SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 98


__ADS_3

Setelah yakin jika kedua sahabatnya sudah pergi, Rafa menggendong putra yang terus mengisap pundak nya menemui Arin.


" Bangunin bunda dulu ya " lembut Rafa mengetahui jika putranya sangat menginginkan ASI hingga terus mengisap pundaknya sampai air liur Alka menetes di tubuh Ayahnya.


Sengaja Ayah satu anak itu meletakkan tubuh putranya di dekat istri yang masih begitu lelap dengan hanya berbalut selimut. Tangan bicah kecil dengan pakaian berwarna kuning itu, sengaja di arahkan Ayahnya ke wajah lelap istrinya agar terbangun.


" Sayang bangun ini udah siang, nih Alka mau minum " coba Rafa membangunkan istrinya dengan lembut sambil menciumi pundak istrinya.


" Masukin selimut aja yank, Aku engga pakai apa apa " sahut Arin dengan suara parau khas bangun tidur dan mulai memiringkan tubuhnya menghadap kedua laki laki tampan seperti saudara kembar di samping tubuhnya.


" Jangan yank, Kamu mandi dulu sana kan itu bekas Aku " tersenyum Rafa mengingatkan istrinya.


" Ah iya Aku lupa. Sebentar ya sayang Bunda mandi dulu, masih ada bau nya Ayah tuh " sahut Arin sembari menggoda putranya, sambil melirik ke arah suaminya.


" Sayang, ambilin kimono di kamar mandi " pinta manja Arin menatap wajah tampan Rafa walau bangun tidur.


" Gitu aja engga apa apa yank, Aku udah lihat semuanya juga " sahut laki laki yang malas berdiri karena menyangga tubuh putra yang duduk bersandar pada perutnya.


" Gini yang namanya habis manis sepah di buang! " gerutu Arin jengkel langsung di cubit gemas pipi nya oleh Rafa.


" Kamu kaya emak emak PMS kalau gitu yank, pagi pagi udah kaya petasan " tawa Rafa memindahkan tubuh putranya untuk merebah di samping Bundanya.


Bergegas laki laki dengan perut sixpack itu berjalan ke kamar mandi untuk mengambilkan kimono istrinya. Dan secepatnya kembali karena tak ingin Alka harus menunggu lama untuk menikmati ASI dari bunda nya.


Sampai nya di samoing ranjang, Rafa membantu istrinya mengenakan kimono tanpa sedikitpun melewatkan kesempatan untuk mencuri menikmati pemandangan indah di hadapannya.


" Yank, ini apaan coba? " seru Arin melihat bekas kepemilikan pada dada nya dan hanya membuat suaminya cengengesan karena hasrat mereka melupakan peringatan Arin untuk tak meninggalkan bekas karena harus memberikan Alka ASI.

__ADS_1


" Siapa suruh jadi bini seksi banget " gumam lirih Rafa ketika istrinya sudah pergi meninggalkannya ke kamar mandi.


***


Satu setengah jam setelah kedua nya siap, juga Alka sudah meminum ASI, ketiga nya turun ke bawah untuk menyapa dua sahabat yang masih menunggu di meja makan bersama kedua orang tua Rafa.


" Eh, tukang cari makan gratis udah datang " ledek Arin menggoda kedua sahabat yang sudah menikmati gorengan di meja makan.


" Seger banget Rin, aura Lo terpancar gitu pagi ini. Habis ngapain semalam? " goda Alex memperhatikan istri sahabatnya sambil sesekali melirik Adi.


" Apaan sih? bocah engga boleh tahu urusan orang dewasa " sahut Rafa menarik kursi untuk perempuan yang masih menggendong putranya.


" Iya yang udah dewasa, suaranya semalam sampai kedengaran sama Mama " santai wanita cantik dengan mulai mengambilkan nasi untuk suaminya, seketika membulatkan mata keempat sahabat yang mendengarnya dengan saling tatap.


" Dengar apa sih Ma? orang Kita tidur " kilah Rafa mengambil cumi goreng di atas meja makan.


Adi dan Alex yang ikut mendengar ucapan Mama Rafa mulai saling pandang dengan tatapan membulat, menghiasi pikiran mereka dengan pikiran kotor yang langsung tertawa terbahak bersama. Sementara Arin sudah tak karuan lagi rasa malu nya hingga membuat wajah cantik segarnya merah padam, tak menyadari jika semalam mertuanya mengetahui apa yang mereka lakukan.


" Maklum Ma anak muda tenaganya masih kuat " tambah Papa Arin ikut menggoda.


" Wah, parah Lo berdua kenapa engga kasih speaker masjid aja biar dengar semua " tambah Alex di sela tawanya bersama Adi.


" Berisik Lo " jengkel Rafa merasa malu sendiri pada kedua orang tuanya.


Mata Adi dan Alex kembali terbelalak hebat melihat leher jenjang perempuan cantik di hadapan mereka. Rambut basah tertata ke belakang menunjukkan bekas merah di leher putih Arin yang tak Ia sadari.


" Eh bocah, Lo di gigit apaan semalam? leher Lo kenapa? " goda Alexa memajukkan tubuh mengamati dekt leher Arin yang cepat di tutup Rafa dengan rambut istrinya.

__ADS_1


" Eh, Gue usir Lo! " jengkel Rafa melotot ke arah Alex yang masih membungkuk di atas meja makan melihat tanda di leher outih yang Ia tahu pasti apa itu.


" Wah Fa, Lo kebangetan deh masa iya bini sendiri di gigit sampai kaya gitu " tambah Adi tetawa geli, diiringi tawa orang tua Rafa yang ikut memperhatikan wajah malu kedua orang tua baru itu.


" Minggag Lo berdua! " jengkel Rafa malah ditertawakan kedua sahabatnya.


Menggoda Rafa merupakan salah satu cara kedua sahabatnya untuk melupakan kesendirian mereka. Karena hanya Rafa yang memiliki pasangan, membuat keduanya begitu menyukai wajah malu ataupun cemburu dari Ayah muda tersebut.


Orang tua Rafa dan orang tua Arin juga tak pernah melewatkan untuk menggoda keduanya, terlebih ketika mereka terlihat begitu segar usai berduaan. Makanya tak jarang ketika menginap, mereka membawa cucu pertama mereka demi memberikan waktu lebih pada sepasang suami istri yang masih saja malu malu ketika ketahuan sedang bermesraan.


" Eh Di, dapat salam dari Yessy " ucao Arin berbohong untuk mengalihkan pembicaraan.


" Salam apa? " penasaran Alex begitu semangat.


" Salam tonjok! Lo berdua gangguin laki Gue lagi bakal Gue panggilin Yessy, biar ancur tuh muka setengah ganteng Lo berdua!" jengah Arin menatap dua sahabat yang tak pernah henti meledek suaminya.


" Iya tuh yank, panggil tuh Yessy sekalian Kamu kan juga jago tuh, hajar aja mereka masa Aku di bully tiap hari " seru Rafa menambahkan.


" Eh Joko, yang ada Lo lindungi bini bukan bini lindungi Lo " protes Adi menatap Rafa begitu manja mengusap lengan istrinya dengan kepala bersandar pada pundak perempuan cantik di sampingnya.


" Tuh kan yank, Aku di bully lagi " manja Rafa menjulurkan lidah ke arah Adi juga Alex diiringi tawa juga gelengan kepala kedua orang tuanya.


" Manja banget " gerutu Alex menatap jijik ke arah Rafa.


" Biarin laki Gue " bela Arin menjulurkan lidah untuk meledek kedua orang yang masih menatap suaminya dengan tatapan geli juga jijik.


Mendengar keempatnya terus bicara seakan tak ada habisnya, Mama Rafa menghentikan sebentar keasikan empat sahabat tersebut dan meminta mereka untuk menikmati makan sarapan, serta meminta putra yanv sudah Ia lempar kain lap itu untuk menjauh dari tubuh istrinya. Dengan jengkel dan wajah tertekuk, Rafa mengangkat kepala yang masih nyaman bersandar dan memulai mengambilkan istrinya makan, karena Alka masih terlihat tak ingin lepas dari pangkuan bundanya meski sudah di bujuk oleh asisten rumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2