SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 164


__ADS_3

Setiap langkahnya mengundang tawa karyawan yang terus memperhatikan dengan berbisik. Alex yang tidak menyadari hanya melempar senyum dengan gaya badboy sok tampan khasnya.


"Kagak pernnah liat orang ganteng kali ya?" gumam lirih Alex menarik kerah kemeja tengah dikenakannya, dan tetap berjalan.


Sesampainya di kamar mandi, langsung saja Alex menuju wastafel yang berjajar dengan sebuah kaca besar di hadapannya. Sontak langsung berteriak melihat wajahnya penuh coretan spidol warna hitam dengan tahi lalat besar di bawah mata.


"Sialan nih berdua! pantesan gue dilihatin, bukan gara gara terpesona gantengnya gue, tapi liatin gue kaya orang gila!" kesal Alex menggerutu.


Menggunakan sabun cuci tangan untuk membersihkan wajah, Alex terus saja menggosok wajah tampannya. Ia berusaha untuk menghilangkan bekas spidol pada wajahnya, namun tak bisa hilang sepenuhnya walau sudah di gosok berulang.


"Gue bales lo berdua" gumam Alex memutuskan kembali ke ruangannya.


Terdapat beberapa bekas spidol telah memudar, Alex berjalan santai ke ruang kerjanya. Tidak memperdulikan pandangan orang yang tertawa juga masih berbisik sama seperti ketika ia pertama lewat. Gaya santai dan cuek nya tidak menunjukkan rasa malu sedikitpun.

__ADS_1


Begitu sampai depan ruang kerjanya, Alex langsung membuka pintu di depannya. Rafa dan Adi yang tadi menunggu dengan mengintip di jendela ruangan, langsung berlari ke meja mereka masing masing dan berpura pura sibuk dengan pekerjaan mereka.


Alex menatap keduanya tanpa menegur dan duduk kembali di balik meja kerjanya, meraih ponsel yang ia simpan di laci meja kerja. Melirik penuh arti, Alex memajukan bibir dengan berulang kali berpindah dari melirik Rafa lalu ke arah Adi.


"Eh, lo tau kagak nih laki lo ketemuan sama Kania di lobi kantor. Lo buruan telpon dia suruh balik ke ruangan, entar gue jagain di dalam ruangan" telpon Alex berbisik pada Arin.


"Beneran lo?! dasar, awas aja. Lo liatin terus kabarin gue, biar gue telpon tuh laki gue. Bini lagi bunting malah ketemu cewek lain!" kesal Arin, mengembangkan senyum Alex.


"Eh, si Adi balik pulang lagi?kok kagak sampai kantor sih? telponin gih suruh cepat ke kantor" ucap Alex pada Shanum.


"Bang Adi engga balik, tadi berangkat di belakang kalian. Aku telpon sebentar ya" sahut Shanum merasa heran.


"Oke, gue tunggu" sahut Alex langsung menutup telpon.

__ADS_1


Rafa langsung menerima telpon dari Arin yang menanyakan dengan menahan emosi, rafa sibuk menjelaskan pada istrinya di ujung telpon. Alex kini berpura pura mengerjakan pekerjaan dengan telinga terbuka lebar, mendengarkan Rafa yang berusaha menjelaskan sampai kesal sendiri. Alex tahu jika Arin sensitif karena kehamilannya saat ini, dan Rafa tidak suka di curigai, untuk itu ia sengaja menggunakan kelemahan keduanya untuk mengerjai.


Adi yang juga sudah menerima telpon dari Shanum, menjelaskan dimana keberadaannya saat ini. Shanum memang tidak emosi seperti Arin yang sampai menangis mengetahui suaminya bertemu mantan ketika dirinya sibuk menjaga Alka dalam kehamilan.


Namun Adi yang tidak ingin di curigai dalam pernikahan baru di mulai terus menjelaskan sama halnya dengan Rafa. Rafa kalang kabut sendiri dan mondar mandir menjelaskan, bersama dengan Adi yang maih menjabarkan apa yang dilakukan mulai pagi pada Shanum, sembari mengacak rambutnya. Keduanya lelah menjelaskan, lalu bertanya darimana mereka tahu yang langsung dijawab jika itu dari Alex.


Mata tajam Rafa dan Adi langsung menuju tajam dengan aura pembunuh ke arah Alex. Sedangkan Alex melirik sekilas tatapan kedua sahabatnya lalu meregangkan otot dengan tangan ke atas, lalu cepat berlari keluar.


"Satu sama" tawa Alex berlari cepat.


"Bambang!" kesal Adi dan Rafa lalu berlari mengejar seperti anak kecil.


Alex terus saja berlari cepat menyadari dua sahabatnya mengejar di belakang. Karena jam makan siang, Alex pun berlari cepat ke arah parkiran usai check lockĀ  lebih dulu. Karyawan lain hanya menggelengkan kepala melihat ketiganya yang selalu seperti itu, berulang kali di tegur oleh papanya, Rafa tetap saja seperti anak kecil ketika bercanda di waktu istiraha. Seolah kantor adalah tempat sekolah dimana mereka sangat bahagia ketika jam istirahat dan pulang tiba.

__ADS_1


__ADS_2