SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 151


__ADS_3

Pagi hari, Adi hanya tinggal di rumah menunggu orang tua Yessi juga sahabat sahabatnya datang. Semalam sempat Adi meminta Mamanya agar menghubungi kedua orang tua Yessi sebelum Ia menghubungi sahabatnya. Ia ingin agar semua sekalian tahu tingkah sebenarnya dari Yessi, yang sudak amat membuatnya tertekan. Jelas saja Yessi sudah lebih dulu mengadu sebelum Mama Adi menghubungi besannya. Namun hal itu malah memudahkan Mama Adi, agar tak perlu lagi menjelaskan alasan di balik niatnya.


Sekitar pukul 08.15, orang tua Yessi sudah tiba dan tak lama mobil Alex juga tiba. Rafa, Arin, Viona dan Alex datang bersamaan usai menitipkan lebih dulu Alka pada orang tua Arin. Mereka tak mau jika Alka harus mendengar keributan lagi, karena pasti akan menimbulkan trauma tersendiri pada bocah kecil gemuk tersebut. Lengkap dengan CCTV dalam flashdisk, keempat orang itu masuk ke dalam rumah Adi. Di sana sudah ada Yessi dan orang tuanya, memandang keempatnya tak suka. Adi dan Mamanya malah menyapa keempatnya dengan memeluk satu persatu seperti biasa.


Tanpa menunggu lama, langsung saja Adi memutar rekaman sudah dipindahkan ke flashdisk oleh Alex semalam. Laptop sudah menyala dan siap menunjukkan semua kelakuan juga pembicaraan waktu makan malam. Mama Adi menggelengkan kepala tak percaya akan apa yang dilihat, bahkan ketika Adi dan Yessi tinggal berdua saja, sempat Ia menampar keras wajah Adi. Dan itulah alasan sebenarnya Adi menyusul ke tempat Rafa.


Keempat orang yang melihat lebih dulu rekaman itupun tak mampu percaya tentang apa yang dilakukan Yessi pada sahabatnya. Semalam sempat keempatnya amat geram ketika melihat bersama di apartemen Alex, usai Adi menghubungi. Tanpa merasa bersalah, Yessi tetap diam di tengah kedua orang tuanya.


" Berani banget ya Kamu tampar Adi kaya gitu?! bahkan Kami orangtuanya aja engga pernah sekalipun cubit Adi apalagi nampar!" geram Mama Adi ke arah Yessi yang masih terlihat santai.


" Adi yang salah Ma, Aku cuma kebawa emosi aja. Udah iyu Aku minta maaf kok " ucap Yessi membela diri.


" Kamu pikir Mama tuli apa engga bisa dengar semua? mana Kamu bilang maaf ke Adi? orang Adi aja langsung pergi " ucap wanita di samping putranya itu tanpa melihat lawan bicara.


" Sekarang semua sudah jelas kan? jadi disini Saya mau minta maaf dulu sama Ayah juga Bunda, Saya mohon untuk Yessi dibawa pulang saja. Karena Saya sudah angkat tangan untuk menjadi suaminya " sopan Adi, mengejutkan semua orang kecuali Mamanya.


" Engga bisa gitu! jangan kurang ajar Kamu! sudah Kamu buat hamil lalu Kamu mau tinggalkan begitu saja?! "tegas Anton keras.


" Adi, Bunda pikir Kamu sudah tahu watak sebenarnya Yessi waktu Kamu meminta ijin menikah. Yessi memang seperti itu, tidak menyukai jika apa yang menjadi miliknya juga dimiliki orang lain, untuk itu Dia susah mendapat teman. Memang Dia egois dari kecil, dan sangat keras kepala, tapi itu karena Dia tidak mau berbagi " panjang lebar Bunda Yessi, malah membuat lainnya semakin terkejut.

__ADS_1


" Bunda! " teriak Anton melotot ke arah istrinya.


" Seharusnya dari awal Kita jujur Yah soal watak Yessi juga sifat buruknya, tapi Ayah yang cegah Bunda makanya jadi seperti ini " ucap kembali Bunda Yessi, pernah ingin mengatakan segalanya namun di cegah oleh Anton.


" Terus kenapa Bunda kalau Yessi engga bisa punya teman karena watak Yessi? apa itu salah Yessi? sekarang Adi masih suka sama Arin itu juga salah Yessi? Dia mau tinggalin Yessi buat nikah sama Arin, asal bunda tau itu " ucap Yessi ke arah wanita di sampingnya.


Rafa, Alex, viona, Arin, Adi juga Mamanya hanya membuang bapas kasar seraya menggelengkan kepala mendengar ucapan Yessi. Makin terlihat begitu buruk ketika Yessi berbicara begitu lantang pada orang telah melahirkannya. Bahkan hal itu tak pernah di lakukan lainnya sebagai anak selama ini, walaupun sangat kesal terhadap orang tua mereka.


" Arin, nih semua gara gara Lo tau gak?! puas Lo semua hancur kaya gini?! Lo kenalin Gue sama Adi cuma buat bikin Gue tau kalau ternyata Lo banyak yang suka gitu?! " teriak Yessi ke arah Arin, ingin di balas oleh Rafa namun di tahan tangannya oleh Arin.


" Dan Lo Fa, jaga tuh istri Lo! Lo engga tau aja kalai Dia suka banget tebar pesona sama laki laki lain, di rumah aja Dia sok jadi Ibu yang baik, faktanya Dia suka banget tinggalin Alka dan keluyuran! " teriak Yessi kembali ke arah Rafa yang memejamkan mata menahan amarah, walau tangannya menggenggam kuat.


" Yessi cukup! " tampar Bunda Yessi cepat di pipi putrinya, membelalakkan mata semua orang.


" Karena memang Dia pantas! Bunda sudah lelah menahan selama ini atas semua sikap beraninya Dia, harusnya dari dulu Bunda tampar Dia biar tahu sopan santun!" tegas Bunda Yessi lagi.


" Maaf jeng lebih baik selesaikan urusan kalian di rumah saja, dan bawa juga putri kalian karena rumah ini tidak menerimanya lagi " lembut Mama Adi mengatakan.


" Mama gak bisa kaya gitu! Aku sedang hamil anak Adi dan gak mau pergi dari sini! " bentak Yessi, langsung Adi bangkit dari duduk emosi.

__ADS_1


" Lo berani bentak nyokap Gue sekali lagi, Gue tampar Lo! Gue aja anaknya gak pernah bentak Dia, berani banget Lo bentak bentak?! pergi Lo! lahirin tuh anak baru Gue urus cerai! " tegas Adi penuh emosi.


" Gue gak mau! Gue gak salah! Lo sama temen temen juga nyokap Lo yang salah! kalian harus minta maaf sekarang! atau Gue bakal gugurin cucu keluarga ini! " ucap Yessi berteriak seraya mengancam.


" Oh bagus, kalau gitu Gue gak usah nunggu Lo lahiran buat cerai sama Lo " sahut Adi.


" Cukup Adi! jangan pernah berharap Kamu bisa bertemu anak sama istri Kamu lagi! " ancam Anton berdiri menunjuk Adi tepat di wajahnya.


" Kita pulang! disini Kita cuma di hina! dasar keluarga tidak waras! " ucap Anton penuh penekanan, menarik tangan Yessi kuat.


" Engga mau Ayah, mereka harus minta maaf! " teriak Yessi.


Tetap Anton menarik kuat tangan putrinya keluar, memasukkannya ke dalam mobil. Bunda Yessi masih menangis dengan memeluk besannya.


" Maafkan putri Saya, tolong bicarakan ini dengan Adi dan Saya akan membuatnya berubah " sendu Bunda Yessi menangis, merasa malu akan tingkah putrinya.


" Bunda, maafin Adi ya " tulus Adi memegang pundak mertuanya.


" Bunda yang minta maaf karena engga bicara dari awal sama Kamu nak, Bunda permisi dulu " lembut Bunda Yessi lalu menarik kedua sisi lelaki tinggi di hadapannya dan mencium keningnya.

__ADS_1


" Hati hati jeng " ucap Mama Adi lembut.


Bunda Yessi amat malu hingga tak bisa berkata apapun lagi. Jika saja dulu Anton tak melarangnya dan meyakinkan jika Adi sudah tahu segala watak Yessi, mungkin wanita masih menangis menundukkan wajah dan berjalan cepat ke mobil itu, sudah mengatakan segalanya. Anton terus saja membunyikan klakson mobil, dengan Yessi memaki di dalam. Cepat Bunda nya naik, lalu keluar dari halaman rumah Adi dengan mengemudi cepat mobilnya.


__ADS_2