ke sisi lain membuat nya tak menyadari kehadiran Alex.
__ADS_1
" Nemenin Lo" jawab Alex masih menatap ke layar ponsel nya. " Lo engga takut gitu tinggal di sini tanpa orang tua? " tambah Alex mulai mematikan ponsel nya.
" Engga lah " singkat Reta menundukkan pandangan nya karena mata Alex yang menatapnya.
" Gue suka sama lo Ret" ucap Alex tiba tiba mengejutkan Reta yang menundukkan wajah nya.
" Bohong banget Lo, playboy kaya Lo mana bisa suka sama cewek kaya gue " jawab Reta tak mempercayai ucapan Alex.
" Gue serius, lagian Lo anggap gue playboy emang tahu gue pernah jalan sama cewek gitu? "tanya Alex yang memang tak pernah dekat dengan cewek selama ini.
" Lo kan ganteng dari dulu fans lo tuh banyak. Lo juga engga pernah nolak pas mereka deketin Lo kan? " seru Reta karena dari SMA ia dan Arin membenci Alex dan Adi karena di anggap tukang mempermainkan perasaan cewek karena ketampanan mereka.
" Gue serius, Gue suka sama Lo dan Gue mau Lo tunggu Gue sampai bisa berdiri di atas kaki Gue sendiri setelah itu Gue bakal nikahin Lo karena Gue engga suka pacaran pacaran. Lo mau kan? " tanya Alex memegang kedua pundak Reta dan menatap mata nya dalam.
" Ogah " singkat Reta " Di luar sana banyak cowok keren ngapain Gue tungguin Lo" tambah Reta memalingkan wajah nya karena jantung nya yang mulai tak teratur.
" Ya gue suka sama Lo " singkat Reta membuat Alex tersenyum senang.
" Jadi lo mau tunggu gue? "tanya Alex lagi.
" Iya" singkat Reta dengan tersenyum bahagia dengan menundukkan wajah nya.
" Mau ngapain Lo? " seru Reta memundurkan tubuh nya tanpa beranjak karena Alex yang tersenyum dan hendak memeluk nya.
" Peluk Lo lah, masa iya mau peluk kursi" jawab Alex tanpa merasa aneh dengan kelakuannya.
__ADS_1
" Gue hajar Lo berani peluk gue" gertak Reta yang tak ingin Alex menyentuhnya sebelum ada kepastian tentang hubungan mereka membuat Alex cengengesan.
Alex dan Reta meneruskan obrolan mereka diselingi dengan candaan kedua nya. Sementara Adi yang mengintip dari balik jendela tersenyum bahagia melihat kedekatan Alex dan Reta.
" Ngapain sih Lo? " tegus Rafa mengagetkan Adi dan berdiri di samping Adi.
"Sialan Lo, kaget Gue. Tuh lagi lihat manusia purba PDKT " jelas Adi cengengesan.
" Emang dasar tukang intip Lo" seru Rafa karena memang 2 sahabatnya sering mengintip dan menguping diam diam ketika Rafa bersama Arin.
Rafa yang merasa penasaran ikut mengintip bersama Adi.
" Lah lo juga ngintip" protes Adi ketika Rafa berdiri di sampingnya membuka sedikit korden yang menghalangi.
" Penasaran Gue, emang tuh anak berdua gimana sih perasaan nya?" tanya Rafa penasaran karena selalu mendapati Alex dan Reta tak pernah rukun.
" Gue rasa sama suka nya" jawab Adi karena beberapa kali memergoki Alex melihat ke akun sosial media Reta sambil senyum senyum sendiri.
" Gak nyangka Gue anjing sama kucing bisa akur" gumam Rafa menggelengkan kepalanya tak percaya.
" Udah ah tidur sono, biarin mereka jangan di intip mulu bintitan Lo" tambah Rafa menutup menyudahi acara mengintip nya.
" Lo tidur mana?" tanya Adi karena hanya tinggal satu sifa bed untuk Reta.
" Sama bini gue lah, emang Lo nggak laku" jawab Rafa berjalan meninggalkan Adi.
__ADS_1
" Sialan Lo " gerutu Adi dan mulai berjalan ke arah sifa bed untuk memulai tidur nya.
Rafa memutuskan untuk tidur dengan duduk di kursi samping Arin merebahkan kepalanya di samping perut istrinya karena takut jika nanti tiba tiba Arin membutuhkannya. Sebelum tidur Rafa mengelus perut Arin dan mengecup lembut perut buncit istrinya sekedar menyapa anaknya lalu beralih mencium kening istrinya dan mulai merebahkan kepalanya dengan tangan memegang tangan Arin.