SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 159


__ADS_3

Jam dinding di kamar terus saja berputar, tapi Adi masih belum ingin berpisah dari istrinya. Tiba tiba senyumnya merekah, dan meminta tolong istrinya untuk membuatkan kopi di bawah. Tanpa protes, Shanum langsung menuruti permintaan laki laki tengah duduk di tepi ranjang tersebut.


Adi cepat naik ke atas ranjang merebahkan diri dan menutup tubuh dengan selimut, tanpa lupa mengacakmacak rambutnya dengan wajah sudah berekspresi seperti orang sakit. Ia meraih ponsel di samping bantal dan menghubungi Rafa dalam panggilan Video.


" Apaan ? " singkat Rafa tanpa melihat ke arah layar ponsel, karena tengah dibantu Arin mengenakan dasi.


" Gue sakit Fa " rintih Adi berpura pura, cepat Rafa dan Arin menoleh bersamaan ke arah layar ponsel.


" Lah Di, kok bisa sakit gimana ceritanya lo? semalam gue telpon masih baik aja lo " ucap Rafa memperhatikan tubuh Adi tertutup dengan selimut.


" Tau nih tiba tiba meriang gue, gue minta libur satu hari ya lo bilangin bokap lo " ucap Adi dengan suara dibuatnya lemah.


Arin bergegas pergi mengambil ponsel dan mengetik lalu di tunjukkan pada suaminya, agar mengatakan pada Adi.


" Gue kesana deh sekarang " ucap Rafa mengikuti apa yang diketik oleh istrinya, cepat Adi bereaksi.


" Jangan, jangan kesini lo kerja aja. Bentar lagi juga sembuh gue " jawab Adi mengatakan jangan sedikit berteriak.


" Lo sakit tapi suara lo sehat banget ?" tanya Rafa, cepat Adi berpura pura batuk.


" Udah deh lo istirahat, cepet sehat ya Di " tambah kembali Rafa.


" Thanks Fa " lirih Adi lalu batuk batuk lagi.


Adi menyeringai puas karena bisa libur lagi untuk satu hari dan menghabiskan waktu bersama istri yang baru dinikahinya. Sedangkan Rafa dan Arin sudah mencurigai akal bulus Adi, yang sama sekali tak terlihat sakit. Apalagi saat Adi tengah berteriak melarang Rafa untuk datang mengunjungi.


Setelah berganti pakaian, Rafa menggendong Alka dan turun bersiap berangkat ke kantor dengan Arin membawakan tas. Tidak melepaskan tubuh putranya dengan wajah terus di cium hingga pintu apartemen.

__ADS_1


" Ayah berangkat ya, jaga bunda sama adik di rumah " pesan Rafa pada Alka, lalu menurunkan putranya dan membiarkan mulai aktif kembali.


" Aku berangkat ya sayang " lembut Rafa tesenyum lalu mencium kening istrinya, tanpa lupa mengusap lembut perut tengah ada calon anak kedua di sana.


" Iya sayang hati hati " lembut Arin menjawab.


Rafa dan Arin memenuhi desakan orang tua mereka untuk memiliki anak lagi, dan di setujui oleh keduanya. Awalnya Rafa dan Arin tidak ingin memiliki anak lebih dulu sampai Alka benar benar besar, namun kedua orang tua mereka sudah tak sabar untuk kembali memiliki cucu.


Memang kedua orang tua mereka selalu berebut ketika ingin membawa Alka menginap ataupun pergi bermain, hingga Arin dan Rafa tidak memiliki banyak waktu dengan putra mereka. Bahkan kedua orang tua mereka membawa Alka selama satu bulan bergantian, agar Arin dan Rafa bisa menjalani program hamil berdua pasca dilepasnya alat kontrasepsi Arin.


Rumah yang dipersiapkan Rafa untuk keluarganya juga sudah siap dari beberapa bulan lau, namun Arin enggan untuk pindah karena sudah sangat nyaman berada di apartemen dimana benih benih cinta di antara mereka tumbuh usai pernikahan diri yang mereka jalani.


Dalam kehamilan kedua ini, Arin tak memiliki banyak keinginan aataupun hal hal tidak di sukai. Malah seperti tidak sedang hamil dan tetap beraktifitas seperti biasa, sampai suaminya harus ekstra cerewet. Bahkan di kehamilan kedua ini, malah Rafa yang terkadang menginginkan beberapa makanan tertentu dan selalu bangun tengah malam untuk makan, sebuah hal yang tidak pernah dilakukannya selama ini.


Rafa menghampiri Alex di apartemennya, dan menekan bel menunggu hingga terbuka di depan pintu tempat tinggal sahabatnya. Dari dalam, Alex yang mendengar bel berbunyi pun cepat membuka dan di dapatinya Rafa sudah rapi dengan setelan jas kerja berwarna abu abu.


" Kurang tidur gue " sahut Alex berjalan masuk diikuti sahabatnya.


" Laj, ngapain lo kurang tidur? bini lo lagi hamil jangan sering sering " celetuk Rafa mulai duduk.


" Sering apaan?! bini gue hamil nyebelinnya minta ampun. Masa iya gue di suruh nyari manga muda tapi yang ada di pohon terus bikinin dia mangga pakai cabai sama garam, kaya kesukaan bini lo sih " jawab Alex menjelaskan di tertawakan lirih oleh Rafa.


" Ketawa lagi lo, tau gak gue nemu tuh mangga di mana? di supermarket, terus gue gantung tuh di pohon mangga milik tetangga rumah emak gue, gue video deh pura pura manjat " jelas kembali Alex malah menggelakan tawa Rafa.


" Tukang bohong lo, gue bilangin Vio nih. Orang hamil di bohongi " seru Rafa mendorong lengan Alex.


" Lah gila orang kagak musim mangga, gue suruh manjat pohon mangga. Mau gue panjat sampai taun gajah pakai daster juga kagak bakal ada kali " tambah kembali Alex, menggelengkan kepala Rafa sambil tetap tertawa.

__ADS_1


Terdengar langkah kaki perlahan menuruni anak tangga, cepat Alex melangkah dan membantu istrinya yang tengah membawakan tas kerja miliknya.


" Sayang nanti pulang bawain semangka ya, yang warnanya hijau muda sama hijau tua terus garis garis hijau tuanya lurus aja engga ada cabang atau belok beloknya " ucap Viona, di tertawakan Rafa.


" Iya entar aku garis sendiri ya yank " celetuk Alex tersenyum tak berdosa.


" Engga mau, aku maunya yang warna hijau tua lurus engga ada cabang atau beloknya " rengek Vio manja.


" Yank, bunuh aja aku sekalian yank. Mana ada buah semangka yang garisnya lurus doang sih, dimana mana pasti ada bercabang sama beloknya. Itu udah alami yank, alami banget " ucap Alex menekankan kata alami.


" Lo jangan ketawa aja, bantuin kek " protes Alex ke arah Rafa.


" Ada tuh Vio yang model kaya gitu, jangan mau di bohongi sama laki lo " ucap Rafa menahan tawa, di pelototi oleh Alex namun membuat Vio senang.


" Dimana Fa ?" semnagat Vio bertanya.


" Jember " singkat Rafa terbahak.


" Tuh ke Jember sana yank, demi anak kamu juga " seru vio tersenyum manja.


" Kamu tau gak sih yang maksudnya Rafa tuh bukan nama toko buah, tapi Jember Jawa Timur sana. Masa iya aku harus kesana cuma buat beli semangka ?! harga semangkanya kagak seberapa, ongkosnya..." ucap Alex sedikit jengkel, membuat Vio menekuk wajah.


" Iya, iya entar aku cariin yang lurus lurus ya garisnya. Sekarang aku berangkat dulu sayang ya " ucap Alex memasksakan senyum.


" Makasih sayang " sahut Viona bahagia mencium pipi lelaki masih dengan tsenyum paksa di depannya.


Rafa masih tetap dengan ekspresi wajah tertawa mendengar permintaan istri sahabatnya, sedangkan Alex terlihat frustasi sendiri akan semua permintaan permintaan aneh Viona semenjak hamil hingga sekarang. Semjua permintaan Viona tidak pernah masuk akal dan selalu bersedih ketika tak dituruti. Alex pun berusaha sebisa mungkin mencari cara untuk memenuhi semua ngidam istrinya, walau harus menggunakan akal sendiri untuk memenuhinya.

__ADS_1


__ADS_2