
Begitu keluar dari kamar mandi, Yessy melihat Adi masih mengipasi sendiri wajahnya. Perlahan Ia kembali menaiki ranjang, membuat Adi menoleh seketika. Senyum Yessy kembali melumpuhkan perasaan Adi yang seakan terbawa mengalun bersama perasaannya.
" Kalau gerah mandi dulu aja Di " lembut Yessy menatap ke arah Adi.
" Lo, engga mandi ?" ragu ragu Adi bertanya.
" Engga, entar aja. Kamu mandi aja dulu dari pada gerah gitu ruam loj nanti, Aku siapin pakaian Kamu aja ya kan ada di koper itu " lembut kembali Yessy menunjuk ke arah koper merah yang ditinggalkan Mama Adi tadi.
" Maksud Gue, Lo engga pengen mandi bareng gitu ?" perlahan Adi ragu ragu, menundukkan wajah malu Yessy dengan wajah merahnya.
" Nanti aja ya Di, Aku belum terbiasa " lirih Yessy masih menunduk.
" Ah, dasar bodoh banget sih Gue! pecah kendi aja belum udah ngajakin mandi bareng !" gerutu Adi dalam hati.
" Becanda doang Gue " ucap Adi memaksa tawa.
Adi dengan wajah merahnya, beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan diri serta otaknya yang sudah di penuhi banyak keinginan namun tak bisa Ia salurkan.
" Nih semua gara gara Rafa, kagak ngomong gimana caranya dapat kendi ! " gerutu Adi dalam kamar mandi, merasa jengkel sendiri.
Kemaja mulai dilepaskan oleh Adi, dan memulai acara mandinya sendiri seraya tetap mengumpat.
" Lo diem dulu deh, kagak usah ikut ikutan dulu! bikin pusing kepala Gue aja ! " maki Adi pada miliknya sendiri.
Di dalam kamar hotel, Yessy menagmbilkan pakaian untuk Adi dan meletakkannya di atas tempat tidur. Tersenyum merasa aneh karena harus menyiapkan pakaian, yang tak pernah Ia lakukan. Yessy kembali merebahkan diri menunggu hingga Adi selesai mandi dengan menyalakan TV.
Namun matanya tak sanggup lagi untuk terbuka, karena sudah di bangunkan Bundanya tadi pukul tiga. Tak terasa matanya sudah terpejam tanpa menyelimuti dirinya lebih dulu.
Melihat gadis baru dinikahinya terlelap dengan rok menunjukkan paha mulusnya, Adi menatap takjub karena tak pernah melihat hal itu sebelumnya. Ludahnya tertelan kasar memenuhi kepala akan fantasi fantasi dewasa, yang sering di bahas bersama Alex juga Rafa.
Hanya mengenakan handuk melingkar pada pinggang, Adi duduk di tepi ranjang menatap lekap wajah lelap Yessy yang terlihat cantik juga polos. Tangannya menyibakkan lembut rambut sedikit menutup wajah istrinya, sambil tetap mengagumi.
" Cantik sih Lo " gumam laki laki membiarkan tubuh atasnya terbuka itu membelai lembut sisi wajah istrinya.
__ADS_1
Tangan dingin Adi yang menempel pada wajahnya, membangunkan Yessy dari mimpi indah dan menatap ke arah Adi terkejut karena laki laki tengah duduk itu tak membalut apapun dalam dadanya.
" Gue mau Lo " lirih Adi menatap tajam ke arah Yessy yang menatapnya usai mengubah posisi terlentang.
Yessy membulatkan mata, menelan kasar ludah dan tetap memperhatikan Adi. Ia tahu hal itu akan diminta oleh laki laki masih duduk itu ketika usai resmi memiliki dirinya. Namun rasa takut untyk melakukan hal tak pernah Ia tahu sebelumnya itu membuatnya was was. Sama sekali tak memiliki pengetahuan tentang hal itu, Yessy hanya menganggukan kepala mengjinkan Adi melakukan hal yang merupakan kewajibannya juga sebagai istri.
Perlahan tapi pasti, Adi mendekatkan wajah ke arah wajah Yessy seraya tubuh masih duduk dan membungkuk. Lembut bibir nya menikmati bibir Yessy beriringan dengan jantung berdegup kencang.
" Di, takut " polos Yessy ketika tangan Adi mlai indah menari di atas tubuhnya.
" Gue juga, masa engga dilakuin kalau sama sama takut ?" jawab Adi malah membuat Yessy tersenyum mendengar.
" Kapan bisa serius sih Di ?" tanya lirih gadis dengan kedua tangan melingkar pada tengkuk suaminya itu.
" Sekarang Gue serius, Gue mau Lo, Gue harap Lo siap buat lakuin itu sama Gue " tulus Adi, kembali di angguki Yessy menggigit tipis bibir bawahnya.
Kembali Adi melanjutkan keinginannya yang juga tugasnya sebagai seorang suami. Lembut perlakuan Adi membuat Yessy yang awalnya tegang menjadi sedikit tenang dan mengikuti setiap alaunan yang dilakukan Adi padanya.
" Lah, belum Gue apa apain kenapa ada darahnya ?" tanya Adi, mengejutkan Yessy.
" Datang bulan " senyum paksa Yessy merasa bersalah.
" Ha?! " membulat Adi menatap gadis masih merasa bersalah tersebut.
" Maaf, Aku engga tahu kalau waktunya " lirih Yessy bersalah.
" Ah gila! pantes Rafa kalau kagak dapat bisa marah marah, rasanya ancur banget " batin Adi beranjak dari tubuh istrinya dan membuang napas panjang.
" Lo bawa pembalut gak ?" tanya Adi ke arah Yessy di jawab dengan gelengan kepala.
" Pas banget Lo, telpon Arin gih suruh kesini " tambah Adi.
Yessy meraih ponsel dan menghubungi Arin untuk mengirimkan pembalut, sedangkan Adi membilas tangannya di wastafel dekat kamar mandi. Terus saja menggerutu dan mengumpat dalam hati sambil mencuci tangan, merasakan sakit pada kepalanya sendiri. Kini Adi mengerti apa yang dimakasud oleh Rafa juga Alex yang hampir gila ketika tak mendapatkan dari istri mereka.
__ADS_1
Arin yang mendapat telpon dari Yessy dengan malu malu itu, langsung terbahak menertawakan usai mengatakan pada Alex juga suaminya, ketika telpon sudah tertutup. ketiganya tak bisa berhenti menertawakan nasib Adi yang bahkan gagal di hari pertama pernikahannya sendiri.
" Pecah pecah dah tuh kepala " tawa Rafa masih duduk di meja makan bersama istri juga sahabatnya.
" Kasihan banget tuh udang rebon, beneran masuk botol kecap tuh " tambah Alex dalam tawa.
" Haduh, haduh. Udah ijab konyol mau pecah kenci juga masih aja ada yang bikin ketawa tuh anak " tak percaya Rafa menggelengkan kepala.
" Buruk banget nasib tuh bocah " tambah Alex menggelengkan kepala.
Rafa dan Alex terus saja tertawa, dan ditinggalkan Arin ke atas mengambil tas untuk cepat pergi menghampiri Yessy bersama Alex dan Rafa. Langsung saja Arin mengajak keduanya cepat pergi karena kasihan pada Yessy.
Tetap tak bisa berhenti membicarakan Adi, ketiganya meluncur ke hotel dan tak lupa mampir dulu ke supermarket untyk membelikan Yessy pembalut.
Hampir satu jam perjalanan, ketiganya sampai depan kamar Adi dan di buka oleh wajah lemas meminta sahabat sahabatnya masuk. Yessy sudah berpindah ke kamar mandi, dan berdiam diri di dalam di hampiri oleh Arin membawakan ganti untk temannya itu.
Ales dan Rafa duduk di kursi hotel yang hanya ada dua dengan Adi duduk di tepi ranjang, sudah mengenakan kaos oblong juga celana pendek santai.
" Gol dong ?" goda Rafa ke arah Adi yang duduk dengan wajah lesu.
" Gol kepala Lo?! " jengkel Adi, di tertawakan oleh rafa juga Alex.
" Gila rasanya mau Gue lepas nih kepala terus Gue lempar sampai hancur ke dinding tau gak " tambah kembali Adi di tertawakan sahabatnya.
" Lah dulu ledeken Gue, sekarang rasain kan Lo?! " seru Alex di sela tawa.
" Itulah karma kehidupan anak muda " celetuk Rafa high five bersama Alex, makin membuat sahabatnya jengkel.
Sedangkan yessy di dalam kamar mandi merasa bersalah pada Adi dan mengutarakannya pada Arin. Tetap setia menunggu temannya mengganti di dalam ruangan kaca shower, Arin mendengarkan juga menenangkan temannya tersebut dan keluar kamar mandi bersama.
Hingga perias datang, Arin, Rafa dan Alex masih mendampingi Adi juga Yessy di kamar hotel karena Adi ataupun Yessy tak ingin di tinggalkan. Yessy mulai dirias dengan sesekali melirik ke arah Adi yang menekuk wajah dari tadi. Melihat Adi seperti ity, Yessy makin merasa bersalah. Mama Adi dan Bunda Yessi datang memasuki kamar yang di bukakan oleh Arin. Keduanya terkejut melihat Arin dan lainnya di dalam.
Arin berbisik menceritakan apa yang terjadi sesuai pertanyaan Mama Adi yang menanyakan alasan ketiganya di dalam kamar hotel bersama Adi juga Yessy. Seketika tawa Mama Adi pecah mendengar penjelasan yang di bisikkan oleh Arin. Namun Mama Rafa juga merasa senang karena Yessy tengah datang bulan, karena menurut kebanyakan cerita yang Ia dengar jika menikah ketika datang bulan maka akan cepat mendapatkan momongan karena memasuki mas subur.
__ADS_1
Bunda Yessy yang juga di ceritakan oleh wanita sudah duduk bersama Arin itu, menjadi tertawa juga. Keduanya menertawakan Adi karena tahu alasan di balik wajah tertekuk lemas laki laki yang duduk bersama sahabatnya di atas ranjang tersebut.